Sebut Tak Ada Lagi Tanda Kehidupan di Reruntuhan Musala Al Khoziny, Tim SAR Beralih ke Alat Berat

Bangun Santoso

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 14:03 WIB
Sebut Tak Ada Lagi Tanda Kehidupan di Reruntuhan Musala Al Khoziny, Tim SAR Beralih ke Alat Berat
Tragedi runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. (Dok. BNPB)
baca 10 detik
  • Tim SAR Gabungan secara resmi menghentikan pencarian manual setelah drone thermal dan alat deteksi lainnya
  • Dengan persetujuan keluarga korban, operasi evakuasi kini memasuki fase pengangkatan puing menggunakan lima crane dan alat berat lainnya
  • Data per 3 Oktober 2025 menunjukkan 9 santri meninggal dunia dan 54 lainnya masih dalam pencarian

Suara.com - Harapan untuk menemukan korban selamat dari balik reruntuhan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, telah pupus. Tim SAR Gabungan secara resmi mengumumkan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi di lokasi tragedi, memaksa operasi penyelamatan beralih ke fase pengangkatan puing menggunakan alat berat.

Keputusan pahit ini diambil setelah upaya maksimal pencarian manual dan penggunaan teknologi canggih tidak membuahkan hasil. Korban terakhir yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat ditemukan pada Rabu (1/10/2025) malam. Setelah itu, deteksi menggunakan drone thermal menunjukkan hasil nihil.

“Secara ilmu pengetahuan itu tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan. Kami memberi waktu dari sore (kemarin sampai) tadi pagi,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, dikutip Kamis (2/10/2025).

Sebelumnya, sejak Rabu malam, petugas telah melakukan sterilisasi area untuk meminimalisir kebisingan, berharap alat pendeteksi dapat menangkap suara sekecil apa pun dari korban yang mungkin masih hidup di bawah puing.[1] Namun, penantian itu berakhir tanpa hasil.

“Tetapi ternyata sampai tadi pagi tidak ada (tanda kehidupan), akhirnya tim gabungan memutuskan untuk masuk ke tahap selanjutnya,” kata Suharyanto.

Dengan berat hati dan setelah berdiskusi dengan pihak keluarga korban, tim gabungan memutuskan untuk mengerahkan lima unit crane dan alat berat lainnya. Fase evakuasi kini berubah dari penyelamatan menjadi pengangkatan reruntuhan, sebuah langkah yang berisiko tinggi namun harus diambil.

“Tahap evakuasi pencarian dengan menggunakan alat berat tentu saja risikonya tidak mempertimbangkan lagi apabila ada yang masih selamat,” jelas Suharyanto.

Pihak keluarga korban, meski diliputi duka mendalam, dilaporkan telah memberikan persetujuan dan mengikhlaskan langkah ini.

“Ada beberapa langsung sedih, tapi tidak ada satu pun keluarga yang meminta kami melanjutkan pencarian terhadap korban yang hidup. Jadi mereka memutuskan agar kami mengevakuasi menggunakan alat berat,” terangnya.

baca juga

Tragedi yang terjadi pada Senin (29/9/2025) sore saat ratusan santri tengah salat Ashar berjamaah ini diduga kuat disebabkan oleh kegagalan konstruksi.

Bangunan yang awalnya dirancang satu lantai, dikembangkan menjadi beberapa lantai tanpa perencanaan teknis yang memadai, sehingga tidak mampu menahan beban.

Jumlah Korban Bertambah

Hingga Jumat (3/10/2025), data sementara dari BNPB mencatat jumlah korban terdampak mencapai 166 orang. Dari jumlah tersebut, 111 orang telah ditemukan, dengan rincian 9 orang meninggal dunia, 14 orang dirawat inap, dan 89 orang telah dipulangkan. Sementara itu, 54 orang lainnya masih dalam status pencarian di antara tumpukan material bangunan.

“Potensi penemuan jenazah akan ada lagi. Nanti akan kita sampaikan ke depannya,” ungkap Suharyanto dalam keterangannya kepada media.

BNPB terus memberikan dukungan penuh dalam operasi ini, mengirimkan ratusan kantong jenazah, APD, serta mengerahkan puluhan alat berat dan ambulans untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan lokasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Proyek Ponpes Al Khoziny dari Tahun 2015-2024 Terekam, Tiang Penyangga Terlalu Kecil?

Proyek Ponpes Al Khoziny dari Tahun 2015-2024 Terekam, Tiang Penyangga Terlalu Kecil?

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 13:52 WIB

Terungkap! Alasan Haru Tim SAR Pilih 'Tangan Kosong' di Ponpes Al Khoziny

Terungkap! Alasan Haru Tim SAR Pilih 'Tangan Kosong' di Ponpes Al Khoziny

Your Say | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 13:35 WIB

Kritik Gus Nadir soal Ambruknya Ponpes Al Khoziny: Kita Kerap Berlindung dari Kalimat 'Sudah Takdir'

Kritik Gus Nadir soal Ambruknya Ponpes Al Khoziny: Kita Kerap Berlindung dari Kalimat 'Sudah Takdir'

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 12:29 WIB

Evakuasi Ponpes Al-Khoziny: Nihil Tanda Kehidupan, Alat Berat Dikerahkan Diirigi Tangis

Evakuasi Ponpes Al-Khoziny: Nihil Tanda Kehidupan, Alat Berat Dikerahkan Diirigi Tangis

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 10:37 WIB

Profil Rafi Catur, Santri Ponpes Al Khoziny yang Ditemukan Meninggal dalan Keadaan Sujud

Profil Rafi Catur, Santri Ponpes Al Khoziny yang Ditemukan Meninggal dalan Keadaan Sujud

Lifestyle | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 09:45 WIB

Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, DPR Sebut Konstruksi Bangunan Tak Ideal

Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, DPR Sebut Konstruksi Bangunan Tak Ideal

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 20:55 WIB

Tragedi Al Khoziny Disorot Dunia, Media Asing Laporkan Kepanikan Orang Tua dan Penyelamatan Santri

Tragedi Al Khoziny Disorot Dunia, Media Asing Laporkan Kepanikan Orang Tua dan Penyelamatan Santri

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 17:43 WIB

Terkini

Hasyim Asy'ari Akui KPU Tak Cek Keabsahan Dokumen Pendidikan Gibran saat Pilpres 2024

Hasyim Asy'ari Akui KPU Tak Cek Keabsahan Dokumen Pendidikan Gibran saat Pilpres 2024

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Biodata dan Profil Nino Fernandez yang Jadi Omongan Panas di X

Biodata dan Profil Nino Fernandez yang Jadi Omongan Panas di X

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:23 WIB

Reaksi John Herdman Usai Malaysia Lumat Singapura Pesta 6 Gol

Reaksi John Herdman Usai Malaysia Lumat Singapura Pesta 6 Gol

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:23 WIB

Gerak Cepat Sarawak di Perbatasan: Ancaman atau Peluang Emas untuk Pembangunan IKN?

Gerak Cepat Sarawak di Perbatasan: Ancaman atau Peluang Emas untuk Pembangunan IKN?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:21 WIB

IHSG Mulai Menghijau pada Awal Perdagangan, Pantau ENRG

IHSG Mulai Menghijau pada Awal Perdagangan, Pantau ENRG

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:17 WIB

John Herdman Buka Suara Usai Timnas Indonesia Hujan Gol Lawan Bangladesh

John Herdman Buka Suara Usai Timnas Indonesia Hujan Gol Lawan Bangladesh

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Mantan Ketua KPU Bantah Dalil Cacat Administratif dalam Pencalonan Gibran

Mantan Ketua KPU Bantah Dalil Cacat Administratif dalam Pencalonan Gibran

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Perbandingan Aries vs Leo, Siapa yang Paling Dominan Saat Menjadi Pemimpin?

Perbandingan Aries vs Leo, Siapa yang Paling Dominan Saat Menjadi Pemimpin?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Harga HP Xiaomi Terbaru Oktober 2026 yang Dijual di Indonesia

Harga HP Xiaomi Terbaru Oktober 2026 yang Dijual di Indonesia

Tekno | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Short Selling Makin Diburu, 50 Investor Sudah Buka Rekening

Short Selling Makin Diburu, 50 Investor Sudah Buka Rekening

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:03 WIB

×