Gempa Magnitude 6.0 Guncang Jepang, Tidak ada Peringatan Tsunami

Ruth Meliana | Suara.com

Senin, 06 Oktober 2025 | 10:49 WIB
Gempa Magnitude 6.0 Guncang Jepang, Tidak ada Peringatan Tsunami
Ilustrasi gempa bumi (Pixabay)

Suara.com - Guncangan gempa berkekuatan 6,0 magnitudo mengguncang kawasan timur Jepang pada Sabtu (4/10/2025) malam waktu setempat. Menurut keterangan resmi dari Pusat Seismologi Nasional (NCS), pusat gempa berada di lepas pantai timur Pulau Honshu, dengan kedalaman sekitar 50 kilometer di bawah permukaan laut.

Dilansir dari The Times of India, dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), NCS menyampaikan rincian kejadian gempa Jepang tersebut: “Gempa M 6.0, terjadi pada 04/10/2025 pukul 20:51:09 IST, di koordinat 37,45 Lintang Utara dan 141,52 Bujur Timur, kedalaman 50 km, dekat pesisir timur Honshu, Jepang.

Hingga Minggu pagi, belum ada laporan kerusakan serius maupun korban jiwa akibat gempa ini. Otoritas setempat juga memastikan bahwa tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan. Meski demikian, warga di beberapa wilayah pesisir dilaporkan merasakan getaran cukup kuat selama beberapa detik.

Sebagai negara yang berada di zona Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, Jepang memang kerap diguncang gempa bumi dari kecil hingga besar. Negara kepulauan ini juga memiliki jaringan pemantauan seismik paling padat di dunia, sehingga setiap pergerakan bumi sekecil apa pun bisa terekam dengan cepat.

“Seluruh wilayah Jepang termasuk area seismik aktif, dan sistem pemantauannya memungkinkan mereka mencatat setiap aktivitas gempa dengan akurat,” kata pernyataan NCS yang dikutip dari The Times of India, Minggu (5/10/2025).

Selain gempa, aktivitas vulkanik juga sering terjadi di berbagai pulau di Jepang. Meski sebagian besar hanya menimbulkan getaran ringan, sejarah mencatat bahwa negara tersebut beberapa kali dilanda gempa besar yang mematikan.

Beberapa di antaranya termasuk Gempa Noto 2024, Gempa Tohoku 2011 yang disertai tsunami dahsyat, Gempa Chuetsu 2004, serta Gempa Besar Hanshin 1995 yang menewaskan ribuan orang.

Berbeda dari banyak negara lain yang menggunakan skala Richter, Jepang memiliki sistem sendiri untuk mengukur kekuatan gempa yang dikenal dengan skala Shindo. Skala ini tidak berfokus pada besarnya energi yang dilepaskan di pusat gempa, tetapi pada intensitas guncangan yang dirasakan di permukaan.

Sistem Shindo memiliki sepuluh tingkat getaran, mulai dari Shindo 0 — guncangan sangat lemah yang nyaris tak terasa — hingga Shindo 7, yang menggambarkan gempa dengan guncangan ekstrem dan kerusakan berat.

Gempa dengan tingkat Shindo 4 ke bawah biasanya hanya menimbulkan getaran ringan dan jarang menyebabkan kerusakan. Namun, jika mencapai Shindo 5 ke atas, dampaknya bisa cukup serius: perabot rumah tangga bisa bergeser, dinding retak, dan beberapa bangunan kayu berisiko roboh.

Pada kategori Shindo 6 atau 7, kerusakan dapat meluas hingga menimpa infrastruktur seperti jalan raya, jembatan, serta pipa gas dan air.

Karena gempa adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, masyarakat Jepang umumnya sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Di setiap wilayah, terdapat sistem peringatan dini dan latihan evakuasi rutin yang digelar oleh pemerintah daerah.

Warga juga dibekali dengan panduan tanggap darurat, termasuk tas siaga berisi makanan, air, dan perlengkapan medis dasar. Di sekolah-sekolah dan kantor, prosedur evakuasi menjadi bagian dari pelatihan wajib yang dilakukan secara berkala.

Selain itu, Jepang dikenal memiliki infrastruktur tahan gempa terbaik di dunia. Gedung-gedung pencakar langit di kota besar seperti Tokyo dan Osaka dibangun dengan teknologi peredam getaran, sehingga mampu menahan guncangan hebat tanpa roboh.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Kyushu Jepang, Kemlu RI Laporkan Tidak Ada Korban WNI

Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Kyushu Jepang, Kemlu RI Laporkan Tidak Ada Korban WNI

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 14:59 WIB

JMA Koreksi, Gempa Jepang Ternyata Bermagnitudo 6,9, Bukan 6,4

JMA Koreksi, Gempa Jepang Ternyata Bermagnitudo 6,9, Bukan 6,4

News | Senin, 13 Januari 2025 | 23:15 WIB

Peringatan Tsunami, Jepang Kembali Diguncang Gempa Susulan 4,1 Magnitudo

Peringatan Tsunami, Jepang Kembali Diguncang Gempa Susulan 4,1 Magnitudo

News | Senin, 13 Januari 2025 | 22:38 WIB

Terkini

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB

Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB

Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:26 WIB

Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif

Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:10 WIB

Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa

Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa

News | Senin, 25 Mei 2026 | 06:45 WIB

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:56 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:39 WIB

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:12 WIB