Suara Ibu Indonesia Minta MBG Disetop: Moratorium dan Evaluasi Total!

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 15 Oktober 2025 | 15:56 WIB
Suara Ibu Indonesia Minta MBG Disetop: Moratorium dan Evaluasi Total!
Aksi Suara Ibu Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menolak program MBG. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
  • Program tersebut dinilai telah gagal karena menimbulkan banyak korban keracunan dan dijalankan tanpa standar yang jelas.
  • Penghentian sementara itu penting untuk membuka ruang evaluasi menyeluruh terhadap semua aspek pelaksanaan MBG.
  • Ririn menilai, pemerintah seharusnya tidak menjalankan program secara serampangan tanpa melibatkan tenaga ahli di bidang gizi dan kesehatan.

Suara.com - Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Suara Ibu Indonesia mendesak pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut dinilai telah gagal karena menimbulkan banyak korban keracunan dan dijalankan tanpa standar yang jelas.

Hal ini disampaikan Koordinator Suara Ibu Indonesia, Ririn Sefsani saat melakukan aksi tolak MBG di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, pada Rabu (15/10/2025).

“Dengan jatuhnya korban yang dua puluhan ribu dan praktik pemborosan APBN, anak-anak kita keracunan, setop. Memoratorium dulu, hentikan dulu MBG,” ujar Ririn.

Menurut Ririn, penghentian sementara itu penting untuk membuka ruang evaluasi menyeluruh terhadap semua aspek pelaksanaan MBG, mulai dari kebijakan, sasaran prioritas, hingga mekanisme penyelenggaraannya.

“Evaluasi total, mulai dari kebijakannya, prioritas yang dapat, penyelenggaraannya, kemudian jenis standarnya itu harus diperbaiki semua,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program MBG saat ini tidak hanya bermasalah dari sisi pelaksanaan, tetapi juga gagal dalam memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan kepada anak-anak sekolah.

“Dengan jatuhnya korban, dan itu udah 10 ribu lebih anak-anak keracunan, berarti memang ada yang keliru. Dan memang kalau kami menyoroti, ini kebijakan populis. Kebijakan populis itu kelihatannya oke, penting banget buat rakyat, blablabla, tapi sebetulnya enggak,” kata Ririn.

Ririn menilai, pemerintah seharusnya tidak menjalankan program secara serampangan tanpa melibatkan tenaga ahli di bidang gizi dan kesehatan anak.

Ia kemudian menyoroti bahwa banyak dapur penyedia makanan dalam program MBG tidak memenuhi standar higienitas.

“Apakah pernah dimunculkan standar higienitas dalam menyediakan makanan? Apakah pemenuhan gisinya? Bahkan makanannya berkurang, minyak jelek, kotor, keracunan, blablabla, itu udah membuktikan,” jelasnya.

Koordinator Suara Ibu Indonesia, Ririn Sefsani, mengatakan seharusnya pemerintah mampu memastikan bahwa menu dalam program MBG benar-benar bergizi dan aman dikonsumsi. (Suara.com/Fakhri)
Koordinator Suara Ibu Indonesia, Ririn Sefsani, mengatakan seharusnya pemerintah mampu memastikan bahwa menu dalam program MBG benar-benar bergizi dan aman dikonsumsi. (Suara.com/Fakhri)

Selain itu, ia juga meminta agar program MBG diprioritaskan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu dan yang tinggal di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi, bukan diterapkan secara seragam di seluruh Indonesia.

“Kalau serius memberikan makanan bergizi gratis, harusnya diberikan kepada anak-anak yang memang betul-betul membutuhkan. Di wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi, remote area, kemudian apalagi akses terhadap pangan memang susah karena kemiskinan yang tinggi. Nah, ini yang tidak dilihat dengan sungguh oleh rezim pemerintahan Prabowo ini,” tuturnya.

Ririn menambahkan, pemerintah sebaiknya memanfaatkan potensi lokal yang sudah ada dengan memberdayakan kantin sekolah untuk menyediakan makanan bergizi sesuai standar.

“Sekolah-sekolah yang sudah punya kantin-kantin itu bisa menjalankan, tinggal dicek apakah memenuhi standar higienitas yang lebih baik. Apakah pangannya sudah beragam, memenuhi standar gizi empat sehat lima sempurna,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Keracunan MBG Terus Bertambah, Emak-emak Geruduk Kantor BGN

Kasus Keracunan MBG Terus Bertambah, Emak-emak Geruduk Kantor BGN

Foto | Rabu, 15 Oktober 2025 | 15:50 WIB

Suara Ibu Indonesia Kritik Menu Junk Food Dalam MBG: Bikin Pikiran Anak Kacau

Suara Ibu Indonesia Kritik Menu Junk Food Dalam MBG: Bikin Pikiran Anak Kacau

News | Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:55 WIB

Prabowo Hitung Sendiri Dua Lauk untuk Perogram MBG, Rp10.000 Masih Bisa Pakai Ayam dan Telur

Prabowo Hitung Sendiri Dua Lauk untuk Perogram MBG, Rp10.000 Masih Bisa Pakai Ayam dan Telur

News | Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:32 WIB

Sebut Wajar MBG Ada Masalahnya, Habiburokhman: Saya Belum Pernah Menemui Orang yang Menolak

Sebut Wajar MBG Ada Masalahnya, Habiburokhman: Saya Belum Pernah Menemui Orang yang Menolak

News | Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:09 WIB

Terkini

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:32 WIB

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:25 WIB

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:20 WIB

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:06 WIB

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:45 WIB

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:44 WIB

Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras

Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:44 WIB

Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:41 WIB

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:37 WIB

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:27 WIB