IRENA: Dunia Butuh Dua Kali Lipat Aksi untuk Selamat dari Krisis Iklim

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:55 WIB
IRENA: Dunia Butuh Dua Kali Lipat Aksi untuk Selamat dari Krisis Iklim
Ilustrasi energi bersih. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
    • Dunia masih tertinggal dari target bebas emisi meski rekor penambahan energi bersih tercapai pada 2024.
    • Diperlukan tambahan lebih dari 1.100 GW energi terbarukan per tahun agar suhu global tak naik lebih dari 1,5°C.
    • Kesenjangan pendanaan dan infrastruktur menjadi hambatan utama transisi energi bersih, terutama di negara berkembang.

Suara.com - Ketika suhu bumi terus meningkat dan bencana iklim makin sering melanda, dunia justru masih berjalan lambat menuju energi bersih.

Laporan terbaru dari International Renewable Energy Agency (IRENA) yang dirilis Selasa (15/10) memperingatkan bahwa dunia tertinggal jauh dari jalur untuk mencapai target ekonomi global bebas emisi.

Sepanjang 2024, kapasitas energi terbarukan global memang mencapai rekor tertinggi—bertambah 582 gigawatt (GW). Namun capaian ini belum cukup untuk menekan laju pemanasan global yang terus didorong oleh ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Proses Terjadinya Perubahan Iklim. (Pexels)
Proses Terjadinya Perubahan Iklim. (Pexels)

“Kemajuan ini menunjukkan bahwa revolusi energi bersih sudah tidak bisa dihentikan,” kata Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres. Ia menegaskan bahwa energi terbarukan kini lebih cepat, lebih murah, dan menciptakan banyak lapangan kerja. Namun waktu untuk bertindak kian menipis.

Menurut IRENA, untuk menjaga kenaikan suhu global di bawah 1,5°C, dunia perlu menambah lebih dari 1.100 GW energi bersih per tahun, dua kali lipat dari pencapaian saat ini.

Negara maju diminta mengambil tanggung jawab lebih besar, bukan hanya mengurangi ketergantungan pada batu bara dan minyak, tetapi juga memperluas investasi energi bersih hingga 20% dari kapasitas global pada akhir dekade ini.

Lembaga itu juga menyoroti perlunya pendanaan besar untuk memperkuat jaringan listrik dan rantai pasokan teknologi hijau. Tanpa sistem yang tangguh, energi terbarukan sulit dimanfaatkan secara luas dan merata, terutama di negara berkembang.

Meskipun begitu, langkah ke arah energi hijau mulai terlihat. Beberapa pemimpin dunia telah berkomitmen menghasilkan 11,2 terawatt energi terbarukan pada 2030. Namun IRENA menegaskan, tanpa percepatan nyata, dunia akan kembali gagal menepati janjinya.

“Setiap gigawatt energi bersih yang tidak dibangun hari ini adalah langkah mundur bagi masa depan bumi,” tulis IRENA dalam laporannya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Suhu Bumi Naik, Nyamuk pun Berpesta: Awas Ancaman 'Ledakan' Demam Berdarah

Saat Suhu Bumi Naik, Nyamuk pun Berpesta: Awas Ancaman 'Ledakan' Demam Berdarah

Your Say | Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:05 WIB

Target Emisi Indonesia Mundur Tujuh Tahun, Pemerintah Didesak Dengarkan Suara Rakyat

Target Emisi Indonesia Mundur Tujuh Tahun, Pemerintah Didesak Dengarkan Suara Rakyat

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:18 WIB

Dibalik Kampanye Hijau, Industri Fosil Tetap Jadi Sumber Masalah Iklim

Dibalik Kampanye Hijau, Industri Fosil Tetap Jadi Sumber Masalah Iklim

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 14:55 WIB

Terkini

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×