Doktrin 'Perkalian Nol' Dasco: Ramai di Akhir Cerita Tapi Sunyi saat Bab Perjuangan Ditulis

M Nurhadi Suara.Com
Senin, 27 Oktober 2025 | 10:44 WIB
Doktrin 'Perkalian Nol' Dasco: Ramai di Akhir Cerita Tapi Sunyi saat Bab Perjuangan Ditulis
Ketua Harian Partai Gerindra, Dasco. [tangkapan layar YouTube]
Baca 10 detik
  • Gerindra mengutamakan loyalitas kader melalui doktrin 'perkalian nol'.
  • Dasco menegaskan, tanpa kesetiaan, semua kelebihan seorang kader menjadi tidak bernilai.

Suara.com - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, kesetiaan seharusnya bisa menjadi prinsip di tengah arus utama politik yang kian terkonversi sebagai transaksi ketimbang perjuangan ideologis.

Dasco menegaskan hal tersebut dalam kalimat kiasan dan diunggah pada akun media sosialnya, Senin (27/10/2025).

"Banyak yang ramai di akhir cerita, tapi sunyi saat bab perjuangan ditulis," kata Dasco.

Dasco sebelumnya, sempat menggarisbawahi prinsip fundamental partai: kesetiaan.

Ia memperkenalkan sebuah doktrin yang disebut 'perkalian nol',  formula tegas untuk mengukur nilai seorang kader, di mana loyalitas menjadi variabel penentu yang tak bisa ditawar.

Pernyataan Dasco ini seolah menjadi pengingat bagi seluruh kader, dari pusat hingga ranting, bahwa sehebat apa pun atribut yang dimiliki seorang politisi, semuanya akan sia-sia tanpa adanya kesetiaan pada garis perjuangan partai.

Konsep ini menjadi sorotan utama, terutama saat ia menyinggung adanya kader yang mulai bermanuver di luar keputusan resmi partai.

Matematika Politik ala Gerindra

Dasco memaparkan doktrin 'perkalian nol' dengan sebuah perumpamaan matematis yang lugas.

Baca Juga: Prabowo Ajukan Wacana Pengajaran Bahasa Portugis di Sekolah, Begini Respon DPR

Kualitas seorang kader seperti kecerdasan, keberanian, hingga popularitas memiliki nilainya masing-masing.

Namun, semua nilai itu akan menjadi hangus jika dikalikan dengan nol, dan angka nol itu adalah absennya loyalitas.

"Doktrin ini mengacu pada sistem penilaian kualitas kader, yang mengutamakan loyalitas pada perjuangan partai. Tanpa ada kesetiaan, semua kelebihan seorang kader akan dikalikan dengan nol, alias sama sekali tak ada nilainya," kata Dasco.

Ia memberikan contoh yang lebih konkret untuk memudahkan pemahaman. Misalnya, seorang kader memiliki kecerdasan, keberanian , ketangkasan, kepopuleran, serta militansi.

Pada setiap kelebihan itu bernilai 20, sehingga kader itu total mendapat 100 dalam penilaian.

"Tetapi ada satu hal yang akan menjadi penilaian kunci, yakni loyalitas. Tanpa variabel kunci tersebut, nilai sempurna 100 itu pun akan menjadi tak berarti."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI