Bukan Cari Cuan, Jokowi Beberkan Alasan Bangun Whoosh Meski Diterpa Isu Korupsi

Bangun Santoso

Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:07 WIB
Bukan Cari Cuan, Jokowi Beberkan Alasan Bangun Whoosh Meski Diterpa Isu Korupsi
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). (tangkap layar/Ist)
baca 10 detik
  • Proyek Whoosh dibangun sebagai solusi untuk mengatasi kerugian negara akibat kemacetan di Jakarta dan Bandung yang ditaksir mencapai Rp100 triliun per tahun
  • Jokowi menegaskan bahwa transportasi massal adalah layanan publik yang keuntungannya bersifat sosial (pengurangan emisi, peningkatan produktivitas), sehingga subsidi dianggap sebagai investasi, bukan kerugian.
  • Di sisi lain, tudingan mark up anggaran dari Mahfud MD, yang menyebut biaya proyek naik tiga kali lipat per kilometernya, kini telah resmi masuk tahap penyelidikan oleh KPK

Suara.com - Di tengah panasnya isu dugaan mark up anggaran, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara mengenai alasan fundamental di balik pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Menurutnya, proyek raksasa ini bukanlah untuk mencari keuntungan, melainkan sebuah solusi mendesak untuk mengatasi kerugian negara yang mencapai Rp100 triliun per tahun akibat kemacetan parah.

Jokowi menegaskan bahwa masalah utama yang melatarbelakangi proyek ini adalah kemacetan kronis yang telah melumpuhkan Jakarta dan Bandung selama puluhan tahun. Ia memandang transportasi massal sebagai layanan publik yang esensial, bukan sebagai entitas bisnis yang berorientasi pada laba.

'"Ini, jadi kita harus tahu masalahnya dulu, ya. Di Jakarta itu kemacetannya sudah parah. Ini sudah sejak 30 tahun, 40 tahun yang lalu, 20 tahun yang lalu dan Jabodetabek juga kemacetannya parah," kata Jokowi di Solo, dikutip Senin (27/10).

Menurut kalkulasi Jokowi, kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh kemacetan ini sangat fantastis. Angka ini menjadi justifikasi utama mengapa investasi besar pada transportasi massal seperti Whoosh, MRT, dan LRT menjadi sebuah keharusan.

"Kalau di Jakarta saja kira-kira [rugi] Rp65 triliun per tahun. Kalau Jabodetabek plus Bandung kira-kira sudah di atas Rp100 triliun per tahun," ucap dia.

"Kereta cepat, MRT, LRT, kereta bandara, KRL. Agar kerugian itu bisa terkurangi dengan baik. Dan prinsip dasar transportasi massal, transportasi umum itu adalah layanan publik. Ini kita juga harus ngerti bukan mencari laba," tambahnya.

Lebih jauh, Jokowi menekankan bahwa keuntungan dari proyek ini tidak bisa diukur semata dari laba finansial. Ada keuntungan sosial yang jauh lebih besar, seperti pengurangan emisi karbon, peningkatan produktivitas masyarakat, dan berkurangnya polusi udara. Ia menganalogikan subsidi untuk transportasi publik sebagai investasi, bukan kerugian, mencontohkan subsidi Pemprov DKI untuk MRT yang mencapai Rp800 miliar per tahun.

Namun, pembelaan Jokowi ini hadir di tengah pusaran tudingan korupsi. Mantan Menko Polhukam Mahfud MD secara terbuka menyoroti adanya dugaan penggelembungan anggaran dalam proyek senilai US$7,2 miliar ini.

"Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat," kata Mahfud dalam kanal YouTube-nya. "Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana?"

baca juga

Kini, bola panas tersebut berada di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa kasus ini telah naik ke tahap penyelidikan sejak awal 2025, dan KPK masih fokus mendalami unsur-unsur dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek strategis nasional tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyelidikan Perkara Whoosh Masih Fokus Cari Tindak Pidana, KPK Enggan Bahas Calon Tersangka

Penyelidikan Perkara Whoosh Masih Fokus Cari Tindak Pidana, KPK Enggan Bahas Calon Tersangka

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:31 WIB

Jokowi Jawab Utang Whoosh di Tengah Isu Korupsi: Ini Bukan Cari Laba

Jokowi Jawab Utang Whoosh di Tengah Isu Korupsi: Ini Bukan Cari Laba

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:18 WIB

Dugaan Mark Up Whoosh Naik Sidik: KPK Bicara Peluang Periksa Luhut, Ini yang Bakal Digali

Dugaan Mark Up Whoosh Naik Sidik: KPK Bicara Peluang Periksa Luhut, Ini yang Bakal Digali

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:09 WIB

Babak Baru Skandal Whoosh: Pakar Hukum Desak KPK 'Seret' Jokowi ke Meja Pemeriksaan

Babak Baru Skandal Whoosh: Pakar Hukum Desak KPK 'Seret' Jokowi ke Meja Pemeriksaan

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 22:47 WIB

Penyelidikan Kasus Whoosh Sudah Hampir Setahun, KPK Klaim Tak Ada Kendala

Penyelidikan Kasus Whoosh Sudah Hampir Setahun, KPK Klaim Tak Ada Kendala

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 19:52 WIB

Bikin Negara Minta Maaf, Siapa MC Radio Televisyen Malaysia yang Salah sebut Prabowo jadi Jokowi?

Bikin Negara Minta Maaf, Siapa MC Radio Televisyen Malaysia yang Salah sebut Prabowo jadi Jokowi?

Lifestyle | Senin, 27 Oktober 2025 | 19:22 WIB

Didatangi Projo, Jokowi Perlihatkan Ijazah UGM yang Asli

Didatangi Projo, Jokowi Perlihatkan Ijazah UGM yang Asli

Video | Senin, 27 Oktober 2025 | 20:00 WIB

Terkini

Praperadilan Dikabulkan, Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dinyatakan Cacat Hukum

Praperadilan Dikabulkan, Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dinyatakan Cacat Hukum

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:29 WIB

Perry Warjiyo Berpotensi Dipanggil KPK Usai Mundur dari Gubernur BI, Ini Kasusnya

Perry Warjiyo Berpotensi Dipanggil KPK Usai Mundur dari Gubernur BI, Ini Kasusnya

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:27 WIB

Siapa Teuku Jusuf Muda Dalam, Satu-satunya Pejabat dan Gubernur BI yang Dihukum Matii

Siapa Teuku Jusuf Muda Dalam, Satu-satunya Pejabat dan Gubernur BI yang Dihukum Matii

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:26 WIB

Ekonom UGM Kritik Kebijakan Pemerintah: Data Tak Sinkron hingga Risiko Inflasi dari MBG

Ekonom UGM Kritik Kebijakan Pemerintah: Data Tak Sinkron hingga Risiko Inflasi dari MBG

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!

Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

7 Cara Memilih Bedak agar Tidak Keputihan

7 Cara Memilih Bedak agar Tidak Keputihan

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

Di Mana Tempat Beli Sepatu Salomon Ori? Ini 5 Rekomendasi Toko Resmi dan Tepercaya di Indonesia

Di Mana Tempat Beli Sepatu Salomon Ori? Ini 5 Rekomendasi Toko Resmi dan Tepercaya di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

2 Anak Medan Ditangkap Kasus Narkoba Lintas Pulau, Modus Kirim Paket Ekspedisi

2 Anak Medan Ditangkap Kasus Narkoba Lintas Pulau, Modus Kirim Paket Ekspedisi

Sumut | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:24 WIB

Setelah Eksfoliasi Boleh Pakai Moisturizer Niacinamide? Jangan Asal Gabung, Ini 4 Pilihan Terbaik

Setelah Eksfoliasi Boleh Pakai Moisturizer Niacinamide? Jangan Asal Gabung, Ini 4 Pilihan Terbaik

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:23 WIB

Adik Kim Jong-un Serang Indonesia Cs: Kalian Itu Sesat Pikir dan Bodoh!

Adik Kim Jong-un Serang Indonesia Cs: Kalian Itu Sesat Pikir dan Bodoh!

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:21 WIB

×