Dari Kelapa Gading ke Senayan: Ledakan SMA 72 Jakarta Picu Perdebatan Pemblokiran Game Kekerasan

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 10 November 2025 | 22:30 WIB
Dari Kelapa Gading ke Senayan: Ledakan SMA 72 Jakarta Picu Perdebatan Pemblokiran Game Kekerasan
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menyatakan pihaknya menunggu keputusan final dari eksekutif sebelum menentukan langkah lebih lanjut terkait memblokir game online. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Pemerintah mengkaji pemblokiran game online seperti PUBG pasca tragedi ledakan di SMA 72.

  • DPR menunggu keputusan final, namun mendukung tindakan tegas jika game terbukti menjadi pemicu kekerasan.

  • Temuan replika senjata di lokasi kejadian memperkuat dugaan game sebagai inspirasi aksi pelaku.

Suara.com - Tragedi ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta pada Jumat (7/11/2025) kini berefek domino pada industri game digital nasional.

Wacana pemerintah untuk membatasi hingga memblokir game online berkonten kekerasan, dengan PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) disebut secara spesifik, kini menjadi diskursus serius yang sampai ke parlemen.

Merespons polemik tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengambil sikap hati-hati namun tegas.

Pihaknya menyatakan masih menunggu keputusan final dari eksekutif sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

"Kita, makanya saya belum bisa bersikap lebih lanjut sampai dengan keputusan itu final," kata Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Meskipun demikian, Dave menggarisbawahi bahwa jika investigasi membuktikan adanya korelasi langsung antara game online dengan aksi nekat pelaku, maka pemerintah wajib turun tangan dengan instrumen hukum yang ada, seperti Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik (PSE).

"Kalau memang benar ini terinspirasi ataupun juga disebabkan akan sebuah gaming online ya kita kan juga sudah memiliki PP Tunas ya untuk melindungi anak-anak bila mana PSE, aplikator atau gaming online ini jelas-jelas terbukti melanggar ataupun membahayakan ataupun menyebabkan kekacauan ya harus ada sikap dari pemerintah untuk menindaklanjuti," jelasnya.

Dave juga tidak menampik kemungkinan bahwa kebijakan ini bisa meluas ke judul-judul game lain yang memiliki elemen serupa.

"Ya kita tidak bisa menutup itu," ujarnya.

baca juga

Ia menarik paralel dengan fenomena kekerasan senjata di Amerika Serikat, di mana pengaruh game seringkali menjadi salah satu faktor yang diperdebatkan, selain akses bebas terhadap senjata api.

"Tapi kan gini kan ini bukan terjadi pertama kali, di Amerika tapi kan beberapa kali kan kejadian penembakan sampai dengan menewaskan banyak anak di satu sekolah, karena salah satu penyebabnya ya persenjataan yang jual bebas terus juga anak-anak ini menggunakan game-game seperti ini ini satu dari kemajuan teknologi, fungsinya itu kan untuk mengembangkan kreativitas ataupun juga mengembangkan kapasitas kita, tapi jangan sampai kemajuan teknologi itu justru merusak generasi muda kita," katanya.

Sinyal keseriusan pemerintah sebelumnya telah dilontarkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Usai rapat terbatas, ia mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah menggodok opsi kebijakan untuk menekan dampak negatif dari game online.

“Kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh pengaruh dari game online,” kata Prasetyo, Minggu (9/11/2025).

“Karena, tidak menutup kemungkinan, game online ini ada beberapa yang di situ, ada hal-hal yang kurang baik, yang mungkin itu bisa memengaruhi generasi kita ke depan,” katanya.

Dugaan bahwa aksi FN terinspirasi dari game diperkuat dengan temuan replika senjata laras panjang di lokasi kejadian, yang memicu pemerintah untuk meninjau ulang regulasi peredaran game dengan rating kekerasan, dengan PUBG menjadi target utama yang dipertimbangkan untuk diblokir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi FN Membaik Pasca Operasi, Polisi Siap Korek Motif Ledakan Bom di SMA 72 Jakarta Besok

Kondisi FN Membaik Pasca Operasi, Polisi Siap Korek Motif Ledakan Bom di SMA 72 Jakarta Besok

News | Senin, 10 November 2025 | 20:08 WIB

Polisi Sita Buku dan Dokumen dari Rumah Terduga Pelaku Peledakan SMA 72 Jakarta, Apa Relevansinya?

Polisi Sita Buku dan Dokumen dari Rumah Terduga Pelaku Peledakan SMA 72 Jakarta, Apa Relevansinya?

News | Senin, 10 November 2025 | 18:52 WIB

Dari Senapan Mainan Sampai Ancaman Blokir: Benarkah PUBG Biang Keladi di Balik Tragedi SMAN 72?

Dari Senapan Mainan Sampai Ancaman Blokir: Benarkah PUBG Biang Keladi di Balik Tragedi SMAN 72?

News | Senin, 10 November 2025 | 14:14 WIB

Terkini

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:59 WIB

×