Dukung Langkah Prabowo Setop Tradisi Kerahkan Siswa saat Penyambutan, KPAI Ungkap Potensi Bahayanya

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 19 November 2025 | 17:55 WIB
Dukung Langkah Prabowo Setop Tradisi Kerahkan Siswa saat Penyambutan, KPAI Ungkap Potensi Bahayanya
Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • KPAI mendukung keputusan Presiden Prabowo melarang pengerahan siswa sekolah untuk menyambut kunjungan presiden karena mengganggu fokus belajar mereka.
  • Pengerahan siswa secara massal di pinggir jalan dianggap menguras fisik dan psikis anak serta berpotensi melanggar hak dasar mereka.
  • KPAI mendorong Presiden Prabowo mengganti tradisi tersebut dengan dialog langsung di sekolah demi partisipasi anak yang bermakna dan aman.

Anak-anak hanya menjadi penonton yang dimobilisasi dan dikomando secara sepihak atau satu arah oleh guru/pihak sekolah dan dinas terkait.

Presiden Prabowo Subianto ingin menyetop kebiasaan pengerahan anak-anak sekolah setiap kali kunjungan kerja kepala negara ke daerah. (tangkap layar)
Presiden Prabowo Subianto ingin menyetop kebiasaan pengerahan anak-anak sekolah setiap kali kunjungan kerja kepala negara ke daerah. (tangkap layar)

"Tidak jarang mereka mengorbankan jam belajar karena berjam-jam menunggu tamu, berbaris di sepanjang jalan menahan terik panas matahari hampir tanpa alat pelindung dan berpotensi kelelahan, alami dehidrasi, dan pengalaman kurang nyaman lainnya termasuk stress karena ketidakpastian jam kehadiran pejabat yang ditunggu," kata Sylvana kepada Suara.com.

Ia mengingatkan adanya potensi melanggar hak anak karena memobilisasi mereka dalam acara penyambutan.

"Dalam situasi seperti itu antusiasme dan keramahtamahan anak-anak dalam menyambut tamu penting di wilayahnya justru tidak berarti apa-apa dan berpotensi melanggar hak anak," ujar Sylvana.

Perlunya Ruang Interaksi

Kembali ke Aris, ia mengatakan banyak sarana yang lebih nyaman dan aman untul media interaksi antara siswa dan presiden.

Menurutnya interaksi tersebut memang peting, karena kepala negara juga perlu mendengarkan suara anak sebagai bahan merumuskan kebijakan pembangunan nasional yang ramah anak.

Sedangkan, Sylvana menyampaikan sikap KPAI yang menghargai gagasan Prabowo yang mengatakan bahwa ia sendiri yang akan menemui anak-anak di sekolah wilayah yang dikunjunginya.

"KPAI memandang instruksi dan inisiatif Presiden Prabowo Subianto ini sebagai langkah awal yang penting untuk memulai secara sistematis dan meluas budaya partisipasi bermakna anak-anak Indonesia, yang sangat diperlukan sebagai salah satu cara yang lebih pas untuk menumbuhkan nasionalisme anak dan melatih keramahtamahan anak-anak Indonesia yang otentik, positif dan konstruktif dalam suasana yang aman dan nyaman, dan untuk kepentingan terbaik bagi anak," kata Sylvana.

baca juga

KPAI berharap agar setiap kali Presiden Prabowo berkunjung wilayah tertentu, terutama wilayah 3 T, Prabowo dapat mengalokasikan waktu khusus untuk berdialog langsung dengan anak-anak setempat.

"Bukan hanya di sekolah, tetapi juga di kampung atau di titik kunjungan beliau," kata Sylvana.

Kepala Daerah Harus Patuh

KPAI berharap para kepala daerah mematuhi instruksi dan arahan Presiden Prabowo dan memulai tradisi baru yang lebih kreatif, aman dan nyaman bagi anak-anak.

"Bukan hanya untuk kepentingan menumbuhkan nasionalisme dan merawat budaya keramah-tamahan bangsa, tetapi terutama untuk menumbuhkan praktik partisipasi bermakna yang lebih otentik, edukatif, berbudaya dan bermanfaat bagi dan menurut anak-anak," kata Sylvana.

Selain prinsip partisipasi bermakna, Sylvana mengatakan pelibatan anak-anak dalam seremoni penyambutan tamu penting negara, baik domestik maupun luar negeri, seharusnya dikemas dalam bentuk-bentuk yang ramah anak dan sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

Sylvana mengatakan para kepala daerah seharusnya berkomitmen memfasilitasi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk berdialog langsung dengan presiden.

"Lebih dari itu, agar kepala derah melalui dinas-dinas terkait, rutin melatih dan mendampingi anak-anak di daerahnya agar mampu mengembangkan pikiran dan pendapatnya sendiri, serta trampil menyampaikan pikiran dan pendapat tersebut secara murni, sopan, positif dan konstruktif," kata dia.

"Pendapat dan suara hati anak-anak penting didengarkan oleh para pemimpin bangsa, untuk memastikan system dan mekanisme pengambilan keputusan pembangunan bangsa yang inklusif dan demi kepentingan terbaik bagi anak," katanya menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Tak Senang, Ini Alasan Prabowo Larang Siswa Sambut Kunjungan Presiden

Bukan Tak Senang, Ini Alasan Prabowo Larang Siswa Sambut Kunjungan Presiden

News | Rabu, 19 November 2025 | 15:05 WIB

Visi 4 Tahun Prabowo: Bangun RS Canggih di Tiap Kabupaten, Kuliah Dokter Gratis

Visi 4 Tahun Prabowo: Bangun RS Canggih di Tiap Kabupaten, Kuliah Dokter Gratis

News | Rabu, 19 November 2025 | 13:14 WIB

Inisiatif Jokowi, Diresmikan Prabowo: RS KEI Surakarta Siap Kurangi Pasien Berobat ke Luar Negeri!

Inisiatif Jokowi, Diresmikan Prabowo: RS KEI Surakarta Siap Kurangi Pasien Berobat ke Luar Negeri!

News | Rabu, 19 November 2025 | 12:24 WIB

Dari New York ke Istana Jakarta: Michael Bloomberg Temui Prabowo dan Bos Danantara, Bahas Apa?

Dari New York ke Istana Jakarta: Michael Bloomberg Temui Prabowo dan Bos Danantara, Bahas Apa?

News | Rabu, 19 November 2025 | 07:15 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×