Antisipasi Bencana Ekologis, Rajiv Desak Evaluasi Total Izin Wisata hingga Tambang di Bandung Raya

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 15 Desember 2025 | 12:06 WIB
Antisipasi Bencana Ekologis, Rajiv Desak Evaluasi Total Izin Wisata hingga Tambang di Bandung Raya
Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv di kompleks parlemen, Jakarta. ANTARA/HO-DPR
baca 10 detik
  • Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, meminta evaluasi menyeluruh izin wisata, tambang, dan alih fungsi lahan Bandung Raya.
  • Rajiv menilai kerusakan lingkungan Bandung Raya akibat akumulasi perizinan yang mengabaikan disiplin ekologis kawasan.
  • Kritik dilayangkan karena banyak AMDAL bersifat administratif tanpa pengawasan implementasi yang memadai di lapangan.

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menyerukan langkah tegas kepada pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin wisata, pertambangan, dan alih fungsi lahan di kawasan Bandung Raya, Jawa Barat.

Desakan ini muncul seiring keprihatinan Rajiv terhadap kondisi lingkungan di Bandung Raya.

Menurutnya, persoalan lingkungan yang terjadi kekinian bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan akibat akumulasi kebijakan perizinan yang kurang memperhatikan disiplin ekologis.

"Evaluasi total diperlukan agar tidak ada lagi aktivitas yang bertentangan dengan fungsi ekologis kawasan," ujar Rajiv kepada wartawan, dikutip Senin (15/12/2025).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II yang meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ini menyoroti alih fungsi lahan yang masif.

Lahan pertanian dan kawasan hijau kini berubah menjadi ruang terbangun, yang secara ilmiah menurunkan kemampuan tanah menyerap air (infiltrasi) dan meningkatkan aliran air di permukaan.

Ia memperingatkan ancaman jangka panjang jika kondisi ini dibiarkan.

"Dalam jangka panjang, wilayah ini akan menghadapi paradoks ekologis. Kerusakan lingkungan di wilayah hulu akan berdampak langsung pada kawasan hilir, mulai dari banjir, longsor, hingga krisis air bersih," jelasnya.

Politisi Partai NasDem ini juga mengkritik lemahnya pengawasan terhadap Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Ia menilai banyak izin keluar tanpa kajian yang mendalam.

baca juga

"AMDAL yang hanya bersifat administratif tanpa pengawasan implementasi di lapangan," ungkapnya.

Untuk itu, ia mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk segera melakukan sinkronisasi data perizinan. Hal ini mencakup izin pariwisata berbasis alam, pertambangan, serta perubahan peruntukan lahan yang berpotensi menabrak Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan kawasan lindung.

"Pembangunan boleh berjalan, tetapi harus sejalan dengan kemampuan alam dan tata ruang yang telah ditetapkan. Pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang berpijak pada keberlanjutan," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah mengamanatkan prinsip kehati-hatian. Langkah korektif harus diambil sebelum kerusakan makin parah.

"Negara tidak boleh menunggu kerusakan terjadi baru bertindak. Evaluasi izin harus menjadi langkah korektif untuk mencegah kerusakan yang lebih luas dan permanen," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan tata kelola sumber daya alam ini sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, utamanya dalam menjaga kedaulatan lingkungan.

"Pembangunan harus berpijak pada kehati-hatian. Ketika ruang sudah rusak, biaya pemulihannya jauh lebih mahal daripada keuntungan ekonomi sesaat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curhat Komunitas DAS Balantieng, Hulu Menyoal Kompensasi, Hilir Tuntut Ketegasan Polisi

Curhat Komunitas DAS Balantieng, Hulu Menyoal Kompensasi, Hilir Tuntut Ketegasan Polisi

Lifestyle | Senin, 15 Desember 2025 | 10:59 WIB

Polisi Bongkar Perusak Kebun Teh Pangalengan Bandung, Anggota DPR Acungi Jempol: Harus Diusut Tuntas

Polisi Bongkar Perusak Kebun Teh Pangalengan Bandung, Anggota DPR Acungi Jempol: Harus Diusut Tuntas

News | Sabtu, 13 Desember 2025 | 22:06 WIB

Bicara Soal Pencopotan Gus Yahya, Cholil Nafis: Bukan Soal Tambang, Tapi Indikasi Penetrasi Zionis

Bicara Soal Pencopotan Gus Yahya, Cholil Nafis: Bukan Soal Tambang, Tapi Indikasi Penetrasi Zionis

News | Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:25 WIB

Liburan Akhir Tahun di Jakarta? Kejutan Seru Ini Bikin Kita Lupa Harus Keluar Kota!

Liburan Akhir Tahun di Jakarta? Kejutan Seru Ini Bikin Kita Lupa Harus Keluar Kota!

Lifestyle | Jum'at, 12 Desember 2025 | 21:24 WIB

7 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bogor: Negeri Dongeng Mini hingga Sensasi Tenda Mongolia

7 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bogor: Negeri Dongeng Mini hingga Sensasi Tenda Mongolia

Lifestyle | Minggu, 14 Desember 2025 | 06:50 WIB

Harga Tiket Masuk Goa Lalay Bogor, Wisata Grand Canyon Baru di Jawa Barat

Harga Tiket Masuk Goa Lalay Bogor, Wisata Grand Canyon Baru di Jawa Barat

Lifestyle | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:19 WIB

Kementerian ESDM Audit Tambang Emas Martabe yang Terafiliasi ASII, Diduga Perparah Banjir Sumatera

Kementerian ESDM Audit Tambang Emas Martabe yang Terafiliasi ASII, Diduga Perparah Banjir Sumatera

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 16:45 WIB

Ngeri! 4.000 Hektare Hutan IKN Rusak 'Dimakan' Tambang Liar, Basuki Tak Tinggal Diam

Ngeri! 4.000 Hektare Hutan IKN Rusak 'Dimakan' Tambang Liar, Basuki Tak Tinggal Diam

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 14:37 WIB

7 Rekomendasi Tempat Wisata Instagramable di Sentul untuk Rayakan Malam Tahun Baru yang Seru

7 Rekomendasi Tempat Wisata Instagramable di Sentul untuk Rayakan Malam Tahun Baru yang Seru

Lifestyle | Jum'at, 12 Desember 2025 | 14:01 WIB

Ini Dia Destinasi Liburan Akhir Tahun Ramah Anak yang Wajib Dikunjungi

Ini Dia Destinasi Liburan Akhir Tahun Ramah Anak yang Wajib Dikunjungi

Lifestyle | Kamis, 11 Desember 2025 | 22:36 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×