Bicara Soal Pencopotan Gus Yahya, Cholil Nafis: Bukan Soal Tambang, Tapi Indikasi Penetrasi Zionis

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:25 WIB
Bicara Soal Pencopotan Gus Yahya, Cholil Nafis: Bukan Soal Tambang, Tapi Indikasi Penetrasi Zionis
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Cholil Nafis, memberikan klarifikasi tegas terkait alasan di balik keputusan memberhentikan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum PBNU di Kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (13/12/2025). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
baca 10 detik
  • Rais Syuriyah PBNU, KH Cholil Nafis, mengklarifikasi pemberhentian Gus Yahya bukan karena isu konsesi tambang.
  • Alasan utama Syuriyah memberhentikan adalah indikasi penetrasi Zionis dan ketidaksesuaian langkah kepemimpinan dengan prinsip ideologis NU.
  • Faktor lain yang disorot adalah tata kelola organisasi yang kurang harmonis serta masalah legalitas struktur di tingkat bawah.

Suara.com - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Cholil Nafis, memberikan klarifikasi tegas terkait alasan di balik keputusan memberhentikan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum PBNU.

Ia menekankan bahwa isu konsesi tambang yang ramai dibicarakan publik bukanlah penyebab utama keputusan tersebut diambil.

Menurut Cholil, isu tambang hanyalah persepsi yang berkembang di luar dan tidak masuk dalam poin pokok pembahasan internal Syuriyah.

"Yang lain berkenaan dengan tambang, nah itu adalah bunga-bunga di luar saja, persepsi di luar. Itu bukan menjadi persoalan pokok dalam pembahasan. Kalau itu umpamanya ada sinyalemen, mungkin ada sebagian orang, tapi tidak di dalam keputusan organisasi,” ujar Cholil Nafis di Kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (13/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa alasan fundamental dari keputusan tersebut berkaitan dengan prinsip ideologis dan upaya menjaga marwah organisasi.

Poin utama yang menjadi sorotan Syuriyah adalah kekhawatiran mengenai masuknya pengaruh asing yang bertentangan dengan prinsip NU.

"Ya, sebagaimana dari awal konsen dari Pengurus Besar, dari Syuriyah PBNU, lebih pada pertama, indikasi adanya penetrasi zionis di PBNU. Itu yang utama. Sehingga persepsi ini akan merusak terhadap kredibilitas dan nama baik PBNU,” tegasnya.

Cholil menyoroti adanya ketidaksesuaian langkah kepemimpinan dengan Qanun Asasi dan sikap para masyayikh, terutama terkait dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di tengah situasi genosida.

Ia menyayangkan adanya undangan terhadap tokoh Zionis yang dilakukan di saat sensitif, padahal Rais Aam telah memberikan peringatan sebelumnya.

baca juga

"Yang kedua memang berkenaan dengan hal yang ketetapan para masyayikh, termasuk di Qanun Asasi, tentang keberpihakan itu terhadap Palestina, kemerdekaan Palestina,” katanya.

“Di tengah adanya genosida, kemudian perhatian yang paling tinggi di NU, itu menjadi pimpinan NU, lalu mengundang dari Zionis. Yang awalnya oleh Rais Aam sudah diperingatkan dan diwanti-wanti agar juga mengundang dari tokoh-tokoh Islam kontemporer atau Islam yang tenang dari Timur Tengah. Itu tidak dilakukan," sambungnya.

Selain masalah ideologis, faktor tata kelola organisasi juga menjadi catatan merah. Cholil menyebutkan adanya ketidakharmonisan dalam kepengurusan serta masalah legalitas struktur di tingkat bawah.

“Yang kedua yang menjadi masalah adalah tata kelola keorganisasian. Di mana memang harmoni di kepengurusan itu kurang berjalan. Termasuk ada beberapa cabang-cabang yang seharusnya mendapat legalitas belum bisa dilaksanakan. Itu pokok poinnya. Karena konsen di Syuriyah itu adalah tata kelola keuangan, tata kelola organisasi,” paparnya.

Cholil menegaskan bahwa langkah yang diambil Syuriyah merupakan bentuk tanggung jawab mutlak untuk menjaga kemurnian ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan misi para pendiri NU.

“Nah, ini yang menjadi konsen dari Syuriyah yang utama tadi adalah bagaimana menjaga Ahlussunnah wal Jamaah, bagaimana bisa menjaga misi masyayikh,” jelasnya.

Lebih lanjut, Cholil mengingatkan kembali posisi strategis Syuriyah dalam tubuh NU.

"Dan yang punya hak untuk mengawal Ahlussunnah wal Jamaah, otentisitas, dan originalitas dari perjuangan NU tentu ada di Syuriyah. Itulah yang paling pokok sebenarnya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rapat Harian Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah NU Putuskan Reposisi Pengurus, M Nuh Jadi Katib Aam

Rapat Harian Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah NU Putuskan Reposisi Pengurus, M Nuh Jadi Katib Aam

News | Sabtu, 13 Desember 2025 | 20:48 WIB

Kementerian ESDM Audit Tambang Emas Martabe yang Terafiliasi ASII, Diduga Perparah Banjir Sumatera

Kementerian ESDM Audit Tambang Emas Martabe yang Terafiliasi ASII, Diduga Perparah Banjir Sumatera

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 16:45 WIB

Ngeri! 4.000 Hektare Hutan IKN Rusak 'Dimakan' Tambang Liar, Basuki Tak Tinggal Diam

Ngeri! 4.000 Hektare Hutan IKN Rusak 'Dimakan' Tambang Liar, Basuki Tak Tinggal Diam

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 14:37 WIB

Ikuti Arahan Kiai Sepuh, PBNU Disebut Bakal Islah Demi Akhiri Konflik Internal

Ikuti Arahan Kiai Sepuh, PBNU Disebut Bakal Islah Demi Akhiri Konflik Internal

News | Kamis, 11 Desember 2025 | 20:25 WIB

Entitas Usaha Astra Group Buka Suara Usai Tambang Emas Miliknya Picu Bencana Banjir Sumatera

Entitas Usaha Astra Group Buka Suara Usai Tambang Emas Miliknya Picu Bencana Banjir Sumatera

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 19:11 WIB

Mahfud MD Soroti Rapat Pleno PBNU: Penunjukan Pj Ketua Umum Berisiko Picu Dualisme

Mahfud MD Soroti Rapat Pleno PBNU: Penunjukan Pj Ketua Umum Berisiko Picu Dualisme

News | Kamis, 11 Desember 2025 | 19:00 WIB

Gus Yahya Tak Masalah Kembalikan Konsesi ke Pemerintah, Benar Tambang jadi Pemicu Konflik PBNU?

Gus Yahya Tak Masalah Kembalikan Konsesi ke Pemerintah, Benar Tambang jadi Pemicu Konflik PBNU?

News | Kamis, 11 Desember 2025 | 18:47 WIB

Bahlil Tetapkan Denda Tambang di Kawasan Hutan: Rp354 Juta hingga Rp6,5 Miliar per Hektare

Bahlil Tetapkan Denda Tambang di Kawasan Hutan: Rp354 Juta hingga Rp6,5 Miliar per Hektare

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 12:16 WIB

PBNU Dorong Reformasi Polri Menyeluruh, Gus Yahya Tegaskan Perlunya Pertobatan Institusional

PBNU Dorong Reformasi Polri Menyeluruh, Gus Yahya Tegaskan Perlunya Pertobatan Institusional

News | Kamis, 11 Desember 2025 | 08:22 WIB

Geger PBNU: Klaim Restu Ma'ruf Amin Dibantah Keras Keluarga, Siapa yang Sah?

Geger PBNU: Klaim Restu Ma'ruf Amin Dibantah Keras Keluarga, Siapa yang Sah?

News | Rabu, 10 Desember 2025 | 16:47 WIB

Terkini

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

×