Curhat Komunitas DAS Balantieng, Hulu Menyoal Kompensasi, Hilir Tuntut Ketegasan Polisi

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Senin, 15 Desember 2025 | 10:59 WIB
Curhat Komunitas DAS Balantieng, Hulu Menyoal Kompensasi, Hilir Tuntut Ketegasan Polisi
Ilustrasi tambang ilegal.(Suara.com/ANTARA)
  • Diskusi multipihak di Bantaeng membahas isu keadilan sosial ekonomi Sungai Balantieng, menghasilkan Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (RPDAS).
  • Masyarakat hulu menuntut kompensasi ekonomi atas pelestarian hutan, dijawab RPDAS dengan rekomendasi pengembangan agroforestri sebagai insentif.
  • Petani hilir mengeluhkan kekurangan air irigasi akibat perebutan dan tambang ilegal, menyarankan penegakan hukum tegas untuk menjaga ekosistem.

Suara.com - Masalah lingkungan di Sungai Balantieng, Sulawesi Selatan, bukan sekadar air keruh dan sampah. Ada isu keadilan sosial dan ekonomi di balik itu. Hal ini dirasakan masyarakat hulu hingga hilir. Tuntutan terkait itu disuarakan melalui diskusi multipihak di Hotel Agri, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (11/12/2025).

Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Balang Institute dan Program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7 digelar untuk mempertemukan seluruh pihak dalam misi penyelamatan Sungai Balantieng. Solusi tersebut dituangkan dalam Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (RPDAS).

Curhatan masyarakat pun beragam. Mereka mengisahkan kondisi riil di wilayah masing-masing yang dialiri Sungai Balantieng. Dari kelompok hulu, masyarakat merasa upaya pelestarian hutan selama ini hanya membebani mereka. Mirisnya, mereka tidak mendapatkan imbalan ekonomi dari upaya pelestarian tersebut.

Balang Institute, didukung Program GEF SGP Indonesia Fase 7, menggelar diskusi menyusun rencana penyelamatan sungai atau Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (RPDAS) Balantieng. Acara ini digelar di Hotel Agri, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (11/12/2025).(Dokumentasi Pribadi)
Balang Institute, didukung Program GEF SGP Indonesia Fase 7, menggelar diskusi menyusun rencana penyelamatan sungai atau Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (RPDAS) Balantieng. Acara ini digelar di Hotel Agri, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (11/12/2025).(Dokumentasi Pribadi)

Dalam hal ini, masyarakat dari kelompok hulu merupakan penjaga air. Di sisi lain, mereka juga menghadapi tantangan serta jeratan ekonomi yang berat. Bahkan, mereka acapkali terpaksa mengalihfungsikan lahan. Mereka merasa wilayah hulu membutuhkan perhatian dan penanganan khusus.

"Hulu itu sangat membutuhkan perhatian dan penanganan khusus. Jangan kita di hulu saja melakukan pelestarian. Kenapa bisa terjadi banjir dan sebagainya di hilir? Karena pohon-pohon tinggi ini ditebangi dengan tidak bertanggung jawab," ujar salah satu perwakilan dari masyarakat hulu.

Inti dari curhatan tersebut yakni masyarakat hulu menuntut agar ada kompensasi atau cara mencari nafkah lain yang adil atas jasa mereka menjaga lingkungan. Nah, guna menjawab tuntutan ini, RPDAS merekomendasikan pengembangan kebun campur yang produktif (agroforestri).

“Model ini menjamin masyarakat bisa panen terus-menerus, baik itu bulanan, tahunan, dan jangka panjang. Alhasil, mereka punya insentif ekonomi yang kuat untuk tidak lagi merusak hutan,” ujar Sidi Rana Menggala selaku Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia.

Keadilan juga disuarakan oleh petani di wilayah Hilir. Mereka mengeluh bahwa wilayah tengah acapkali berebut dan mengambil air irigasi terlalu banyak. Buntutnya, hal ini membuat mereka mereka kekurangan air. Ditambah, masalah ini diperparah dengan banyaknya tambang batu atau pasir ilegal dan pengikisan tanah atau abrasi pascabanjir.

Menanggapi masalah yang melibatkan pelanggaran hukum seperti tambang ilegal, perwakilan dari kelompok Hilir menyarankan perlunya keterlibatan polisi atau aparat penegak hukum. Dalam hal ini, polisi bisa lebih mempertajam taring dalam menindak tegas para pelaku tambang ilegal terutama yang merugikan ekosistem di wilayah Sungai Balantieng.

Peserta diskusi menuliskan masalah yang terjadi di Sungai Balantieng ketika menyusun RPDAS. Acara ini digelar di Hotel Agri, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (11/12/2025).(Dokumentasi Pribadi)
Peserta diskusi menuliskan masalah yang terjadi di Sungai Balantieng ketika menyusun RPDAS. Acara ini digelar di Hotel Agri, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (11/12/2025).(Dokumentasi Pribadi)

"Seharusnya air yang keluar dari yang hulu itu juga ya sampai hilir. Kalau saya lihat, perlu keterlibatan Aparat Penegak Hukum (APH) karena seperti kajian cepat, tidak usah kita cerita di sini sama dengan masalah-masalah kita di sini, kadang-kadang yang tertangani ini salah-salah," tutur perwakilan dari masyarakat hilir.

Usulan ini membuktikan bahwa masalah lingkungan di Balantieng tidak cukup diatasi hanya dengan kebijakan. Dibutuhkan pula taring yang tajam dari para penegak hukum. Alhasil, mereka bisa dengan tegas menindak para pelaku pelanggaran di lapangan.

Untuk memastikan keadilan ekonomi antara wilayah, RPDAS juga mendorong skema Imbal Jasa Lingkungan (IJL). Mekanisme ini memastikan pihak yang menikmati manfaat air di hilir bisa memberikan imbalan kepada pihak yang menjaga kualitas air yakni masyarakat di hulu. Ini adalah langkah terstruktur untuk mencapai keadilan.

Pada penutup kegiatan, para pihak meneken pakta integritas tentang kesetaraan gender dan pencegahan pelecehan seksual menunjukkan komitmen program pemulihan DAS Balantieng ini harus melibatkan semua orang dan tidak meninggalkan kelompok masyarakat manapun membuktikan bahwa solusi lingkungan harus berjalan seiring dengan keadilan sosial.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Titik Terang Krisis Balantieng, RPDAS Dorong Aksi Pelestarian Demi Penyelamatan Sungai

Titik Terang Krisis Balantieng, RPDAS Dorong Aksi Pelestarian Demi Penyelamatan Sungai

Lifestyle | Senin, 15 Desember 2025 | 10:01 WIB

Bahaya Mengintai di Sungai Balantieng dari Banjir hingga Tambang, Apa Dampaknya?

Bahaya Mengintai di Sungai Balantieng dari Banjir hingga Tambang, Apa Dampaknya?

Lifestyle | Senin, 15 Desember 2025 | 09:39 WIB

Terkini

5 Contoh Teks Doa Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 yang Khidmat dan Penuh Makna

5 Contoh Teks Doa Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 yang Khidmat dan Penuh Makna

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 20:11 WIB

15 Link Twibbon Hari Pendidikan Nasional 2026 Gratis, Bisa Langsung Diunggah ke Medsos

15 Link Twibbon Hari Pendidikan Nasional 2026 Gratis, Bisa Langsung Diunggah ke Medsos

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 19:20 WIB

5 Zodiak yang Sering Disebut 'Red Flag Berjalan', dari yang Manipulatif hingga Egois

5 Zodiak yang Sering Disebut 'Red Flag Berjalan', dari yang Manipulatif hingga Egois

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 18:44 WIB

BB Cream untuk Apa? Ini 5 Pilihan SPF Tinggi Biar Makeup Rapi dan Kulit Terlindungi

BB Cream untuk Apa? Ini 5 Pilihan SPF Tinggi Biar Makeup Rapi dan Kulit Terlindungi

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 18:10 WIB

Pameran Vivienne Westwood & Jewellery 2026 Debut di Makau, Hadirkan Arsip Ikonis dan Sentuhan Punk

Pameran Vivienne Westwood & Jewellery 2026 Debut di Makau, Hadirkan Arsip Ikonis dan Sentuhan Punk

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 18:06 WIB

4 Perbedaan Utama El Nino dengan Musim Kemarau, Tak Sekadar Lebih Panas

4 Perbedaan Utama El Nino dengan Musim Kemarau, Tak Sekadar Lebih Panas

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 17:36 WIB

Serum Penumbuh Rambut yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Produk yang Bisa Dipakai

Serum Penumbuh Rambut yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Produk yang Bisa Dipakai

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 17:34 WIB

Cleansing Oil Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Terjangkau

Cleansing Oil Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Terjangkau

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 16:40 WIB

Zahwa Massaid Kerja Apa? Kakak Aaliyah Massaid Punya Karier Mentereng di AS

Zahwa Massaid Kerja Apa? Kakak Aaliyah Massaid Punya Karier Mentereng di AS

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 16:38 WIB

Chef Expo 2026 Digelar di NICE PIK 2, Sajikan Kompetisi hingga Demo Masak Chef Ternama

Chef Expo 2026 Digelar di NICE PIK 2, Sajikan Kompetisi hingga Demo Masak Chef Ternama

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 16:30 WIB