Prabowo Sindir Orang Pintar Jadi Pengkritik, Rocky Gerung: Berarti Pemerintah Kumpulan Orang Bodoh?

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Rabu, 17 Desember 2025 | 12:12 WIB
Prabowo Sindir Orang Pintar Jadi Pengkritik, Rocky Gerung: Berarti Pemerintah Kumpulan Orang Bodoh?
Rocky Gerung. (Youtube Mahfud MD Official)
  • Rocky Gerung mengkritik pernyataan Prabowo tentang orang pintar yang hanya bisa mengkritik, menyiratkan adanya kebodohan dalam pemerintahan.
  • Rocky menyoroti data ketidakpercayaan 46-47 persen publik terhadap harapan ekonomi dan politik di tengah tingginya kepercayaan pada Presiden.
  • Menurutnya kepercayaan publik yang tinggi terhadap Presiden berbanding terbalik dengan lembaga demokrasi.

Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai "orang pintar".

Melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official, akademisi tersebut menyoroti logika di balik pernyataan Presiden yang menyindir orang pintar hanya bisa berkomentar dan mengkritik.

Rocky merespons pernyataan Prabowo yang sebelumnya menyebut banyak orang pintar hanya bisa bicara dan menjadi pengkritik pemerintah.

Menurut Rocky, pernyataan tersebut memiliki implikasi logis yang justru menyerang balik pemerintah.

"Beliau kemarin mengatakan, ‘Banyak orang pinter tapi cuma bisa bicara, banyak orang pinter tapi jadi pengkritik pemerintah’, artinya dikumpulkan dalam pemerintah orang bodoh dong? Kan logikanya begitu," ujar Rocky dalam tayangan tersebut, dikutip pada Rabu (17/12/2025).

Rocky kemudian membedakan antara orang pintar yang memberi kritik dengan mereka yang hanya sekadar bicara tanpa substansi.

"Orang pinter ngomong itu untuk memberi kritik, tapi orang pinter yang ngomong doang mereka adalah buzzer, itu bedanya Pak Presiden," tegasnya.

Selain menyoroti komunikasi politik Presiden, Rocky juga memaparkan data statistik yang dinilainya mengkhawatirkan.

Ia menyebut bahwa sekitar 46-47 persen tidak percaya adanya harapan pada sektor ekonomi maupun politik.

Menurutnya, ketidakpastian negara saat ini adalah hal yang nyata, baik secara data maupun emosional.

"Tidak ada lagi orang mimpinya itu Indonesia bisa dihibur dengan bonus demografi, demokrasi, dan semua hal yang pernah dijanjikan oleh Presiden Prabowo," katanya.

Rocky juga menyinggung kegelisahan generasi muda terkait prospek persaingan di tahun 2029.

Ia menilai, anak muda merasa arah politik 2029 sudah ditentukan oleh "Dinasti Solo" dan Presiden Prabowo dianggap enggan mengoreksi hal tersebut.

Dalam analisisnya, Rocky menyoroti sebuah kontradiksi besar dalam demokrasi Indonesia saat ini.

Ia mengakui bahwa Presiden Prabowo memiliki tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi, bahkan mungkin mencapai 80 persen.

Namun, ia memperingatkan bahwa angka tersebut berbanding terbalik dengan kepercayaan publik terhadap lembaga demokrasi.

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah Menteri dan anggota Kabinet Merah Putih. (Instagram/@sekretariat.kabinet)
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah Menteri dan anggota Kabinet Merah Putih. (Instagram/@sekretariat.kabinet)

"Bahaya betul seorang pemimpin dielu-elukan di dalam nilai kuantitatif yang sebegitu besar, sementara demokrasi, lembaga-lembaga, public bodies itu tidak dipercaya. Artinya, ada kultus individu," jelas Rocky.

Ia menambahkan bahwa dalam demokrasi yang sehat, seorang Presiden tetap aman meski hanya dipercaya 20 persennya asalkan sistem demokrasinya dipercaya.

"Tapi ini kebalik, Presiden dipercaya 80%, demokrasi tidak dipercaya. Kontradiksi itu yang ingin kita ucapkan bahwa ada kepura-puraan opini publik," lanjutnya.

Rocky juga menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan didasarkan pada argumen akademis dan kecintaan pada negeri.

Tujuannya hanyalah satu memanggil kembali akal sehat ke dalam republik.

"Jadi kalau kritik dari kami dimaksudkan untuk memanggil kembali akal sehat ke dalam republik ini, hanya itu yang kita inginkan," pungkasnya.

Reporter: Safelia Putri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ultimatum Keras Prabowo: Pejabat Tak Setia ke Rakyat Silakan Berhenti, Kita Copot!

Ultimatum Keras Prabowo: Pejabat Tak Setia ke Rakyat Silakan Berhenti, Kita Copot!

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 20:57 WIB

Jurus Prabowo Setop Wisata Bencana: Siapa Pejabat yang Disentil dan Mengapa Ini Terjadi?

Jurus Prabowo Setop Wisata Bencana: Siapa Pejabat yang Disentil dan Mengapa Ini Terjadi?

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 20:09 WIB

Di Hadapan Kepala Daerah, Prabowo Ingin Kelapa Sawit Jamah Tanah Papua, Apa Alasannya?

Di Hadapan Kepala Daerah, Prabowo Ingin Kelapa Sawit Jamah Tanah Papua, Apa Alasannya?

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 19:16 WIB

Jenguk Siswa dan Guru Korban Insiden Mobil SPPG, Prabowo: Cepat Sembuh Ya

Jenguk Siswa dan Guru Korban Insiden Mobil SPPG, Prabowo: Cepat Sembuh Ya

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 18:43 WIB

Terkini

Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas

Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:13 WIB

Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN

Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:02 WIB

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:48 WIB

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:42 WIB

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:41 WIB

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:33 WIB

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:23 WIB

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:15 WIB

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:49 WIB