Beban Prabowo Menurut Rocky Gerung: Isu Fufufafa Hantui Publik, Audit Ekologi Nasional Mendesak

Bangun Santoso

Selasa, 23 Desember 2025 | 14:00 WIB
Beban Prabowo Menurut Rocky Gerung: Isu Fufufafa Hantui Publik, Audit Ekologi Nasional Mendesak
Rocky Gerung. (Youtube Mahfud MD Official)
baca 10 detik
  • Rocky Gerung menuntut audit ekologi nasional untuk mengungkap akar masalah kerusakan lingkungan sistemik yang melanda Indonesia.
  • Legitimasi Presiden Prabowo terbayangi isu kontroversial seperti "fufufafa" dan dugaan ijazah palsu Wakil Presiden Gibran.
  • Penanganan tumpukan masalah, termasuk bencana dan isu politik, membutuhkan transparansi dan sinyal kepemimpinan kuat dari presiden.

Suara.com - Rocky Gerung menyebut isu 'fufufafa' dan ijazah palsu terus membebani publik di tengah tumpukan masalah ekonomi dan reformasi

Pengamat politik Rocky Gerung melontarkan kritik tajam yang menyoroti tantangan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto di tengah bencana ekologis masif yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Menurut Rocky Gerung solusi parsial tidak lagi cukup, dan publik kini menuntut langkah fundamental berupa audit ekologi nasional untuk membongkar akar masalah kerusakan lingkungan.

Di saat yang sama, Rocky menilai legitimasi Presiden Prabowo terus dibayangi oleh isu-isu kontroversial warisan pilpres yang belum tuntas di benak publik, salah satunya fenomena "fufufafa".

Rocky menegaskan bahwa bencana alam yang terjadi bukan sekadar peristiwa musiman, melainkan puncak dari kerusakan sistemik yang membutuhkan pertanggungjawaban menyeluruh.

Analisis lokal, menurutnya, tidak akan pernah cukup untuk mengungkap skala masalah yang sebenarnya.

“Tentu itu mesti dianalisis dan analisis lokal ya hanya menghasilkan kesimpulan lokal. Itu sebabnya netizen menuntut atau masyarakat umum menuntut adanya audit nasional tentang kerusakan ekologi itu kan, itu artinya mesti semua pihak diperiksakan,” tegas Rocky melalui kanal YouTube-nya, Selasa (23/12/2025).

Ia mendesak pemerintah untuk bersikap transparan dan tidak defensif dalam menghadapi tuntutan ini.

Audit nasional, kata Rocky, adalah momentum untuk membuka siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan, memanipulasi regulasi, hingga mengambil keuntungan dari industri ekstraktif yang merusak.

baca juga

“Jadi enggak perlu baper sebetulnya kalau ada tuntutan untuk mengevaluasi banjir itu dari perspektif bencana nasional. Karena di di situ ada kejujuran dibuka seluas-luasnya. Siapa yang bertanggung jawab secara ekologi, siapa yang memanipulasi regulasi, siapa yang mengambil keuntungan dari ekstraktif indasi di Sumatera,” urainya.

Menurut Rocky, penanganan bencana ini menjadi pertaruhan reputasi dan legitimasi bagi Presiden Prabowo. Kegagalan dalam menyelesaikannya secara tuntas akan membuat kepercayaan publik merosot tajam tahun depan.

“Jadi saya anggap bahwa Presiden Prabowo sangat serius tentu karena ini adalah reputasi dia. Kalau dia gagal sebagai pemimpin untuk menyelesaikan bencana itu artinya mulai tahun depan itu legitimasinya akan turun,” jelasnya.

Namun, di tengah urgensi penanganan bencana dan masalah ekonomi, Rocky mengingatkan bahwa ada beban politik lain yang terus menggantung dan menjadi sorotan masyarakat sipil.

“Tetapi sekali lagi ada dua hal yang tetap menggantung di benak emak-emak, benak anak-anak muda, benak BEM. Kok ada dua soal yang jangan sampai hilang dari agenda setelah mitigasi bencana misalnya teratasi, setelah ekonomi bisa di negosiasikan untuk mencapai 6%,” lanjutnya.

Isu sensitif tersebut, menurut Rocky, berkaitan erat dengan kontroversi yang melibatkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Dua hal yang membebani publik bukan bukan sekedar membebani presiden, membebani publik terutama yaitu isu fufu fafa dan isu ijazah palsu. Dan sekarang ijazah palsu itu juga sudah mengarah pada wakil presiden Mas Gibran,” tegas Rocky.

Bagi Rocky, tumpukan masalah ini—mulai dari ekonomi, bencana, reformasi Polri, hingga isu kontroversial Gibran—memerlukan sinyal kepemimpinan yang kuat dan otentik dari Prabowo untuk memulihkan kepercayaan publik.

“Ya, tentu saja tumpukan problem di akhir tahun ini soal kesulitan ekonomi, soal bencana, soal reformasi polri itu akan jadi beban baru kalau tidak diberi sinyal oleh Presiden buat dia bisa menyelesaikan soal-soal itu dan memungkinkan orang percaya balik pada Presiden Prabowo,” ujarnya.

Ia juga mengkritik wacana Presiden Prabowo akan berkantor di Aceh untuk menunjukkan keseriusan. Menurutnya, hal tersebut tidak efektif dan yang lebih dibutuhkan adalah penguasaan masalah secara komprehensif dari ibu kota.

“Dan kepada beliau tentu kita ingin pesankan bukan berkantor yang penting, tetapi seseorang yang incharge itu bisa menguasai semua masalah sehingga kasak kusuk, kirim-mengirim berita buruk itu bisa dikendalikan,” kata Rocky.

Rocky menilai performa para menteri saat ini masih kacau dalam merepresentasikan suara presiden, sehingga dibutuhkan figur pelaksana yang benar-benar dipercaya publik.

Pada akhirnya, ia menekankan bahwa transparansi dan sistem kenegaraan yang bersih adalah kunci untuk mendapatkan kembali kepercayaan, tidak hanya dari masyarakat domestik tetapi juga dari dunia internasional dan investor.

“Semua itu yang dituntut atau ditunggu oleh masyarakat sipil juga ditunggu oleh investor asing supaya ada ada kepastian bahwa Indonesia itu mampu untuk memperlihatkan sebuah sistem kenegaraan yang bersih, teratur, dan tidak manipulatif,” pungkasnya. (Safelia Putri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?

Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 13:23 WIB

Gatot Nurmantyo: Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Luar, tapi Pembusukan dari Dalam

Gatot Nurmantyo: Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Luar, tapi Pembusukan dari Dalam

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 10:32 WIB

Soroti Kunjungan Presiden, Dewi Perssik Bandingkan Banjir Aceh dan Jember: Masih Mending

Soroti Kunjungan Presiden, Dewi Perssik Bandingkan Banjir Aceh dan Jember: Masih Mending

Entertainment | Selasa, 23 Desember 2025 | 06:00 WIB

Pastikan Keamanan Jalur Mudik Nataru, Kapolri: Tol Dipantau 24 Jam, Rekayasa Lalin Disiapkan

Pastikan Keamanan Jalur Mudik Nataru, Kapolri: Tol Dipantau 24 Jam, Rekayasa Lalin Disiapkan

News | Senin, 22 Desember 2025 | 18:33 WIB

Program MBG Habiskan Anggaran Rp 52,9 Triliun, Baru Terserap 74,6% per Desember 2025

Program MBG Habiskan Anggaran Rp 52,9 Triliun, Baru Terserap 74,6% per Desember 2025

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 15:50 WIB

Pilih Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo, PKS Belum Tentukan Sikap Soal Pilkada via DPRD

Pilih Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo, PKS Belum Tentukan Sikap Soal Pilkada via DPRD

News | Senin, 22 Desember 2025 | 14:58 WIB

Sentil Pejabat yang 'Flexing', Rocky Gerung Sebut Prabowo Perlu Sosok Jujur untuk Kendalikan Bencana

Sentil Pejabat yang 'Flexing', Rocky Gerung Sebut Prabowo Perlu Sosok Jujur untuk Kendalikan Bencana

News | Senin, 22 Desember 2025 | 13:54 WIB

Terkini

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

×