Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 23 Desember 2025 | 13:23 WIB
Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?
Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump di KTT Perdamaian (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
  • Presiden Indonesia dan AS dijadwalkan menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff (ART) akhir Januari 2026.
  • Kesepakatan ini mengurangi tarif umum ekspor Indonesia ke Amerika Serikat dari 32% menjadi 19%.
  • Indonesia memperoleh pembebasan tarif khusus untuk komoditas strategis seperti CPO, kopi, dan kakao.

Suara.com - Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memasuki babak baru yang penuh optimisme.

Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan segera bertemu dengan Presiden AS Donald Trump untuk menandatangani dokumen kesepakatan dagang strategis yang dikenal sebagai Agreement on Reciprocal Tariff (ART).

Pertemuan tingkat tinggi ini merupakan puncak dari negosiasi panjang yang sempat dikabarkan menemui jalan buntu.

Langkah ini dipandang sebagai upaya krusial Indonesia dalam mengamankan posisi perdagangan nasional di pasar global, khususnya di bawah kebijakan ekonomi proteksionis yang kerap diusung pemerintah Negeri Paman Sam.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa percepatan kesepakatan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo.

Tim negosiasi Indonesia baru saja menyelesaikan pertemuan intensif dengan perwakilan United States Trade Representative (USTR) di Washington DC guna merampungkan poin-poin krusial dalam dokumen ART.

Dalam keterangannya pada Selasa (23/12/2025), Airlangga menegaskan bahwa isu-isu pokok maupun kendala teknis yang sebelumnya menghambat proses perundingan kini telah berhasil diselesaikan.

"Pertemuan berjalan dengan baik, isu-isu utama dan isu teknis dibicarakan dalam pertemuan kali ini," jelas Airlangga dalam konferensi pers daring.

Ia menambahkan bahwa kedua negara sepakat untuk tetap menjaga kepentingan nasional masing-masing tanpa mengorbankan prinsip keuntungan bersama.

Target Penandatanganan Akhir Januari 2026

Pasca tercapainya kesepakatan substansial, tahapan berikutnya adalah penyusunan draf hukum (legal drafting) dan pembersihan dokumen (clean up). Tim teknis dari kedua negara dijadwalkan bertemu kembali pada pekan kedua Januari 2026 untuk finalisasi naskah perjanjian.

Proses teknis ini ditargetkan rampung dalam satu minggu, sehingga dokumen ART siap ditandatangani secara resmi sebelum akhir Januari 2026.

"Rencananya, penandatanganan akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump. Saat ini, pihak Amerika Serikat sedang mengatur jadwal pertemuan antara kedua pemimpin negara tersebut," lanjut Airlangga.

Perjanjian ART ini merupakan penguatan dari kesepakatan awal yang dicapai pada Juli 2025 lalu. Keberhasilan diplomasi ekonomi ini memberikan dampak nyata bagi struktur biaya ekspor Indonesia ke Amerika Serikat.

Berikut adalah beberapa poin krusial dari kesepakatan tersebut:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gatot Nurmantyo: Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Luar, tapi Pembusukan dari Dalam

Gatot Nurmantyo: Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Luar, tapi Pembusukan dari Dalam

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 10:32 WIB

Airlangga: Kesepakatan Tarif AS Hampir Rampung, PrabowoTrump Bakal Teken Perjanjian

Airlangga: Kesepakatan Tarif AS Hampir Rampung, PrabowoTrump Bakal Teken Perjanjian

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 10:07 WIB

Soroti Kunjungan Presiden, Dewi Perssik Bandingkan Banjir Aceh dan Jember: Masih Mending

Soroti Kunjungan Presiden, Dewi Perssik Bandingkan Banjir Aceh dan Jember: Masih Mending

Entertainment | Selasa, 23 Desember 2025 | 06:00 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB