Hampir Sebulan Pasca Banjir Bandang, Aceh Tamiang Masih Berkubang Lumpur dan Menahan Lapar

Dinda Rachmawati

Rabu, 24 Desember 2025 | 20:08 WIB
Hampir Sebulan Pasca Banjir Bandang, Aceh Tamiang Masih Berkubang Lumpur dan Menahan Lapar
Potret Suram Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Satu bulan pasca-banjir di Aceh Tamiang, warga seperti Tety Dian Hayati kesulitan memulihkan toko akibat lumpur tebal dan minimnya bantuan.
  • Kebutuhan mendesak warga meliputi pasokan air bersih dan listrik stabil, mendorong sebagian keluarga memilih mengungsi sementara.
  • Penurunan signifikan bantuan pangan rutin memaksa warga bertahan dengan keterbatasan, ditambah adanya beban iuran pembersihan di beberapa lokasi.

Suara.com - Hampir satu bulan berlalu sejak banjir bandang menerjang wilayah Sumatra, namun luka yang ditinggalkan masih terasa nyata di Aceh Tamiang. Lumpur belum sepenuhnya mengering, bantuan kian menipis, dan kehidupan warga masih jauh dari kata pulih.

Di Kuala Simpang, Tety Dian Hayati menjalani hari-hari yang berat bersama keluarganya. Dua toko perabot yang menjadi sumber penghidupan kini berubah menjadi ruang penuh lumpur cokelat pekat. 

Bersama warga lain, Tety terlibat dalam gotong royong membersihkan sisa banjir, mengangkat lumpur dengan alat seadanya, demi satu harapan sederhana, bisa kembali berdagang.

Lumpur menutupi lantai, dinding, bahkan perabot yang tersisa. Mesin air rusak, listrik tak stabil, dan air bersih masih menjadi barang langka.

"Kami keluarin barang-barang di toko dan kami di sini mau bersihin toko harus bayar orang. Nggak ada yang bantu, kita harus bayar jasa bersihin lumpur toko," jelasnya.

Air Bersih dan Listrik, Kebutuhan yang Mendesak

Di banyak titik pemukiman, genset dan mesin air menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa itu, warga kesulitan membersihkan rumah, apalagi memenuhi kebutuhan harian. 

Tandon air sangat dibutuhkan untuk menampung air bersih yang jumlahnya terbatas, karena hingga kini banyak warga masih kesulitan mendapatkan air layak pakai.

Tak sedikit keluarga yang akhirnya memilih mengungsi. Tety dan keluarganya kini tinggal sementara di Desa Paya Bedi.

baca juga

Setiap pagi, ia harus menempuh jarak sekitar 4 kilometer dengan berjalan kaki menuju tokonya di Kuala Simpang. Pulang-pergi mereka lakukan demi menjaga sisa usaha yang masih bisa diselamatkan.

Pemandangan memilukan terjadi di depan toko. Anak-anak berebut nasi bantuan, bukan karena lapar sesaat, tapi karena pasokan makanan tak lagi rutin. 

Jika di awal bencana bantuan berupa beras, air mineral, mi instan, dan roti masih mengalir, kini kata Tety kondisinya berbeda.

“Sudah tiga hari ini hampir tak ada yang bagi beras atau air,” kata Tety. 

Potret Suram Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang (Dok. Istimewa)
Potret Suram Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang (Dok. Istimewa)

Bantuan yang datang lebih banyak berupa nasi kotak, itupun dari mobil-mobil pribadi dan para relawan yang melintas. Di pengungsian yang letaknya di desa, bantuan mulai jarang. 

"Sedih banget liat kondisi orang-orang disini. Memang udah kayak di Gaza. Liat anak-anak di pinggir jalan dengan penuh lumpur, nunggu bantuan makanan," ucapnya.

Beban Tambahan di Tengah Krisis

Di tengah kondisi sulit, muncul beban lain yang membuat warga tertekan. Di salah satu perumahan, warga disebut wajib membayar iuran hingga Rp2 juta per kepala keluarga untuk pembersihan lumpur. 

Uang tersebut digunakan untuk mereka menyewa alat berat dan truk pengangkut lumpur. Angka yang terasa berat, terutama bagi mereka yang kehilangan penghasilan akibat banjir.

Gotong royong memang berjalan, namun tanpa dukungan alat berat dan bantuan berkelanjutan, pembersihan lumpur diperkirakan bisa memakan waktu.

Aceh Tamiang hari ini bukan hanya tentang rumah yang terendam, tetapi tentang ketahanan warga yang diuji setiap hari.

Tentang orang tua yang tetap berjalan jauh demi usaha, anak-anak yang harus berbagi satu kotak nasi, dan masyarakat yang saling membantu di tengah keterbatasan.

Hampir sebulan berlalu, namun bencana belum benar-benar pergi. Air bersih, listrik, alat pembersih, dan bantuan pangan masih menjadi kebutuhan utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fokus Kebutuhan Dasar, Bantuan Kemanusiaan Disalurkan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang dan Sumut

Fokus Kebutuhan Dasar, Bantuan Kemanusiaan Disalurkan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang dan Sumut

Lifestyle | Rabu, 24 Desember 2025 | 10:49 WIB

Mendagri dan Menko PMK Bahas Kebutuhan Masyarakat Aceh Tamiang dan Aceh Timur Pascabencana

Mendagri dan Menko PMK Bahas Kebutuhan Masyarakat Aceh Tamiang dan Aceh Timur Pascabencana

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 09:41 WIB

Tembus Jalur Udara, Bantuan 3 Ton Sudah Tiba di Takengon

Tembus Jalur Udara, Bantuan 3 Ton Sudah Tiba di Takengon

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 14:38 WIB

Terkini

Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?

Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:24 WIB

Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU

Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:15 WIB

111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur

111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:13 WIB

Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia

Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×