Sama-sama 'Somali' Beda Nasib: Di Mana Letak Somaliland dan Apa Bedanya dengan Somalia?

Bangun Santoso | Suara.com

Sabtu, 27 Desember 2025 | 12:55 WIB
Sama-sama 'Somali' Beda Nasib: Di Mana Letak Somaliland dan Apa Bedanya dengan Somalia?
Ilustrasi peta Somalia dan Somaliland. (Ist)
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu resmi mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat, menjadikannya negara pertama yang melakukan pengakuan.
  • Somaliland merupakan wilayah Tanduk Afrika yang dulunya protektorat Inggris, memisahkan diri dari Somalia pada tahun 1991.
  • Pengakuan Israel memicu kecaman keras dari Liga Arab dan GCC, yang menganggapnya melanggar hukum internasional dan kedaulatan Somalia.

Suara.com - Sebuah keputusan mengejutkan datang dari Timur Tengah. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat.

Langkah ini menjadikan Israel sebagai negara pertama di dunia yang memberikan pengakuan sejak Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991.

Netanyahu mengatakan, pihaknya telah menandatangani deklarasi bersama yang menetapkan hubungan diplomatik penuh dengan Somaliland.

Keputusan ini sontak membuat nama Somaliland menjadi sorotan dunia dan memicu pertanyaan mendasar, di mana sebenarnya letak Somaliland dan apa yang membuatnya berbeda dari Somalia yang lebih sering kita dengar?

Di Mana Sebenarnya Letak Somaliland?

Secara geografis, Somaliland adalah sebuah negara yang tidak diakui yang berada di kawasan Tanduk Afrika. Wilayahnya menguasai bagian barat laut dari negara Somalia, yang dulunya merupakan wilayah Protektorat Inggris.

Mengutip laman BBC, wilayah semi gurun ini memiliki posisi strategis dengan garis pantai sepanjang ratusan mil di tepi Teluk Aden.

Somaliland berbatasan langsung dengan Ethiopia di selatan dan barat, serta Djibouti di barat laut.

Dengan luas wilayah mencapai 177.000 kilometer persegi dan populasi sekitar 5,7 juta jiwa, Somaliland menjadikan Hargeisa sebagai ibu kotanya.

Meski secara de facto merdeka, wilayah timurnya masih menjadi sengketa dengan faksi-faksi yang tidak mendukung pemisahan diri.

Uniknya, walau terisolasi dari panggung dunia, Somaliland memiliki sistem politik yang berfungsi, lembaga pemerintahan, kepolisian, bahkan mata uang sendiri.

Saat ini, Somaliland dipimpin oleh Presiden Abdirahman Mohamed Abdullahi, atau yang dikenal sebagai Abdirahman Cirro.

Apa Beda Mendasar Somaliland dengan Somalia?

Perbedaan antara Somaliland dan Somalia berakar dari sejarah kolonialisme dan konflik berdarah yang mengikutinya. Keduanya adalah dua entitas yang pernah bersatu namun kini menempuh jalan yang sangat berbeda.

Somaliland merupakan protektorat Inggris hingga tahun 1960. Sementara itu, wilayah Somalia saat ini adalah bekas jajahan Italia.

Keduanya memutuskan untuk bersatu pada tahun 1960 untuk membentuk Republik Somalia. Namun, penyatuan ini sejak awal sudah penuh masalah.

Dikutip dari Council on Foreign Relations, banyak penduduk Somaliland yang menolak sentralisasi kekuasaan yang berpusat di Mogadishu, ibu kota Somalia di selatan.

Ketidakpuasan ini memuncak pada tahun 1980-an dengan munculnya kelompok pemberontak, Gerakan Nasional Somalia (SNM), yang menentang rezim militer Presiden Siad Barre.

Pada Januari 1991, SNM dan kelompok pemberontak lainnya menggulingkan Barre, yang pasukannya telah membunuh puluhan ribu warga Somaliland dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur wilayah tersebut.

Setelah Barre tumbang, SNM menolak mengakui pemerintahan sementara di Mogadishu. Pada Mei 1991, mereka mendeklarasikan kemerdekaan Somaliland.

Butuh waktu satu dekade bagi mereka untuk merumuskan konstitusi baru, yang akhirnya disetujui melalui referendum pada tahun 2001, menandai transisi menuju demokrasi multipartai.

Meski prosesnya berjalan damai, tak ada satu pun negara di dunia yang mengakuinya hingga langkah Israel baru-baru ini. Kondisi di Somaliland pun sering disebut bak langit dan bumi jika dibandingkan dengan Somalia yang terus dilanda kekacauan, perang saudara, dan terorisme selama puluhan tahun.

Ekonomi Terseok dan Reaksi Dunia

Tanpa pengakuan internasional, peluang perdagangan dan investasi luar negeri sangat terbatas, menghambat kemampuan pemerintah untuk melayani warganya.

Perekonomian Somaliland banyak bergantung pada kiriman uang dari warganya di luar negeri, dengan ekspor utama berupa ternak ke negara-negara Teluk.

PDB per kapitanya hanya sekitar 1.500 dollar AS, salah satu yang terendah di dunia, meskipun masih hampir tiga kali lipat lebih tinggi daripada Somalia.

Negara Arab Murka

Langkah Israel mengakui Somaliland langsung menuai kecaman keras. Liga Arab dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pada Jumat (26/12), kompak mengecamnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan Somalia.

Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, menyebutnya sebagai "pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan pelanggaran mencolok terhadap prinsip persatuan dan kedaulatan negara."

"Setiap upaya untuk memaksakan pengakuan sepihak merupakan campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan internal Somalia dan menetapkan preseden berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas regional dan internasional," dia memperingatkan.

Senada dengan itu, GCC juga menolak pengakuan tersebut. "Pengakuan ini merupakan preseden berbahaya yang akan merusak fondasi stabilitas di kawasan Tanduk Afrika dan membuka pintu bagi ketegangan dan konflik lebih lanjut," kata Sekretaris Jenderal GCC Jasem Albudaiwi dalam sebuah pernyataan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mohamed Salah Gendong 10 Pemain Mesir ke Babak Knockout Piala Afrika 2025

Mohamed Salah Gendong 10 Pemain Mesir ke Babak Knockout Piala Afrika 2025

Bola | Sabtu, 27 Desember 2025 | 10:11 WIB

Luca Zidane Unjuk Gigi di Piala Afrika, Bayang-bayang Zinedine Zidane Mulai Pudar?

Luca Zidane Unjuk Gigi di Piala Afrika, Bayang-bayang Zinedine Zidane Mulai Pudar?

Bola | Kamis, 25 Desember 2025 | 17:35 WIB

Hadir di Stadion, Zinedine Zidane Saksikan Anaknya Tampil di Piala Afrika 2025

Hadir di Stadion, Zinedine Zidane Saksikan Anaknya Tampil di Piala Afrika 2025

Bola | Kamis, 25 Desember 2025 | 14:46 WIB

Heboh Kontroversi di Piala Afrika 2025, Wasit Kebingungan Apalagi Pemain

Heboh Kontroversi di Piala Afrika 2025, Wasit Kebingungan Apalagi Pemain

Bola | Kamis, 25 Desember 2025 | 13:52 WIB

Merasa Antusias, Bryan Mbeumo Tak Sabar Jalani Debut di Piala Afrika 2025

Merasa Antusias, Bryan Mbeumo Tak Sabar Jalani Debut di Piala Afrika 2025

Bola | Rabu, 24 Desember 2025 | 15:20 WIB

Bintang Persita Tangerang Mentas di Piala Afrika 2025, Hadapi Eks Man City

Bintang Persita Tangerang Mentas di Piala Afrika 2025, Hadapi Eks Man City

Bola | Selasa, 23 Desember 2025 | 17:00 WIB

Kata Ruben Amorim Usai Man United Terpaksa Ditinggal 3 Pemain Kunci ke Piala Afrika

Kata Ruben Amorim Usai Man United Terpaksa Ditinggal 3 Pemain Kunci ke Piala Afrika

Bola | Selasa, 16 Desember 2025 | 16:44 WIB

Terkini

Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri

Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri

News | Senin, 06 April 2026 | 11:00 WIB

Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!

Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!

News | Senin, 06 April 2026 | 10:59 WIB

Menag Minta Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun, Ribuan Madrasah Akan Direvitalisasi

Menag Minta Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun, Ribuan Madrasah Akan Direvitalisasi

News | Senin, 06 April 2026 | 10:50 WIB

Viral! 17 Tahun Bekerja Berujung Dipecat Gegara Gagalkan Pencurian Coklat Paskah

Viral! 17 Tahun Bekerja Berujung Dipecat Gegara Gagalkan Pencurian Coklat Paskah

News | Senin, 06 April 2026 | 10:50 WIB

Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin  Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz

Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz

News | Senin, 06 April 2026 | 10:41 WIB

SBY Ingat Kirim AHY dan 2 Prajurit Muda ke Lebanon, Kini Jadi Menteri-menteri Prabowo

SBY Ingat Kirim AHY dan 2 Prajurit Muda ke Lebanon, Kini Jadi Menteri-menteri Prabowo

News | Senin, 06 April 2026 | 10:36 WIB

Aduan Warga di JAKI Berbalas Laporan Palsu AI, Pramono: Lebih Baik Belum Selesai Daripada Bohong

Aduan Warga di JAKI Berbalas Laporan Palsu AI, Pramono: Lebih Baik Belum Selesai Daripada Bohong

News | Senin, 06 April 2026 | 10:36 WIB

Perang Dunia di Depan Mata, China Turun Gunung Tekan Amerika - Israel soal Selat Hormuz

Perang Dunia di Depan Mata, China Turun Gunung Tekan Amerika - Israel soal Selat Hormuz

News | Senin, 06 April 2026 | 10:19 WIB

Harga BBM Terancam Melejit, Komisi V DPR Desak Pemerintah Stop WFH dan Revolusi Transportasi Publik!

Harga BBM Terancam Melejit, Komisi V DPR Desak Pemerintah Stop WFH dan Revolusi Transportasi Publik!

News | Senin, 06 April 2026 | 10:18 WIB

Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin

Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin

News | Senin, 06 April 2026 | 10:08 WIB