Pilunya Bupati Aceh Utara: Warga Kami Hanyut tapi Tidak Viral

Bella | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 30 Desember 2025 | 13:18 WIB
Pilunya Bupati Aceh Utara: Warga Kami Hanyut tapi Tidak Viral
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menyampaikan laporannya di hadapan pimpinan DPR RI dan para Menteri saat Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI di Aceh, Selasa (30/12/2025). (Suara.com/TVP Parlemen)
  • Bupati Aceh Utara pada rapat DPR RI di Aceh (30/12/2025) menyoroti dampak bencana yang hancurkan 25 dari 27 kecamatan.
  • Ismail A. Jalil merasa Aceh Utara terlantar sebab bencana tidak viral akibat kegagalan total jaringan komunikasi pusat.
  • Bencana tersebut menewaskan 213 jiwa dan menghilangkan 433.000 jiwa, dengan kerusakan infrastruktur yang dinilai lebih parah dari tsunami.

Suara.com - Suasana Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI di Aceh, Selasa (30/12/2025), mendadak emosional saat Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil menyampaikan laporannya.

Di hadapan pimpinan DPR RI dan para menteri, ia meluapkan kekecewaannya karena wilayah Aceh Utara seolah terlupakan oleh pemerintah pusat di tengah skala bencana yang menurutnya lebih dahsyat dari tsunami.

Ismail awalnya menyampaikan bahwa dari 27 kecamatan di Aceh Utara, sebanyak 25 kecamatan atau 81 persen wilayahnya hancur terdampak banjir. Data mencatat sebanyak 124.000 KK atau 433.000 jiwa terdampak, dengan korban jiwa mencapai 213 orang meninggal dunia dan enam orang masih hilang.

Namun, di tengah penderitaan tersebut, Ismail merasa daerahnya tidak mendapat perhatian yang sama dengan wilayah lain yang dikunjungi oleh Presiden Prabowo Subianto maupun Wakil Presiden.

"Mungkin tadi sudah disampaikan, maaf, Bupati Tamiang dan Bupati Pidie Jaya. Mungkin di Aceh Utara selama ini, Pak Presiden selalu ke Tamiang dan ke Takengon, Aceh Tengah, dan juga hadir di Pidie Jaya, termasuk Pak Wakil Presiden," ujar Ismail dengan nada getir.

Ia menilai kurangnya perhatian pemerintah pusat disebabkan lumpuhnya jaringan komunikasi di Aceh Utara saat bencana terjadi, sehingga tragedi kemanusiaan di wilayah tersebut tidak menjadi viral di media sosial.

"Tapi di Aceh Utara kayaknya, kayak mana saya rasa, apa enggak tahu ada banjir? Karena gini masalah, di Aceh Utara 27 kecamatan yang terdampak 25 kecamatan. Kami sinyal tidak ada, Telkom mati, makanya tidak viral. Mungkin viralnya di Bireuen karena putus jembatan. Mungkin viralnya di Tamiang karena kota," tegasnya.

Ia menceritakan betapa memilukannya kondisi di lapangan saat itu. Tanpa sinyal dan listrik, warga hanya bisa pasrah melihat rumah, sarana ibadah, bahkan nyawa manusia hanyut terbawa arus.

Ia bahkan mengaku sempat menangis memohon bantuan pesawat untuk mengirim logistik ke kawasan terisolir seperti Serah Raja dan Dusun Selemah.

"Kami hanya bisa melihat di atap-atap menasah. Tapi kami tidak bisa memviralkan. Maka pejabat-pejabat dari pusat, mohon maaf. Saya pernah menangis-nangis minta pesawat untuk mengirim logistik kepada tempat-tempat yang terisolir," ungkapnya.

Kerusakan infrastruktur di Aceh Utara tergolong masif, dengan 3.506 rumah hilang total dan belasan ribu lainnya mengalami kerusakan berat. Luapan air menciptakan muara-muara baru yang menyapu bersih perkampungan warga.

"Maka saya bilang bencana di Aceh Utara lebih daripada tsunami karena dari hulu sampai ke hilir. Rumah masyarakat semua hanyut. Kemudian juga di hilir, kampung-kampung semua dibuat muara-muara baru. Satu gampong itu lima muara baru, tujuh muara baru, semua rumah tidak ada lagi," tuturnya.

Lebih lanjut, ia kembali menekankan harapannya agar pemerintah pusat tidak lagi memandang sebelah mata musibah di Aceh Utara hanya karena keterbatasan informasi di lapangan.

"Tapi pusat kayaknya tutup mata, akibat kami tidak ada sinyal HP dan mati lampu, makanya tidak viral. Mungkin itu alasan tidak hadir. Terima kasih," pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad langsung merespons singkat, "Lagi kita undang," mengisyaratkan adanya koordinasi lebih lanjut untuk kehadiran pihak pusat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Wilayah Paling Terdampak, Bantuan Akhirnya Tembus Dusun Pantai Tinjau Aceh Tamiang

Jadi Wilayah Paling Terdampak, Bantuan Akhirnya Tembus Dusun Pantai Tinjau Aceh Tamiang

News | Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:16 WIB

Amnesty International Kutuk Keras Represi Aparat ke Relawan Bantuan Aceh: Arogansi Kekuasaan

Amnesty International Kutuk Keras Represi Aparat ke Relawan Bantuan Aceh: Arogansi Kekuasaan

News | Jum'at, 26 Desember 2025 | 19:44 WIB

Air Lumpur pun Diminum, Toilet Terakhir di Gampong Kubu Usai Banjir Aceh

Air Lumpur pun Diminum, Toilet Terakhir di Gampong Kubu Usai Banjir Aceh

Liks | Jum'at, 26 Desember 2025 | 16:46 WIB

Natal di Serambi Mekkah, Kala Cahaya Solidaritas Lebih Terang dari Gemerlap Lampu

Natal di Serambi Mekkah, Kala Cahaya Solidaritas Lebih Terang dari Gemerlap Lampu

News | Jum'at, 26 Desember 2025 | 13:19 WIB

Wagub Aceh ke Pemerintah Pusat, Bantuan Rumah Rusak Berat Minta Naik Jadi Rp 98 Juta

Wagub Aceh ke Pemerintah Pusat, Bantuan Rumah Rusak Berat Minta Naik Jadi Rp 98 Juta

News | Kamis, 25 Desember 2025 | 19:35 WIB

PKB soal Bencana Sumatra: Saling Tuding Cuma Bikin Lemah, Kita Kembali ke Khitah Gotong Royong

PKB soal Bencana Sumatra: Saling Tuding Cuma Bikin Lemah, Kita Kembali ke Khitah Gotong Royong

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 17:22 WIB

Beras Seharga Nyawa, Warga Pedalaman Aceh Jalan Kaki Sehari Semalam untuk Makan

Beras Seharga Nyawa, Warga Pedalaman Aceh Jalan Kaki Sehari Semalam untuk Makan

Liks | Selasa, 23 Desember 2025 | 14:07 WIB

BNI Salurkan Bantuan Pendidikan dan Trauma Healing bagi Anak-Anak Terdampak Bencana di Aceh

BNI Salurkan Bantuan Pendidikan dan Trauma Healing bagi Anak-Anak Terdampak Bencana di Aceh

News | Senin, 22 Desember 2025 | 22:30 WIB

Soroti Kunjungan Presiden, Dewi Perssik Bandingkan Banjir Aceh dan Jember: Masih Mending

Soroti Kunjungan Presiden, Dewi Perssik Bandingkan Banjir Aceh dan Jember: Masih Mending

Entertainment | Selasa, 23 Desember 2025 | 06:00 WIB

Debut Jadi Sutradara, Iko Uwais Sumbangkan Hasil Penjualan Tiket Film Timur untuk Korban Bencana

Debut Jadi Sutradara, Iko Uwais Sumbangkan Hasil Penjualan Tiket Film Timur untuk Korban Bencana

Entertainment | Senin, 22 Desember 2025 | 22:00 WIB

Terkini

Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel

Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:10 WIB

Fakta Baru Kasus Andrie Yunus Terungkap di DPR, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI

Fakta Baru Kasus Andrie Yunus Terungkap di DPR, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:08 WIB

Istri Eks Komut Indofarma Mengadu ke DPR, Sebut Vonis 13 Tahun Penjara Tanpa Bukti Aliran Dana

Istri Eks Komut Indofarma Mengadu ke DPR, Sebut Vonis 13 Tahun Penjara Tanpa Bukti Aliran Dana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:04 WIB

MenpanRB: Isu Utama WFH ASN Adalah Digitalisasi, Bukan Sekadar Efisiensi

MenpanRB: Isu Utama WFH ASN Adalah Digitalisasi, Bukan Sekadar Efisiensi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:00 WIB

Detik-detik Gugurnya Praka Farizal di Lebanon, Terkena Serangan Mortir saat Salat Isya

Detik-detik Gugurnya Praka Farizal di Lebanon, Terkena Serangan Mortir saat Salat Isya

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:51 WIB

Prabowo Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Prabowo Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:45 WIB

Kawal Program Prioritas Nasional, Wamendagri: IPDN Konsisten Hasilkan Kader Pemerintahan Kompeten

Kawal Program Prioritas Nasional, Wamendagri: IPDN Konsisten Hasilkan Kader Pemerintahan Kompeten

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:44 WIB

Ratusan Elemen Sipil Teken Petisi, Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diadili di Militer!

Ratusan Elemen Sipil Teken Petisi, Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diadili di Militer!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:35 WIB

Minim Lahan dan Polusi Meningkat, Bisakah Atap Hijau Jadi Solusi Berbasis Alam?

Minim Lahan dan Polusi Meningkat, Bisakah Atap Hijau Jadi Solusi Berbasis Alam?

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:30 WIB

Danbrigif Siwah Ungkap Alur Pemulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Tanah Air

Danbrigif Siwah Ungkap Alur Pemulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Tanah Air

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:27 WIB