Menteri Berulah, Presiden Menanggung Beban? Syahganda Desak Prabowo Gunakan Strategi Sun Tzu

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 31 Desember 2025 | 12:30 WIB
Menteri Berulah, Presiden Menanggung Beban? Syahganda Desak Prabowo Gunakan Strategi Sun Tzu
Presiden Prabowo Subianto saat tinjau Posko Pengungsi di Agam. (Tangkap layar)
baca 10 detik
  • Syahganda Nainggolan menyatakan sentimen positif publik terhadap Presiden Prabowo turun drastis menjadi 30 persen.
  • Penurunan citra ini dianalisis dipicu oleh ideologi pragmatisme menteri titipan rezim sebelumnya dalam kabinet.
  • Presiden didorong menerapkan disiplin tegas ala Sun Tzu, menghindari menanggung kesalahan para menterinya.

Suara.com - Data mengejutkan disampaikan oleh Pendiri Great Institute, Syahganda Nainggolan, terkait tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto saat ini.

Berdasarkan analisis big data yang dimilikinya, sentimen positif terhadap Presiden saat ini merosot tajam hingga menyentuh angka 30 persen.

Angka ini berbanding terbalik dengan apresiasi publik terhadap Menteri Keuangan, Purbaya, dengan tingkat kepuasan mencapai 62 persen.

Syahganda menilai penurunan ini dipicu oleh keberadaan "orang-orang titipan" mantan Presiden Jokowi di dalam kabinet yang dinilai membawa ideologi pragmatisme dan membebani citra Presiden.

Dalam podcastnya bersama Bambang Widjojanto, dirinya menyoroti adanya jejak hegemoni yang sengaja diproduksi oleh rezim sebelumnya di dalam kabinet saat ini.

Ia menyebut sejumlah menteri yang dianggap sebagai bagian dari ideologi pragmatisme yang hanya memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan ekonomi segelintir pihak, atau yang ia istilahkan sebagai serakahnomics (ekonomi serakah).

"Ideologi dari menteri-menteri ini adalah ideologi pragmatisme. Dia ingin memanfaatkan kekuasaan untuk serakhnomics ," ujar Syahganda dalam kanal YouTube pribadi Bambang Widjojanto, Selasa (31/12/2025).

Syahganda Juga menyinggung kekayaan sejumlah tokoh yang dianggap tidak wajar bagi seorang aktivis atau pejabat, serta masih adanya ketergantungan personal beberapa menteri kepada Jokowi.

Salah satu yang disorot adalah aksi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, yang justru mengunjungi Jokowi di tengah situasi bencana nasional.

baca juga

"Pratikno tidak bunyi sama sekali (soal bencana) malah dia pergi ke Jokowi kemarin. Bukannya ngurusin bencana, malah pergi ke bencana yang lain," kritik Syahganda.

Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan di Podcast Keadilan TV. [YouTube]
Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan di Podcast Keadilan TV. [YouTube]

Dalam hal tersebut Syahganda menilai Presiden Prabowo saat ini berada di posisi sulit karena kerap menanggung beban kesalahan yang dilakukan oleh anak buahnya.

Hal ini, menurutnya, yang menyebabkan ekspektasi publik yang awalnya tinggi terhadap ketegasan Prabowo kini mulai tergerus.

Ia mencontohkan kasus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait pernyataannya mengenai kondisi listrik di Aceh yang dianggap melakukan kebohongan publik.

"Presiden selalu merasa bahwa dia yang bertanggung jawab atas semua hal, padahal kesalahan-kesalahan itu dilakukan oleh anak buahnya. Ketika Bahlil melakukan kebohongan publik soal listrik hidup di Aceh ketika orang menderita, itu tidak ada koreksi dari Presiden," tegasnya.

Syahganda kemudian mengingatkan Presiden Prabowo untuk menerapkan prinsip kepemimpinan strategis ala ahli strategi militer Tiongkok kuno, Sun Tzu, yakni menghukum satu orang untuk mendisiplinkan seribu orang.

Ia mendorong Presiden agar lebih berani mendisiplinkan menteri-menteri yang bermasalah alih-alih melindunginya.

"Di sinilah Presiden harus menunjukkan bahwa dia itu betul-betul superhero, bukan menanggung beban orang yang salah, dia harus melakukan satu pendisiplinan. Selama tidak melakukan pendisiplinan, maka (citra) dia akan terus tergerus," kata dia.

Ia menutup dengan peringatan agar Presiden segera mendengarkan suara rakyat yang mulai tidak puas.

"Tolong Pak Presiden, dengarkanlah suara rakyat itu benar. Jangan sampai Presiden berada di angka 30 persen sementara menterinya jauh di atas itu. Ini adalah masalah besar bagi wibawa kepemimpinan," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fahri Hamzah Sebut Pilkada Melalui DPRD Masih Dibahas di Koalisi

Fahri Hamzah Sebut Pilkada Melalui DPRD Masih Dibahas di Koalisi

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 22:05 WIB

Menperin Minta Insentif Otomotif ke Menkeu

Menperin Minta Insentif Otomotif ke Menkeu

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 20:20 WIB

Viral di Medsos, Kemenkeu Bantah Purbaya Jadi Otak Penyitaan Duit Korupsi Konglomerat

Viral di Medsos, Kemenkeu Bantah Purbaya Jadi Otak Penyitaan Duit Korupsi Konglomerat

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 18:49 WIB

Babak Belur Dihantam Bencana, Purbaya Akan Tambah Anggaran Aceh Rp 1,63 Triliun di 2026

Babak Belur Dihantam Bencana, Purbaya Akan Tambah Anggaran Aceh Rp 1,63 Triliun di 2026

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 18:36 WIB

Refleksi 2025: Akademisi UII Nilai Pemerintahan Prabowo-Gibran Sarat Masalah HAM dan Militerisasi

Refleksi 2025: Akademisi UII Nilai Pemerintahan Prabowo-Gibran Sarat Masalah HAM dan Militerisasi

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 18:23 WIB

Terkini

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Runtuh, Minyak Kembali Mengalir

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Runtuh, Minyak Kembali Mengalir

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 14:35 WIB

Urutan Shio dengan Tipe Kecerdasan Paling Unik, Adakah Shio-mu?

Urutan Shio dengan Tipe Kecerdasan Paling Unik, Adakah Shio-mu?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 14:34 WIB

Bagaimana Cara Mendaftar Driver ShopeeFood?

Bagaimana Cara Mendaftar Driver ShopeeFood?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 14:30 WIB

Shim Eun Kyung dan WOODZ Batal Bintangi Damako, Ini Film Penggantinya

Shim Eun Kyung dan WOODZ Batal Bintangi Damako, Ini Film Penggantinya

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:30 WIB

Mobil Listrik iCAR V23 Tembus Penyerahan 1.000 Unit ke Konsumen Indonesia

Mobil Listrik iCAR V23 Tembus Penyerahan 1.000 Unit ke Konsumen Indonesia

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 14:30 WIB

Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Bangladesh Diterpa Isu Keretakan Internal

Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Bangladesh Diterpa Isu Keretakan Internal

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 14:29 WIB

Bukan Pakai AirPlay, Ini Cara Mudah Sambungkan iPhone ke Layar Google TV

Bukan Pakai AirPlay, Ini Cara Mudah Sambungkan iPhone ke Layar Google TV

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 14:27 WIB

Apakah Ada Sepatu Ortuseight Harga Rp300 Ribuan? Ini Kisarannya untuk Produk Ori

Apakah Ada Sepatu Ortuseight Harga Rp300 Ribuan? Ini Kisarannya untuk Produk Ori

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 14:21 WIB

Apakah Harus Keramas Dulu sebelum Cat Rambut? Ketahui agar Kulit Kepala Tidak Iritasi

Apakah Harus Keramas Dulu sebelum Cat Rambut? Ketahui agar Kulit Kepala Tidak Iritasi

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 14:20 WIB

4 Tone Up Sunscreen Buat Kulit Remaja Bikin Cerah Natural Tanpa Efek Dempul

4 Tone Up Sunscreen Buat Kulit Remaja Bikin Cerah Natural Tanpa Efek Dempul

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:20 WIB

×