Walau Rindu Keluarga, Pahlawan Ini Hadir untuk Menjaga Harapan Tetap Menyala

Fabiola Febrinastri

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:32 WIB
Walau Rindu Keluarga, Pahlawan Ini Hadir untuk Menjaga Harapan Tetap Menyala
Pengawas Lapangan PPK 1.5 BPJN Aceh, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU, Dedy Saputra. (Dok: Suara.com / Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Ketika banjir dan longsor surut, yang tersisa bukan hanya lumpur dan jalan terputus. Ada sunyi panjang yang harus dihadapi warga: sunyi karena akses terhambat, aktivitas terhenti, dan rasa aman yang ikut terkikis. Di tengah situasi itu, jalan bukan lagi sekadar bentangan aspal, melainkan urat nadi kehidupan yang harus segera dipulihkan.

Di sanalah para petugas memilih tinggal lebih lama. Mereka tidak pulang ketika lumpur masih menempel di sepatu, ketika alat berat berhenti karena hujan turun kembali. Mereka bertahan, menjaga agar harapan tidak ikut terputus.

Salah satunya Dedy Saputra, Pengawas Lapangan PPK 1.5 BPJN Aceh, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Hampir satu bulan ia berada di Aceh Tamiang, menyusuri ruas jalan terdampak, memastikan setiap titik bisa kembali dilewati.

Baginya, membuka akses jalan berarti membuka kembali kehidupan. Truk sembako bisa masuk, anak-anak pesantren bisa kembali belajar, dan warga tidak lagi merasa terisolasi.

“Supaya pengiriman sembako bisa lancar, santri-santri bisa kembali belajar seperti biasa,” ujarnya, Sabtu, 27 Desember 2025.

Hari-hari Dedy di lokasi bencana berjalan tanpa jadwal pasti. Medan berlumpur, cuaca berubah cepat, dan tempat istirahat seadanya menjadi bagian dari rutinitas. Tidur nyenyak adalah kemewahan yang tidak selalu tersedia.

Namun di balik kelelahan itu, tidak ada keluhan berlebihan. Yang ada justru kesadaran bahwa pekerjaannya menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat.

“Sebagai abdi negara tidak ada kata capek. Tidurnya kadang enak, kadang tidak enak. Kadang-kadang kita tidur di bawah lumpur,” katanya, setengah bercanda, setengah pasrah.

Ada alasan mengapa Dedy memilih bertahan lebih lama di lapangan. Ia bukan orang asing dengan bencana. Tsunami Aceh 2004 merenggut ayah, ibu, dan dua adiknya. Luka itu tidak pernah benar-benar hilang.

baca juga

“Saya pernah jadi korban tsunami. Bapak ibu, dua orang adik dibawa tsunami, sampai sekarang belum ditemukan,” tuturnya lirih.

Justru dari kehilangan itulah empatinya tumbuh. Ia memahami betul perasaan warga yang kini berdiri di antara puing dan ketidakpastian.

“Itulah yang menggerakkan saya untuk membantu. Harus tempur di lapangan walaupun keluarga ditinggalkan sementara,” katanya.

Rindu yang Disimpan, Tugas yang Didahulukan
Di balik helm proyek dan rompi keselamatan, Dedy adalah seorang ayah dan suami. Rindu kepada keluarga ia simpan rapat. Komunikasi dengan istri dan anak hanya bisa dilakukan ketika listrik menyala dan jaringan memungkinkan.

“Kalau sudah ada sinyal, baru bisa video call. Anak manggil papa, rasanya terenyuh sendiri,” ungkapnya.

Namun keluarganya memahami. Sejak awal, mereka tahu hidup bersama abdi negara berarti siap berpisah demi tugas.

“Kalau menikah dengan abdi negara harus siap. Bisa di Merauke, bisa di Sabang,” katanya.

Di akhir tugasnya, Dedy tidak menawarkan janji manis. Ia hanya meminta warga tetap percaya dan bersabar.
“Pemerintah tidak akan diam. Kami semua bekerja bersama. Tidak bisa instan, tapi bertahap demi tahap akan kita pulihkan,” ujarnya.

Di Aceh Tamiang, jalan mungkin masih basah oleh lumpur. Tapi selama ada orang-orang yang memilih bertahan, harapan akan selalu menemukan jalannya kembali. ****

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semua Gardu Induk Aceh Bertegangan, PLN Kejar Pemulihan 180 Desa Masih Padam

Semua Gardu Induk Aceh Bertegangan, PLN Kejar Pemulihan 180 Desa Masih Padam

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 15:45 WIB

Prabowo: Bantuan Bencana Dibuka Seluas-luasnya, Tapi Harus Transparan dan Tanpa Kepentingan

Prabowo: Bantuan Bencana Dibuka Seluas-luasnya, Tapi Harus Transparan dan Tanpa Kepentingan

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 15:39 WIB

Mobilitas Warga Pulih, Jembatan Sementara Lawe Mengkudu Resmi Difungsikan

Mobilitas Warga Pulih, Jembatan Sementara Lawe Mengkudu Resmi Difungsikan

Video | Kamis, 01 Januari 2026 | 14:26 WIB

Palak Pedagang Pakai Sajam, Dua Preman 'Penguasa' BKT Diringkus Polisi

Palak Pedagang Pakai Sajam, Dua Preman 'Penguasa' BKT Diringkus Polisi

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 14:12 WIB

Tak Sekadar Bisnis, Wook Group Dorong Pembangunan Sosial di Daerah Rawan Bencana

Tak Sekadar Bisnis, Wook Group Dorong Pembangunan Sosial di Daerah Rawan Bencana

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 12:00 WIB

Geger! Petani di Rejang Lebong Ditemukan Tewas Tersangkut di Pohon Kopi Usai Banjir Bandang

Geger! Petani di Rejang Lebong Ditemukan Tewas Tersangkut di Pohon Kopi Usai Banjir Bandang

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 12:10 WIB

Terkini

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

×