Demokrat Tegaskan SBY Difitnah, Ancam Penjarakan Akun TikTok Penyebar Isu Ijazah Jokowi

Bangun Santoso

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:15 WIB
Demokrat Tegaskan SBY Difitnah, Ancam Penjarakan Akun TikTok Penyebar Isu Ijazah Jokowi
Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) dan Wapres keenam RI Try Sutrisno (kiri) berbincang sebelum Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). [ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga/app/rwa]
baca 10 detik
  • Partai Demokrat membantah keras keterlibatan SBY dalam isu pemalsuan ijazah Presiden Jokowi serta melayangkan somasi.
  • Somasi ditujukan kepada akun TikTok Sudiro Wi Budhius M Piliang karena menuding SBY pada 30 Desember 2025.
  • Demokrat menuntut permintaan maaf terbuka dalam 3x24 jam, mengancam tindakan hukum lebih lanjut jika diabaikan.

Suara.com - Partai Demokrat mengambil sikap tegas di tengah pusaran isu politik yang kian memanas, membantah keras keterlibatan Ketua Majelis Tinggi Partai, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam isu pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo.

Tak hanya membantah, Demokrat secara resmi melayangkan somasi kepada pemilik akun TikTok yang dianggap menyebarkan fitnah tersebut.

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyatakan bahwa tudingan yang menyasar SBY adalah informasi bohong yang sengaja dihembuskan di waktu yang tidak tepat, yakni saat negara masih fokus pada penanganan bencana di Sumatera.

"Belakangan juga muncul misinformasi terhadap Pak SBY. Mulai dari rumor terkait kondisi kesehatan beliau, hingga beliau dituduh terlibat dalam isu pemalsuan ijazah Pak Jokowi. Isu-isu tersebut tidak benar," kata Herzaky dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).

Herzaky menyayangkan energi publik yang seharusnya tercurah untuk membantu korban bencana, justru berusaha dialihkan oleh narasi politik yang tidak berdasar dan berpotensi memecah belah.

"Sangat disayangkan, perhatian kita hari-hari ini malah berusaha dialihkan ke isu-isu politik yang tidak berdasar," ujarnya.

Somasi Dilayangkan, Tuntut Minta Maaf 3x24 Jam

Langkah konkret pun diambil. Pada akhir tahun 2025, Demokrat secara resmi melayangkan somasi kepada pemilik akun TikTok bernama Sudiro Wi Budhius M Piliang. Langkah hukum ini menjadi bukti keseriusan partai berlambang mercy tersebut dalam melawan pencemaran nama baik.

Pemicunya adalah sebuah video yang diunggah pada 30 Desember 2025. Dalam konten tersebut, akun itu menuding bahwa SBY “harus memutar otak karena tidak bisa bermain bersih” dan menyebut isu ijazah Presiden Joko Widodo serta Gibran Rakabuming Raka sengaja dihembuskan untuk mengganggu Jokowi sebagai king maker, dengan melibatkan “pion-pion mereka yaitu Roy Suryo.”

baca juga

Tim kuasa hukum Demokrat, yang terdiri dari Dr. Muhajir, Jimmy Himawan, Nurhidayat Umacina, dan lainnya, menilai narasi dalam video tersebut sebagai fitnah terang terangan.

Mereka menegaskan bahwa tudingan tersebut masuk dalam kategori berita bohong yang secara jelas melanggar UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Menurut Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) Demokrat, konten tersebut tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi besar menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.

Melalui somasi resminya, Demokrat memberikan ultimatum keras, menuntut Sudiro Wi Budhius M Piliang untuk segera melakukan klarifikasi, meminta maaf secara terbuka di media, serta menghapus video tersebut dalam waktu 3x24 jam.

Jika tuntutan ini diabaikan, Demokrat memastikan akan menempuh jalur hukum yang lebih serius.

Bukan Cuma TikTok, Kanal YouTube Juga Diincar

Serangan balasan Demokrat tidak berhenti pada satu akun. Partai ini juga mengidentifikasi dan mengincar sejumlah kanal YouTube yang dianggap menyebarkan narasi serupa yang merusak reputasi partai dan SBY.

Beberapa nama yang disebut masuk dalam radar adalah kanal milik Zulfan Lindan, Agri Fanani, dan Kajian Online.

Di tengah langkah hukum yang ditempuh, Herzaky mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Mari kita bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama mengutamakan kemanusiaan," tuturnya.

Ia kembali menegaskan bahwa prioritas utama saat ini seharusnya adalah para korban bencana yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian penuh dari seluruh elemen bangsa.

"Saat ini, yang paling membutuhkan perhatian adalah para korban. Mari kita fokus pada mereka," tambah dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf

Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 13:40 WIB

Difitnah Isu Ijazah Jokowi, Andi Arief: Pak SBY Terganggu, Kemungkinan Bakal Ambil Langkah Hukum

Difitnah Isu Ijazah Jokowi, Andi Arief: Pak SBY Terganggu, Kemungkinan Bakal Ambil Langkah Hukum

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 14:19 WIB

Dilema PDIP dan Demokrat: Antara Tolak Pilkada Lewat DPRD atau Tergilas Blok Besar

Dilema PDIP dan Demokrat: Antara Tolak Pilkada Lewat DPRD atau Tergilas Blok Besar

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 15:04 WIB

'Beda Luar Biasa', Kuasa Hukum Roy Suryo Bongkar Detail Foto Jokowi di Ijazah SMA Vs Sarjana

'Beda Luar Biasa', Kuasa Hukum Roy Suryo Bongkar Detail Foto Jokowi di Ijazah SMA Vs Sarjana

News | Minggu, 28 Desember 2025 | 18:34 WIB

Jokowi Buka Pintu Maaf Soal Tudingan Ijazah Palsu: Urusan Hukum, Ya Hukum

Jokowi Buka Pintu Maaf Soal Tudingan Ijazah Palsu: Urusan Hukum, Ya Hukum

News | Kamis, 25 Desember 2025 | 13:55 WIB

SBY: Penanganan Bencana Tidak Segampang yang Dibayangkan, Perlu Master Plan yang Utuh

SBY: Penanganan Bencana Tidak Segampang yang Dibayangkan, Perlu Master Plan yang Utuh

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 19:07 WIB

Bandingkan Kasus Brigadir J, Roy Suryo Cs Minta Uji Labfor Independen Ijazah Jokowi di UI atau BRIN!

Bandingkan Kasus Brigadir J, Roy Suryo Cs Minta Uji Labfor Independen Ijazah Jokowi di UI atau BRIN!

News | Senin, 22 Desember 2025 | 17:17 WIB

Terkini

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:14 WIB

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:05 WIB

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Nuzran Joher Pimpin Ombudsman RI, Formasi Lengkap dan Kepercayaan Publik Jadi Ujian

Nuzran Joher Pimpin Ombudsman RI, Formasi Lengkap dan Kepercayaan Publik Jadi Ujian

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran

TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

×