Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Usai Kegiatan Pembelajaran di RS Jiwa Grhasia, Ini Pemicunya?

Senin, 05 Januari 2026 | 13:02 WIB
Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Usai Kegiatan Pembelajaran di RS Jiwa Grhasia, Ini Pemicunya?
Jumpa pers terkait keracunan mahasiswa di RS Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (5/1/2026). (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Puluhan mahasiswa UNISA Yogyakarta keracunan makanan ringan pada Senin (29/12/2025) saat kegiatan ECE di RS Jiwa Grhasia.
  • Penyebab pasti keracunan masih diselidiki, sampel makanan (seperti risoles mayo) dikirim ke laboratorium dan butuh waktu minimal tujuh hari.
  • RS Jiwa Grhasia memanggil penyedia katering eksternal, yang akan menanggung semua biaya perawatan non-BPJS korban.

Ia bilang mekanisme pengadaan konsumsi telah mengikuti kebijakan pemerintah. Termasuk kewajiban pengadaan elektronik untuk transaksi di atas Rp2 juta melalui marketplace.

Kemudian baru pada malam hari hingga dini hari setelah kegiatan, kata Akhmad, rumah sakit menerima laporan adanya keluhan kesehatan dari sebagian peserta.

Gejala yang muncul meliputi mual, muntah, diare, demam, hingga pusing dengan waktu kemunculan yang bervariasi.

Penyedia Dipanggil, Biaya Ditanggung

Akhmad menegaskan bahwa pihak rumah sakit belum menetapkan penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab sebelum hasil resmi diterbitkan.

Pihaknya menegaskan saat ini belum akan mengambil langkah hukum mengenai peristiwa tersebut.

Sebagai bagian dari tindak lanjut, RS Jiwa Grhasia telah memanggil pihak penyedia katering pada 2 Januari 2026.

Bahkan, ia bilang, keluarga penyedia pun dilaporkan mengalami dampak keracunan serupa usai mengonsumsi makanan yang sama.

"Bentuk tanggungjawab, semua bentuk pembiayaan yang tidak ditanggung BPJS akan ditanggung penyedia," terangnya.

Baca Juga: Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Bertambah, Total 345 Orang

Kondisi Terkini Mahasiswa

Hingga 5 Januari 2026, Akhmad mengungkap dari total 22 mahasiswa yang sempat menjalani rawat inap, sebanyak 20 orang telah diperbolehkan pulang. Saat ini masih terdapat dua mahasiswa yang menjalani perawatan.

"Sampai hari ini tanggal 5 Januari 2026 dari 22 korban atau orang terdampak yang rawat inap di rumah sakit, 20 sudah dipulangkan, sekarang masih ada 2 yang rawat inap," ujarnya.

Dua mahasiswa tersebut masing-masing dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping dan RS Sakinah Idaman dengan kondisi terpantau stabil.

Ilustrasi keracunan makanan, muntah, mual (freepick)
Ilustrasi keracunan makanan, muntah, mual (freepick)

Kampus Pastikan Pemantauan Berjalan

Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta Dewi Rokhanawati menyatakan kondisi mahasiswa secara umum terus membaik.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI