Satu Akun Tumbang Minta Maaf, Andi Arief Tagih Pelaku Fitnah SBY Lain: Kami Tunggu

Senin, 05 Januari 2026 | 18:20 WIB
Satu Akun Tumbang Minta Maaf, Andi Arief Tagih Pelaku Fitnah SBY Lain: Kami Tunggu
Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) dan Wapres keenam RI Try Sutrisno (kiri) berbincang sebelum Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). [ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga/app/rwa]
Baca 10 detik
  • Partai Demokrat mulai memproses penyebar fitnah terkait keterlibatan SBY dalam isu ijazah palsu Presiden Jokowi.
  • Akun media sosial YouTube bernama "Kajian Online" telah menjadi pihak pertama yang menyampaikan permohonan maaf resmi.
  • Demokrat menunggu itikad baik dari akun lain yang telah dikirimkan somasi sebelum mengambil langkah hukum lanjutan.

Suara.com - Genderang 'perang' yang ditabuh Partai Demokrat terhadap para penyebar fitnah yang menyeret nama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai menunjukkan hasil.

Satu per satu pihak yang menuding SBY terlibat dalam pusaran isu ijazah palsu Presiden Jokowi mulai rontok dan menyampaikan permohonan maaf.

Politisi senior Partai Demokrat, Andi Arief, secara terbuka menyambut baik itikad tersebut. Pihak pertama yang secara resmi meminta maaf adalah pengelola akun media sosial YouTube bernama "Kajian Online".

Kendati demikian, Andi Arief menegaskan bahwa ini baru permulaan dan pihaknya masih menunggu permintaan maaf dari akun-akun lain yang telah ikut menyebarkan tudingan tak berdasar.

"Kami sambut baik permohonan maaf akun youtube "kajian online" kepada Pak @SBYudhoyono dan Partai Demokrat, mudah-mudahan ke depan tidak terulang dan bisa menjadi pelajaran," kata Andi Arief dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Senin (5/1/2026).

Andi Arief kembali menegaskan posisi SBY dan Partai Demokrat yang sama sekali tidak memiliki sangkut paut dengan polemik ijazah Jokowi yang sempat memanas. Ia menyebut narasi yang mengaitkan keduanya adalah fitnah keji.

"Sekali lagi, soal Ijazah Pak Jokowi tak ada urusan dengan Pak SBY dan Partai Demokrat," tegasnya.

Kini, bola panas ada di tangan para pemilik akun lain yang sebelumnya telah menerima surat peringatan hukum atau somasi dari tim hukum Partai Demokrat.

Andi Arief menyatakan pihaknya memberikan waktu bagi mereka untuk menunjukkan itikad baik serupa dengan yang dilakukan "Kajian Online".

Baca Juga: Demokrat Nilai Langkah Hukum SBY Jadi Pendidikan Politik Lawan Disinformasi

"Kami masih menunggu sikap beberapa akun lagi yang sudah dikirim somasi," ujarnya.

Lantas, langkah apa yang akan diambil jika somasi tersebut diabaikan? Andi Arief mengisyaratkan bahwa partainya tidak akan tinggal diam dan telah menyiapkan langkah hukum yang lebih serius.

Namun, ia menyerahkan detail teknisnya kepada badan hukum internal partai untuk menjelaskannya lebih lanjut.

"BHPP partai nanti akan menjelaskan," pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Suara.com, akun YouTube "Kajian Online" memang telah mengunggah video berisi permohonan maaf secara terbuka yang ditujukan kepada SBY dan Partai Demokrat.

Dalam video tersebut, perwakilan akun mengakui bahwa beberapa kontennya berisi fitnah dan telah diturunkan (take down).

"Saya ingin meminta maaf juga dan berterima kasih ya kepada Pak SBY dan juga Partai Demokrat yang sudah memberikan saran, pandangannya terkait ya beberapa konten-konten di Kajian Online yang perlu mungkin ya lebih profesional, lebih baik dan ya beberapa konten-konten yang mungkin ya harus di-take down, ya sudah kita take down," ujar perwakilan Kajian Online dalam video yang diunggah di kanal YouTube mereka.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI