- Boni Hargens menilai rekomendasi Kompolnas kepada Presiden Prabowo bersifat normatif karena sudah dijalankan Kapolri Listyo Sigit.
- Rekomendasi Kompolnas meliputi profesionalitas, akuntabilitas, humanisme, dan responsivitas dalam transformasi internal Polri.
- Reformasi Polri memerlukan pendekatan komprehensif realistis dengan memahami ATHG agar tidak hanya menjadi wacana normatif.
Boni Hargens pun merinci secara ringkas soal ATGH. Ancaman mencakup spektrum yang luas mulai dari terorisme, kejahatan terorganisir, hingga tantangan keamanan siber.
Tantangan meliputi tuntutan untuk memodernisasi sistem dan teknologi di tengah keterbatasan anggaran. Hambatan mencakup aspek struktural dan kultural dalam organisasi, sementara gangguan merujuk pada faktor-faktor eksternal yang dapat mengganggu efektivitas operasional.
Menurut Boni Hargens, reformasi kepolisian yang efektif memerlukan keseimbangan antara idealisme perubahan dan pragmatisme implementasi, dengan pemahaman mendalam terhadap konteks operasional yang kompleks.
Ke depan, kata dia, diskursus reformasi kepolisian di Indonesia perlu bergerak melampaui rekomendasi yang bersifat normatif menuju pendekatan yang lebih holistik dan kontekstual.
"Hal ini memerlukan dialog berkelanjutan antara Kompolnas, Polri, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk menghasilkan roadmap transformasi yang realistis namun tetap ambisius dalam mencapai standar profesionalitas yang diharapkan," pungkas Boni Hargens.