- Polri bangun ratusan sumur bor untuk penuhi kebutuhan air bersih korban.
- Dari 569 titik yang direncanakan, 249 titik telah berhasil terealisasi.
- Pembangunan sumur bor difokuskan di tiga provinsi terdampak: Aceh, Sumut, Sumbar.
Suara.com - Polri terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra, salah satunya melalui pembangunan sumur bor di ratusan titik. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan air bersih di lokasi-lokasi pengungsian dan pemukiman.
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa dari total 569 titik yang direncanakan di tiga provinsi, 249 titik telah terealisasi.
“Pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri dalam membantu masyarakat terdampak agar tetap memiliki akses terhadap air bersih,” ujar Truno di Jakarta, Minggu (4/1/2026).
Rincian Pembangunan di Tiga Provinsi
Berikut adalah rincian progres pembangunan sumur bor di masing-masing provinsi terdampak:
- Provinsi Aceh: Dari total rencana 389 titik, sebanyak 171 titik telah terealisasi. Realisasi terbanyak berada di Kabupaten Aceh Tamiang dengan 132 titik aktif.
- Provinsi Sumatra Utara: Seluruh rencana pembangunan sebanyak 30 titik telah terealisasi dan kini berstatus aktif, tersebar di Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah.
- Provinsi Sumatra Barat: Dari total rencana 150 titik, sebanyak 48 titik telah terealisasi, yang tersebar di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta beberapa kota lainnya.
Trunoyudo menegaskan bahwa Polri akan terus mendorong percepatan pembangunan di titik-titik yang tersisa melalui sinergi dengan berbagai pihak terkait.
“Diharapkan keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana,” pungkasnya.