Kepala Basarnas Ungkap Kemungkinan Tak Ada Korban Selamat Pesawat ATR: Kami Berharap Ada Mukjizat

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:35 WIB
Kepala Basarnas Ungkap Kemungkinan Tak Ada Korban Selamat Pesawat ATR: Kami Berharap Ada Mukjizat
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (Tangkapan layar)
baca 10 detik
  • Kepala Basarnas, M. Syafii, menyatakan kecil kemungkinan korban selamat kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung.
  • Pesawat rute Yogyakarta-Makassar membawa sepuluh orang, termasuk kru dan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.
  • Tim SAR gabungan berupaya maksimal mencari korban dan mengumpulkan puing pesawat untuk keperluan investigasi KNKT.

Suara.com - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan kemungkinan pahit terkait nasib para korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan kondisi di lapangan, ia menyampaikan bahwa kemungkinan kecil terdapat penumpang atau kru yang selamat dalam insiden tersebut.

Kendati demikian, Syafii menegaskan bahwa tim SAR gabungan tetap menaruh harapan akan adanya keajaiban bagi para korban yang berada di pesawat rute Yogyakarta–Makassar tersebut.

"Tidak ada (yang selamat). Saya sampaikan kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat, ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup," ujar Syafii saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Harapan tersebut, menurut Syafii, didasari oleh pengalaman dalam sejumlah operasi SAR sebelumnya. Ia menceritakan pernah ada kejadian serupa di mana sebuah pesawat hancur berkeping-keping, namun ditemukan penyintas yang selamat karena terlempar dari badan pesawat.

"Karena pernah itu kejadian ada pesawat crash kemudian kondisinya sama terburai pesawatnya. Tapi ternyata ada penumpang yang terlempar kemudian mati suri beberapa hari, ditemukan dalam kondisi hidup," jelasnya.

Untuk itu, Syafii memastikan bahwa seluruh tim di bawah komando Basarnas akan terus bekerja maksimal di tengah medan Gunung Bulusaraung yang terjal dan cuaca ekstrem. Pencarian tidak hanya difokuskan pada para korban, tetapi juga pengumpulan bagian-bagian pesawat untuk kebutuhan investigasi.

"Jadi kita akan berupaya untuk melaksanakan pencarian korban. Sambil kita mengumpulkan puing-puing untuk nanti diserahkan kepada KNKT," katanya.

Untuk diketahui, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT tersebut mengangkut 10 orang yang terdiri dari tujuh kru pesawat, termasuk pilot, serta tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP). Pesawat dilaporkan hilang kontak dan jatuh pada Sabtu (16/1/2026) lalu.

baca juga

Hingga kini, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi dua jenazah, masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Kedua jenazah tersebut belum dapat dipastikan identitasnya karena masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analisis BMKG: Pesawat ATR Jatuh di Maros saat Awan Cumulonimbus Selimuti Jalur Pendaratan

Analisis BMKG: Pesawat ATR Jatuh di Maros saat Awan Cumulonimbus Selimuti Jalur Pendaratan

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 20:30 WIB

Menhub Beberkan Sulitnya Evakuasi Pesawat ATR di Maros: Medan 80 Derajat, Black Box Belum Ditemukan

Menhub Beberkan Sulitnya Evakuasi Pesawat ATR di Maros: Medan 80 Derajat, Black Box Belum Ditemukan

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 20:26 WIB

Terhambat Angin Kencang dan Kabut, Begini Proses Evakuasi Korban Pesawat di Gunung Bulusaraung

Terhambat Angin Kencang dan Kabut, Begini Proses Evakuasi Korban Pesawat di Gunung Bulusaraung

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 11:55 WIB

Titik Terang! Pergerakan Smartwatch Terdeteksi di iPhone Co Pilot, Keluarga: Ada Harapan Hidup

Titik Terang! Pergerakan Smartwatch Terdeteksi di iPhone Co Pilot, Keluarga: Ada Harapan Hidup

Video | Selasa, 20 Januari 2026 | 10:16 WIB

Serpihan Pesawat Jatuh di Gunung Bulusaraung Ditemukan! Ini Perkembangan Terbaru dari Kemenhub

Serpihan Pesawat Jatuh di Gunung Bulusaraung Ditemukan! Ini Perkembangan Terbaru dari Kemenhub

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 07:40 WIB

Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Pesawat ATR 42-500

Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Pesawat ATR 42-500

Foto | Selasa, 20 Januari 2026 | 08:00 WIB

Misteri di Lereng Bulusaraung: Mengapa Pesawat Sehat Menabrak Gunung?

Misteri di Lereng Bulusaraung: Mengapa Pesawat Sehat Menabrak Gunung?

News | Senin, 19 Januari 2026 | 19:30 WIB

DNA Jadi Kunci Terakhir: Polisi Jemput Sampel Keluarga Korban Pesawat Jatuh Lintas Pulau

DNA Jadi Kunci Terakhir: Polisi Jemput Sampel Keluarga Korban Pesawat Jatuh Lintas Pulau

News | Senin, 19 Januari 2026 | 19:21 WIB

Pengumpulan Sampel Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500

Pengumpulan Sampel Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500

Foto | Senin, 19 Januari 2026 | 16:49 WIB

Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros Sulsel, Keluarga Penumpang Masih Menunggu Kabar

Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros Sulsel, Keluarga Penumpang Masih Menunggu Kabar

News | Senin, 19 Januari 2026 | 16:29 WIB

Terkini

Berhari-hari Terombang-ambing, Misteri Jasad Anonim di Perairan Kandang Balak

Berhari-hari Terombang-ambing, Misteri Jasad Anonim di Perairan Kandang Balak

Lampung | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:30 WIB

Waspada Kemacetan! Sekitar Kantor BPN Jakarta Pusat dan Gambir Bakal Dipadati Massa

Waspada Kemacetan! Sekitar Kantor BPN Jakarta Pusat dan Gambir Bakal Dipadati Massa

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:29 WIB

4 Jam Tangan Casio Paling Laris yang Stylish, Anti Air, dan Awet Dipakai Bertahun-tahun

4 Jam Tangan Casio Paling Laris yang Stylish, Anti Air, dan Awet Dipakai Bertahun-tahun

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:26 WIB

Rekrutmen hingga Prediksi Karyawan Resign Kini Otomatis Berkat AI HR

Rekrutmen hingga Prediksi Karyawan Resign Kini Otomatis Berkat AI HR

Tekno | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:22 WIB

Bupati Lombok Barat Diciduk KPK, Mendagri Tito: Saya Prihatin, Padahal Sudah Dibina

Bupati Lombok Barat Diciduk KPK, Mendagri Tito: Saya Prihatin, Padahal Sudah Dibina

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:20 WIB

Tsukuru Tazaki Tanpa Warna dan Tahun Ziarahnya: Perjalanan Berdamai dengan Luka Masa Lalu

Tsukuru Tazaki Tanpa Warna dan Tahun Ziarahnya: Perjalanan Berdamai dengan Luka Masa Lalu

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:10 WIB

Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Punya 24 Aset Properti Tersebar di Berbagai Daerah

Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Punya 24 Aset Properti Tersebar di Berbagai Daerah

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:07 WIB

PPA Sulsel: Pelaku Kekerasan Anak Harus Diproses Hukum

PPA Sulsel: Pelaku Kekerasan Anak Harus Diproses Hukum

Sulsel | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:00 WIB

Dampingi UMKM hingga Raih Izin Resmi, Inilah Upaya BRI Perkuat Ekonomi Lokal

Dampingi UMKM hingga Raih Izin Resmi, Inilah Upaya BRI Perkuat Ekonomi Lokal

Bri | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:00 WIB

Potret Akses Pendidikan di Aceh Barat, Guru dan Siswa Seberangi Sungai Lewat Kabel Baja

Potret Akses Pendidikan di Aceh Barat, Guru dan Siswa Seberangi Sungai Lewat Kabel Baja

Foto | Selasa, 21 Juli 2026 | 08:00 WIB

×