- Ekonomi Jakarta tumbuh stabil, realisasi APBD 2025 catatkan surplus Rp3,89 triliun.
- Pertumbuhan ekonomi capai 5,03 persen, realisasi investasi tembus Rp270,9 triliun.
- Tingkat inflasi Jakarta sebesar 2,63 persen, berada di bawah angka nasional.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengungkapkan bahwa stabilitas ekonomi Ibu Kota tetap terjaga kuat sepanjang tahun 2025. Hal ini didukung oleh capaian investasi dan pengelolaan fiskal yang dinilai melampaui target.
"Di tengah dinamika perekonomian global dan nasional, alhamdulillah perekonomian DKI Jakarta tetap terjaga dengan baik," kata Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD 2025 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Pemaparan ini, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap transparansi dan akuntabilitas publik.
Realisasi APBD 2025
Hingga 31 Desember 2025, dari total APBD yang dianggarkan sebesar Rp91,86 triliun, realisasinya tercatat sebagai berikut:
- Pendapatan Daerah: Terealisasi sebesar Rp79,94 triliun.
- Belanja Daerah: Terealisasi sebesar Rp76,05 triliun
- Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA): Tercatat sebesar Rp5,78 triliun, dengan surplus anggaran sebesar Rp3,89 triliun.
Indikator Ekonomi Positif
Pramono juga memaparkan sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan tren positif:
- Pertumbuhan Ekonomi: Mencapai 4,96 persen pada triwulan ketiga, dengan pertumbuhan kumulatif 5,03 persen. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan Jakarta akan berada di rentang 4,6 hingga 5,4 persen.
- Inflasi: Tercatat sebesar 2,63 persen, berada di bawah angka inflasi nasional (2,92 persen).
- Realisasi Investasi: Mencapai Rp270,9 triliun.
- Indeks Keyakinan Konsumen (IKK): Berada pada level optimis di angka 145,33.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 9,79 persen.
Dengan keterbukaan dan akuntabilitas ini, Pramono berharap dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha dan seluruh masyarakat.
Baca Juga: Jakarta Menuju Kota Inklusif, Gubernur Pramono Luncurkan 32 Bus Sekolah Baru Khusus Disabilitas
"Jakarta memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan manfaat pembangunan dirasakan oleh seluruh warga," ujar Pramono. (Antara)