- Aksi mogok pedagang daging sapi selama dua hari di Jakarta dan Jabodetabek tidak memengaruhi produksi bakso Cak Kan di Depok.
- Cak Kan menjaga produksi baksonya tetap stabil berkat hubungan jangka panjang dengan pemasok daging langganannya.
- Pedagang bakso tersebut berkomitmen menjaga harga jual, mengutamakan kualitas dan kepuasan pelanggan daripada menaikkan harga.
"Produksi tetap jalan seperti biasa dan ketika sama mereka bilang harus naikin, ya nggak apa-apalah kenaikan kan berjenjang," tegasnya.
"Karena saya itu kayak jual produk dengan bahan-bahan baku yang di bawah standar juga saya nggak mau. Kalaupun memang harganya (modal) naik, saya tidak akan menaikkan harga bakso ke pembeli," tambahnya.
Sepuluh Tahun Bertahan Jualan Bakso
Keteguhan Cak Kan dalam menghadapi fluktuasi harga daging bukanlah tanpa alasan.
Pengalamannya selama satu dekade berjualan bakso di Pondok Cina telah menempanya menghadapi berbagai dinamika pasar.
Baginya, aksi mogok pedagang daging adalah siklus yang harus dihadapi dengan kesiapan stok dan loyalitas terhadap pemasok.
Kawasan Pondok Cina yang strategis dan padat oleh mahasiswa serta pekerja membuat Cak Kan merasa memiliki tanggung jawab untuk tetap menyediakan hidangan yang terjangkau tanpa mengurangi mutu.
Cak Kan juga berharap pemerintah memperhatikan isu kenaikan harga daging yang memicu mogok jualan para pedagang agar harga kembali normal.
"Kalau harapan saya sebagai penggagang ya apa ya, pokoknya jangan naik," tegasnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Baca Juga: Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam