Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan

Cesar Uji Tawakal Suara.Com
Selasa, 10 Maret 2026 | 20:01 WIB
Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan
Ilustrasi peta Afghanistan dan Pakistan. [Antara]
Baca 10 detik
  • Perang terbuka Pakistan dan Afghanistan meletus akhir Februari 2026 setelah serangan udara Pakistan ke Kabul dan Kandahar.
  • Konflik dipicu sengketa Garis Durand, menyebabkan distribusi bantuan pangan oleh WFP ke 160.000 warga terhenti.
  • Krisis energi Pakistan memburuk akibat gangguan pasokan minyak dari Selat Hormuz, memicu langkah penghematan darurat.

Suara.com - Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan kini benar-benar pecah setelah ketegangan di perbatasan meledak menjadi perang terbuka pada akhir Februari 2026.

Perang ini bermula ketika Pakistan melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Afghanistan, Kabul, serta wilayah Kandahar pada Jumat pagi, 27 Februari 2026.

Langkah drastis ini diambil Pakistan sebagai aksi balasan atas serangan pasukan Afghanistan terhadap tentara perbatasan mereka sebelumnya.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, secara tegas mendeklarasikan status perang terbuka ini melalui media sosial X, menandakan bahwa diplomasi kedua negara telah mencapai titik buntu.

Padahal, akar perselisihan ini sebenarnya sudah berlangsung sangat lama, berawal dari sengketa Garis Durand sepanjang 2.670 kilometer yang tidak pernah diakui sepenuhnya oleh Kabul sebagai perbatasan internasional.

Dampak dari “perang saudara” sesama negara Muslim ini langsung memukul masyarakat sipil di akar rumput secara telak.

Terancam Kelaparan, Minyak Langka

Badan pangan dunia, World Food Programme (WFP), melaporkan bahwa mereka terpaksa menghentikan sementara operasional distribusi bantuan pangan darurat akibat serangan udara dan kontak senjata yang terus meluas.

Kondisi ini menyebabkan sedikitnya 160.000 warga Afghanistan kini berada dalam bayang-bayang kelaparan akut tanpa akses bantuan.

WFP memperingatkan bahwa konflik ini memperparah krisis kemanusiaan di wilayah perbatasan, di mana lebih dari setengah distrik yang terjebak dalam zona pertempuran sudah berada pada level kelaparan darurat.

Provinsi seperti Kunar dan Nangarhar, yang tahun lalu baru saja luluh lantak akibat gempa bumi, kini harus kembali menghadapi penderitaan sebagai garis depan medan perang.

Di sisi lain perbatasan, Pakistan sendiri mulai didera krisis internal yang tak kalah hebat akibat terganggunya jalur pasokan energi global.

Perang yang terjadi di tengah memanasnya konflik Timur Tengah ini telah mengganggu lalu lintas maritim di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pasokan minyak Pakistan.

Mengingat Pakistan bergantung pada impor untuk memenuhi lebih dari 80 persen kebutuhan minyaknya, ketersediaan BBM pun mulai langka dan menghantui stabilitas ekonomi negara tersebut.

Harga bahan bakar melonjak drastis hingga 20 persen dalam waktu singkat, dengan harga bensin menyentuh angka 1,15 dolar AS per liter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI