Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Bella | Suara.com

Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:51 WIB
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
Presiden Prabowo Subianto memimpin Indonesia bergabung Dewan Perdamaian Gaza pada peluncuran di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. (Foto: tangkapan layar YouTube The White House)
  • Keputusan Presiden Prabowo bergabung Dewan Perdamaian Gaza dikritik akademisi UI karena berisiko bagi kepentingan nasional dan rakyat Palestina.
  • Struktur Dewan Perdamaian Gaza, digagas Donald Trump di Davos 22 Januari 2026, dianggap menyimpang dari resolusi PBB.
  • Keikutsertaan Indonesia berpotensi mengganggu posisi diplomatik RI dan menimbulkan asosiasi dengan agenda politik serta negara tertentu.

Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto mengikutsertakan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza menuai sorotan dari kalangan akademisi. Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) Shofwan Al-Banna Choiruzzad menilai langkah tersebut berpotensi membawa konsekuensi serius bagi kepentingan nasional Indonesia, posisi diplomatik global, serta perjuangan rakyat Palestina.

“Keputusan Presiden Prabowo untuk membawa Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian merupakan langkah yang cenderung tergesa-gesa dan memiliki risiko besar bagi kepentingan nasional Indonesia, nasib rakyat Palestina, serta stabilitas global,” kata Shofwan di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Sabtu.

Shofwan menjelaskan, dari perspektif kelembagaan internasional, Dewan Perdamaian Gaza yang digagas Donald Trump dinilai menyimpang dari Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803. Resolusi tersebut sebelumnya memberikan dukungan terhadap Rencana Perdamaian Trump, meski Amerika Serikat berulang kali memveto upaya gencatan senjata yang dinilai lebih adil bagi Palestina.

Menurut dia, struktur Dewan Perdamaian Gaza justru memberikan kewenangan yang sangat besar kepada Donald Trump secara personal, dengan cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan mekanisme PBB.

“Dengan demikian, tidak hanya mencurangi resolusi PBB, Dewan ini juga berisiko menjadi tantangan bagi kelanjutan sistem internasional yang dibangun setelah Perang Dunia II,” katanya.

Dari sisi paradigma, Shofwan menilai pembentukan Dewan tersebut merefleksikan pola pikir kolonial. Ia membandingkannya dengan praktik kekuatan imperialis Eropa pada Konferensi Berlin 1884, ketika Afrika dibagi tanpa melibatkan rakyat Afrika sendiri.

Dalam konteks Gaza, Trump dinilai mengundang para pemimpin negara di luar Palestina untuk bergabung dalam Dewan, selama bersedia memberikan kontribusi finansial. Sebaliknya, Palestina justru tidak dilibatkan secara langsung, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang telah mendapatkan surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional justru masuk dalam lingkaran keterlibatan.

“Tentu saja, ini bertentangan dengan prinsip self determination dalam Piagam PBB dan bertentangan dengan UUD negara RI 1945,” kata Shofwan.

Ia juga menilai Dewan Perdamaian Gaza berisiko mengabaikan aspek keadilan bagi rakyat Palestina dan justru memperpanjang penindasan, baik di Jalur Gaza maupun wilayah Palestina lainnya.

“Ketika menyampaikan rencana rekonstruksi Gaza, menantu Trump menjualnya seperti seorang pengusaha properti menawarkan proyek pada para investor, tanpa memberikan kejelasan mengenai perlindungan dan hak orang-orang Palestina,” katanya.

Dari sudut pandang kepentingan nasional, Shofwan mengingatkan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Dewan tersebut dapat memengaruhi posisi diplomatik RI di tengah dinamika geopolitik global yang semakin volatil. Dengan dominasi Amerika Serikat dalam struktur Dewan, negara-negara rival Washington berpotensi memandang keikutsertaan Indonesia sebagai bentuk keberpihakan.

“China menolak tawaran AS dan mengecam Dewan tersebut dan ini berpotensi menggerus hubungan baik Indonesia dengan berbagai negara lain,” katanya.

Selain itu, ia memperingatkan risiko reputasi internasional Indonesia. Menurutnya, alih-alih dilihat sebagai pengakuan atas peran strategis Indonesia, keikutsertaan dalam Dewan justru dapat memunculkan kesan bahwa Indonesia mudah dipengaruhi oleh agenda politik Trump.

“Jika kita melihat negara lain yang telah memutuskan bergabung, mayoritas adalah negara-negara yang memiliki kecenderungan non-demokratis, sehingga dapat membuat Indonesia diasosiasikan sebagai bagian dari the illiberal international,” katanya.

Sebagai informasi, Dewan Perdamaian Gaza resmi dibentuk melalui penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian untuk Gaza pada 22 Januari 2026 di Davos, Swiss. Piagam tersebut ditandatangani oleh perwakilan dari 20 negara, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, dan sejumlah negara lainnya.

Dalam struktur Dewan, dibentuk Dewan Eksekutif atau Dewan Pengarah yang diisi oleh tokoh-tokoh penting, antara lain Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, hingga penasihat keamanan nasional AS Robert Gabriel.

Selain itu, dibentuk pula Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) yang bertugas mengawasi pemulihan layanan publik dan stabilisasi kehidupan masyarakat Gaza, serta struktur keamanan internasional yang dipimpin Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Jasper Jeffers.

Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza ini menjadi babak baru dalam upaya internasional menangani konflik Palestina, namun sekaligus memicu perdebatan tajam terkait legitimasi, keadilan, dan dampaknya terhadap tatanan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Prestise: Inilah Alasan Sesungguhnya Pelajar Indonesia Serbu Studi ke Luar Negeri

Bukan Sekadar Prestise: Inilah Alasan Sesungguhnya Pelajar Indonesia Serbu Studi ke Luar Negeri

Lifestyle | Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:44 WIB

Selangkah Lagi Gabung ke Barcelona, Pemain Keturunan Medan: Saya Seorang Pemenang!

Selangkah Lagi Gabung ke Barcelona, Pemain Keturunan Medan: Saya Seorang Pemenang!

Bola | Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:00 WIB

Saga Transfer Pemain Keturunan Indonesia Juwensley Onstein: Gagal ke AC Milan, Gabung ke Barcelona

Saga Transfer Pemain Keturunan Indonesia Juwensley Onstein: Gagal ke AC Milan, Gabung ke Barcelona

Bola | Sabtu, 24 Januari 2026 | 18:48 WIB

Selain Timnas Indonesia, Ini Daftar Klub Eropa dan Tim Dunia yang Gunakan Apparel Kelme

Selain Timnas Indonesia, Ini Daftar Klub Eropa dan Tim Dunia yang Gunakan Apparel Kelme

Bola | Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:54 WIB

Arah Angin Gagalkan Langkah Jafar/Felisha ke Final Indonesia Masters 2026

Arah Angin Gagalkan Langkah Jafar/Felisha ke Final Indonesia Masters 2026

Sport | Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:44 WIB

Produksi Tak Main-Main Film Kuyank, Risiko Kehilangan Miliaran Rupiah saat Syuting di Pedalaman

Produksi Tak Main-Main Film Kuyank, Risiko Kehilangan Miliaran Rupiah saat Syuting di Pedalaman

Entertainment | Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:00 WIB

Grab Boyong UMKM Medan ke Panggung World Economic Forum 2026

Grab Boyong UMKM Medan ke Panggung World Economic Forum 2026

Tekno | Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:31 WIB

Jordi Amat Beberkan Pesan Manis dari John Herdman, Ada Harapan Khusus?

Jordi Amat Beberkan Pesan Manis dari John Herdman, Ada Harapan Khusus?

Your Say | Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:23 WIB

Pasti Dilunasi, Intip Perjalanan Warisan Utang Indonesia yang Tak Pernah Gagal Dibayar

Pasti Dilunasi, Intip Perjalanan Warisan Utang Indonesia yang Tak Pernah Gagal Dibayar

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:18 WIB

Segera Meluncur, Huawei nova 14 Pro Bawa Kamera Ultra Chroma dan Dual Front Camera Rasa Flagship

Segera Meluncur, Huawei nova 14 Pro Bawa Kamera Ultra Chroma dan Dual Front Camera Rasa Flagship

Tekno | Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:51 WIB

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:47 WIB

ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan

ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:08 WIB

Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus

Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:01 WIB

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!

Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api

Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:43 WIB

Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh

Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:36 WIB

Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis

Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:18 WIB

Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!

Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:02 WIB