Ancaman Baru Virus Nipah: Tingkat Kematian 75%, Thailand Waspada, Apa Gejalanya?

Bangun Santoso

Senin, 26 Januari 2026 | 13:06 WIB
Ancaman Baru Virus Nipah: Tingkat Kematian 75%, Thailand Waspada, Apa Gejalanya?
Ilustrasi pasien terkena virus. (Pixabay/Engin_Akyurt)
baca 10 detik
  • Thailand waspada risiko virus Nipah, sementara India mengkarantina ratusan orang pasca lima kasus positif terkonfirmasi.
  • Virus Nipah pertama terdeteksi 1998 di Malaysia dengan tingkat kematian tinggi dan inang alaminya adalah kelelawar buah.
  • Penularan terjadi melalui kontak cairan tubuh, konsumsi buah terkontaminasi, dan tingkat fatalitas virus ini mencapai 75 persen.

Suara.com - Kewaspadaan tingkat tinggi kini menyelimuti Thailand menyusul risiko wabah virus Nipah, sebuah penyakit zoonosis mematikan yang ditularkan oleh kelelawar buah. Ancaman ini bukan isapan jempol, mengingat virus ini telah menyebar di sejumlah negara dan memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Di India, situasi lebih genting. Otoritas kesehatan di Benggala Barat dilaporkan telah mengkarantina ratusan orang setelah konfirmasi lima kasus positif infeksi virus Nipah.

Yang mengkhawatirkan, dua perawat dan satu dokter termasuk di antara mereka yang terinfeksi, memicu kekhawatiran penularan di fasilitas kesehatan.

“Beberapa pasien berada dalam kondisi kritis, dan pasien lainnya menerima perawatan di bawah pengawasan ketat,” ungkap seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan India sebagaimana dilansir dari India Express, Senin (26/1/2026).

Lantas, apa sebenarnya virus Nipah dan seberapa besar ancamannya?

Mengenal Virus Nipah, Wabah Mematikan Sejak 1998

Menurut ahli virologi terkemuka, Prof Dr Yong Poovorawan dari Universitas Chulalongkorn, virus Nipah pertama kali terdeteksi pada wabah besar di Malaysia antara tahun 1998 dan 1999, yang kemudian menyebar hingga ke Singapura. Saat itu, tercatat ada 265 kasus dengan 108 di antaranya berakhir dengan kematian.

Awalnya, gejala utama yang diidentifikasi adalah demam tinggi dan ensefalitis atau radang otak. Kelelawar buah dipastikan menjadi inang alami atau pembawa virus mematikan ini.

Dari Kelelawar ke Manusia, Begini Cara Penularannya

baca juga

Penyebaran virus Nipah memiliki beberapa jalur yang wajib diwaspadai. Berdasarkan temuan awal, virus ini berpindah dari kelelawar ke babi, sebelum akhirnya menginfeksi manusia yang melakukan kontak dengan babi tersebut.

"Buah yang terkontaminasi air liur kelelawar jatuh ke kandang babi. Penyakit itu kemudian menular di antara babi dan kemudian dari babi ke manusia," jelas Prof Dr Yong.

Namun, penularan juga bisa terjadi secara langsung dari kelelawar ke manusia. Konsumsi buah atau jus segar, terutama jus kurma segar yang telah terkontaminasi air liur kelelawar yang terinfeksi, menjadi salah satu rute penularan utama.

Setelah menginfeksi manusia, virus ini dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan cairan tubuh seperti darah, urine, atau air liur. Meski demikian, penularannya tidak semudah virus pernapasan.

"Tetapi kemungkinannya tidak besar, tidak seperti penyakit pernapasan seperti influenza dan Covid-19, yang menyebar luas," tulis Prof Dr Yong.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Virus Baru, Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui tentang Super Flu di Indonesia

Bukan Virus Baru, Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui tentang Super Flu di Indonesia

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 14:09 WIB

Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?

Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?

News | Senin, 12 Januari 2026 | 22:17 WIB

Jun Ji Hyun Cs Terjebak di Gedung Terinfeksi Virus dalam Teaser Film Colony

Jun Ji Hyun Cs Terjebak di Gedung Terinfeksi Virus dalam Teaser Film Colony

Your Say | Rabu, 07 Januari 2026 | 11:24 WIB

Superflu Belum Ditemukan di Jakarta, Bagaimana Langkah Mitigasi Pemprov DKI?

Superflu Belum Ditemukan di Jakarta, Bagaimana Langkah Mitigasi Pemprov DKI?

News | Senin, 05 Januari 2026 | 09:46 WIB

Waspada! Ini 12 Gejala Super Flu pada Anak, Virus Mulai Merebak di Indonesia

Waspada! Ini 12 Gejala Super Flu pada Anak, Virus Mulai Merebak di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 02 Januari 2026 | 16:15 WIB

Waspada Ancaman Digital: Kenali dan Atasi Virus Komputer

Waspada Ancaman Digital: Kenali dan Atasi Virus Komputer

Your Say | Rabu, 31 Desember 2025 | 12:44 WIB

Cegah Kematian Gajah Sumatera Akibat EEHV, Kemenhut Gandeng Vantara dari India

Cegah Kematian Gajah Sumatera Akibat EEHV, Kemenhut Gandeng Vantara dari India

News | Senin, 22 Desember 2025 | 20:05 WIB

Terkini

Sinopsis Putri Jangan Gentayangan Lagi, Film Horor dari Kisah Nyata yang Viral di YouTube

Sinopsis Putri Jangan Gentayangan Lagi, Film Horor dari Kisah Nyata yang Viral di YouTube

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 12:05 WIB

8 Rekomendasi Bedak Padat dengan Harga Terjangkau Mulai Rp17 Ribuan

8 Rekomendasi Bedak Padat dengan Harga Terjangkau Mulai Rp17 Ribuan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:05 WIB

Pesta Pernikahan di Padang Berujung Petaka, 20 Warga Diduga Keracunan

Pesta Pernikahan di Padang Berujung Petaka, 20 Warga Diduga Keracunan

Sumbar | Senin, 02 November 2026 | 12:04 WIB

Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Teror Mistis di Balik Konten Viral

Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Teror Mistis di Balik Konten Viral

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:00 WIB

Di Pasir Panjang, Warga Dayak Kaharingan Berjuang Menjaga Ingatan tentang Hutan

Di Pasir Panjang, Warga Dayak Kaharingan Berjuang Menjaga Ingatan tentang Hutan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:00 WIB

Alami Luka Parah di Kepala, Pemotor Tewas Usai Disundul Mobil di Puri Indah Jakbar

Alami Luka Parah di Kepala, Pemotor Tewas Usai Disundul Mobil di Puri Indah Jakbar

News | Senin, 02 November 2026 | 11:59 WIB

Harga Beras Melonjak di Oktober 2026, dari Kualitas Medium hingga Premium

Harga Beras Melonjak di Oktober 2026, dari Kualitas Medium hingga Premium

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:58 WIB

Pegawai Lapas Medan Nyambi Kurir Narkoba Ditangkap, 599 Pod Getar Disita

Pegawai Lapas Medan Nyambi Kurir Narkoba Ditangkap, 599 Pod Getar Disita

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 11:55 WIB

Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 11:54 WIB

Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Kita Bayar Pajak

Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Kita Bayar Pajak

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:54 WIB

×