Bukan Virus Baru, Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui tentang Super Flu di Indonesia

Bella

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:09 WIB
Bukan Virus Baru, Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui tentang Super Flu di Indonesia
Ilustrasi flu.(Freepik/poravute)
  • Super Flu adalah mutasi Influenza A H3N2 subclade K, bukan virus baru, dengan penularan lebih cepat dan gejala demam ekstrem hingga 41 derajat Celsius.
  • Penyebaran awal fenomena ini dipicu cuaca ekstrem awal tahun dengan kelembapan tinggi yang memudahkan virus bertahan lama di udara.
  • Data Kemenkes menunjukkan 13 provinsi terjangkit, mayoritas kasus dialami perempuan dan anak-anak, namun tren kasus menunjukkan penurunan signifikan.

Suara.com - Istilah “Super Flu” belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Indonesia menyusul laporan gejala infeksi yang dinilai jauh lebih agresif dibandingkan flu musiman pada umumnya.

Meski terdengar mengkhawatirkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan bahwa fenomena ini bukan disebabkan oleh virus baru, melainkan mutasi dari varian yang sudah ada, yakni Influenza A H3N2 subclade K.

Untuk memahami lebih dalam mengenai karakteristik, penyebaran, hingga cara menyikapi fenomena ini agar tidak terjebak dalam kepanikan, berikut tujuh fakta penting mengenai Super Flu di Indonesia.

1. Bukan Virus Baru, Melainkan Varian “Subclade K”

Super Flu bukanlah virus baru. Secara medis, virus ini merupakan Influenza A subvarian H3N2 dengan subclade K. Virus tersebut merupakan mutasi dari flu musiman yang rutin beredar setiap tahun, namun memiliki karakteristik penularan yang lebih cepat.

Dikenal secara ilmiah sebagai Influenza A H3N2 subclade K, varian ini lebih populer disebut super flu di masyarakat karena sifatnya yang jauh lebih agresif dibandingkan influenza biasa.

Daya infeksi yang tinggi dipicu oleh mutasi genetik yang mempercepat penyebaran di tengah masyarakat. Dampak seriusnya telah dirasakan di Amerika Serikat, di mana lonjakan infeksi menyebabkan puluhan ribu pasien memenuhi rumah sakit dalam waktu singkat. Di Indonesia, masyarakat juga mulai merasakan dampaknya.

2. Penyebab Munculnya Super Flu di Awal 2026

Kondisi cuaca ekstrem di awal tahun sering kali menjadi pemicu penyebaran penyakit menular di Indonesia, termasuk super flu. Awal tahun merupakan puncak musim penghujan dengan tingkat kelembapan udara yang tinggi.

Tingginya kelembapan memungkinkan partikel virus influenza melayang dan bertahan lebih lama di udara, sehingga memperbesar peluang transmisi antarmanusia.

Kondisi ini diperparah oleh minimnya paparan sinar ultraviolet (UV) akibat cuaca mendung berkepanjangan. Padahal, sinar matahari berperan penting dalam membantu tubuh memproduksi vitamin D yang memperkuat sistem imun. Tanpa paparan tersebut, daya tahan tubuh masyarakat cenderung menurun saat virus berada dalam kondisi paling stabil.

3. Demam Sangat Tinggi Mencapai 41 Derajat Celsius

Salah satu indikator utama yang membedakan super flu dengan influenza musiman adalah lonjakan suhu tubuh yang ekstrem. Pada flu biasa, demam umumnya berada di kisaran 37 hingga 38,5 derajat Celsius.

Sementara itu, penderita Influenza A H3N2 subclade K kerap mengalami demam tinggi dengan suhu tubuh mencapai 39 hingga bahkan 41 derajat Celsius.

Demam tinggi ini biasanya disertai fase menggigil hebat, di mana tubuh bergetar tak terkendali sebagai respons sistem imun yang bekerja keras melawan infeksi virus yang agresif.

4. Nyeri Otot Luar Biasa

Selain demam tinggi, penderita super flu sering melaporkan nyeri otot dan sendi yang jauh lebih parah dibandingkan flu biasa. Rasa sakit ini kerap digambarkan sangat ekstrem, seolah merasuk hingga ke tulang dengan sensasi linu yang menyiksa.

Kondisi tersebut memicu fase lethargy atau lemas luar biasa, di mana tubuh seakan kehilangan tenaga. Akibatnya, penderita sering kesulitan melakukan aktivitas ringan, bahkan sekadar bangun dari tempat tidur terasa sangat berat.

5. Kelompok Paling Rentan: Anak-anak dan Perempuan

Data karakteristik dari Kemenkes menunjukkan kerentanan masyarakat Indonesia terhadap super flu. Sebanyak 64 persen kasus terkonfirmasi dialami oleh perempuan, menjadikan kelompok ini sebagai mayoritas penderita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?

Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?

Health | Rabu, 21 Januari 2026 | 22:46 WIB

Pelembap Bisa Bikin Jerawatan? Kenali Bahaya Penggunaan Moisturizer Berlebihan

Pelembap Bisa Bikin Jerawatan? Kenali Bahaya Penggunaan Moisturizer Berlebihan

Your Say | Rabu, 21 Januari 2026 | 08:28 WIB

Senyum Immanuel Ebenezer Saat Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor

Senyum Immanuel Ebenezer Saat Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor

Foto | Senin, 19 Januari 2026 | 17:46 WIB

Bahaya Doomscrolling: Mengapa Terlalu Banyak Baca Berita Bisa Merusak Mental?

Bahaya Doomscrolling: Mengapa Terlalu Banyak Baca Berita Bisa Merusak Mental?

Your Say | Senin, 19 Januari 2026 | 15:08 WIB

4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?

4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?

Health | Minggu, 18 Januari 2026 | 21:44 WIB

Bukan Dipendam, Begini Cara Memproses Emosi Negatif Agar Pikiran Kembali Tenang

Bukan Dipendam, Begini Cara Memproses Emosi Negatif Agar Pikiran Kembali Tenang

Your Say | Minggu, 18 Januari 2026 | 13:05 WIB

Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir

Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:12 WIB

Menuju Zero Kusta, WHO Ajak Indonesia Perkuat Kolaborasi

Menuju Zero Kusta, WHO Ajak Indonesia Perkuat Kolaborasi

Foto | Jum'at, 16 Januari 2026 | 20:15 WIB

Dilantik Sebagai Ketua Perwosi, Tri Tito Karnavian Komitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Keluarga

Dilantik Sebagai Ketua Perwosi, Tri Tito Karnavian Komitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Keluarga

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 12:40 WIB

Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil

Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil

Health | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:08 WIB

Terkini

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43 WIB

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:41 WIB

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36 WIB

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:28 WIB

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:53 WIB

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:52 WIB

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:51 WIB

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:49 WIB