Harga Kelapa Dunia Melemah, ICC Sebut Dipengaruhi Faktor Ekonomi dan Geopolitik

Vania Rossa

Rabu, 28 Januari 2026 | 07:35 WIB
Harga Kelapa Dunia Melemah, ICC Sebut Dipengaruhi Faktor Ekonomi dan Geopolitik
Ilustrasi harga kelapa. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Harga kelapa bulat internasional menurun akhir 2025–awal 2026 akibat faktor ekonomi global dan geopolitik.
  • Peningkatan produksi pasca-El Nino dan suku bunga tinggi global menekan pasar kelapa saat ini.
  • Koreksi harga ini merupakan siklus pasar yang berdampak pada margin petani dan industri pengolahan.

Suara.com - Harga kelapa bulat di pasar internasional mengalami penurunan sejak akhir 2025 hingga awal 2026, terdorong oleh kombinasi faktor ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik. International Coconut Community (ICC) menyebut pelemahan harga ini merupakan bagian dari siklus pasar setelah periode kenaikan harga yang signifikan pada 2023–2025.

Executive Director ICC, Dr. Jelfina C. Alouw, menjelaskan bahwa lonjakan harga sebelumnya mendorong peningkatan produksi di negara produsen, yang kini memicu penyesuaian keseimbangan pasar.

“Koreksi harga seperti ini adalah bagian dari siklus pasar, mencerminkan proses penyeimbangan antara pasokan dan permintaan,” kata Dr. Jelfina.

Dari sisi pasokan, kondisi iklim pasca-El Nino meningkatkan produksi kelapa, sementara permintaan global belum sejalan dengan peningkatan tersebut. Tekanan tambahan muncul dari tingginya suku bunga global, yang mendorong pedagang internasional menahan stok dan mengurangi risiko modal.

Pasar minyak nabati global juga memengaruhi harga kelapa. Sebagai bagian dari kelompok lauric oils bersama Palm Kernel Oil (PKO), harga minyak kelapa sangat sensitif terhadap pergerakan komoditas substitusi. Ketika alternatif lain lebih murah, pembeli global menyesuaikan portofolio mereka, sehingga permintaan minyak kelapa melambat.

Selain faktor ekonomi, ketidakpastian geopolitik di sejumlah jalur distribusi utama juga menekan perdagangan kelapa. ICC mencatat adanya penundaan impor dan penyesuaian volume pembelian sebagai respons pasar terhadap risiko global.

ICC menekankan bahwa harga minyak kelapa (CNO) di Rotterdam menjadi barometer utama perdagangan internasional. Namun, transmisi harga ke pasar domestik bergantung pada rantai pasok, logistik, dan kebijakan perdagangan masing-masing negara. Penguatan Dolar AS dinilai memiliki dampak yang kontekstual terhadap harga kelapa.

Penurunan harga ini berimbas langsung pada petani dan pelaku industri, karena harga produk olahan juga mengalami penyesuaian, sehingga margin industri terkadang tertekan.

Ke depan, ICC memperkirakan harga kelapa dunia akan tetap fluktuatif. Namun, pertumbuhan permintaan terhadap produk kelapa bernilai tambah dinilai dapat menahan volatilitas harga dalam jangka menengah, sekaligus memperkuat posisi kelapa di pasar global.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sah! Ekspor Kelapa Bulat Mulai Minggu Ini Kena Pajak

Sah! Ekspor Kelapa Bulat Mulai Minggu Ini Kena Pajak

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 16:39 WIB

Harga Kelapa Bulat Mahal, Mendag: Banyak yang Ekspor!

Harga Kelapa Bulat Mahal, Mendag: Banyak yang Ekspor!

Bisnis | Kamis, 17 April 2025 | 12:41 WIB

Harga Minyak Sawit Mentah Naik, Kemendag Tetapkan USD 748,93 per Metrik Ton CPO

Harga Minyak Sawit Mentah Naik, Kemendag Tetapkan USD 748,93 per Metrik Ton CPO

Bisnis | Rabu, 01 November 2023 | 18:35 WIB

Terkini

Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen

Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 13:37 WIB

Perbedaan Day Cream Garnier Pink dan Kuning dari Kandungan, SPF, hingga Harga

Perbedaan Day Cream Garnier Pink dan Kuning dari Kandungan, SPF, hingga Harga

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 13:37 WIB

10 Rekomendasi Kado Pernikahan Elektronik Murah, Bermanfaat untuk Pengantin Baru

10 Rekomendasi Kado Pernikahan Elektronik Murah, Bermanfaat untuk Pengantin Baru

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 13:31 WIB

MBG dan Argumen yang Terus Bergeser: Sebenarnya Apa yang Mau Diselesaikan?

MBG dan Argumen yang Terus Bergeser: Sebenarnya Apa yang Mau Diselesaikan?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 13:30 WIB

Produksi Padi September 2026 Anjlok 18,29 Persen, Dampak El Nino Mulai Terasa

Produksi Padi September 2026 Anjlok 18,29 Persen, Dampak El Nino Mulai Terasa

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 13:24 WIB

Dibuka Duel PSMS Medan vs Persija Jakarta, Berikut Jadwal Lengkap Round 1 League Cup 2026/2027

Dibuka Duel PSMS Medan vs Persija Jakarta, Berikut Jadwal Lengkap Round 1 League Cup 2026/2027

Bola | Senin, 02 November 2026 | 13:24 WIB

Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?

Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 13:20 WIB

PSMS Medan Siapkan 31 Pemain Hadapi Persija Besok

PSMS Medan Siapkan 31 Pemain Hadapi Persija Besok

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 13:19 WIB

Urutan Pemakaian Pembersih dan Penyegar Jeruk Nipis Mustika Ratu untuk Kulit Berminyak

Urutan Pemakaian Pembersih dan Penyegar Jeruk Nipis Mustika Ratu untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 13:15 WIB

Mencekam! Binance Diserbu Penarikan Uang Rp66 Triliun Usai Perampokan Kripto Terbesar

Mencekam! Binance Diserbu Penarikan Uang Rp66 Triliun Usai Perampokan Kripto Terbesar

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 13:15 WIB

×