Gus Yahya Tempuh Jalan Islah, Imam Jazuli: Pengakuan De Facto Otoritas Syuriyah

Erick Tanjung

Jum'at, 30 Januari 2026 | 00:19 WIB
Gus Yahya Tempuh Jalan Islah, Imam Jazuli: Pengakuan De Facto Otoritas Syuriyah
Forum Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar PBNU di Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025). Antara/ HO-PBNU
baca 10 detik
  • Gus Yahya bersedia ikuti roadmap islah Syuriyah PBNU sebagai jalan penyelesaian konflik organisasi.
  • Imam Jazuli menilai langkah ini pengakuan *de facto* atas otoritas tertinggi Syuriyah PBNU.
  • Islah menjadi momentum kembalinya PBNU pada khittah adab dan disiplin tata kelola organisasi.

Suara.com - Ketegangan internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki babak baru. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, dikabarkan bersedia menempuh roadmap islah yang ditetapkan Syuriyah PBNU, termasuk menyampaikan permohonan maaf dan mengikuti mekanisme Rapat Pleno sebagai jalan penyelesaian konflik organisasi.

Langkah tersebut dinilai sebagai titik balik penting sekaligus bentuk penerimaan administratif atas keputusan Syuriyah PBNU yang sebelumnya menjatuhkan sanksi pemberhentian terhadap Gus Yahya.

Tokoh Nahdlatul Ulama sekaligus Pengasuh Pesantren Bina Islam Cendekia, Cirebon, KH Imam Jazuli, menilai sikap Gus Yahya ini sebagai pengakuan de facto atas otoritas Syuriyah PBNU, khususnya Rais Aam KH Miftachul Akhyar, sebagai salah satu pemegang keputusan tertinggi dalam struktur NU.

“Ketika Gus Yahya bersedia mengikuti roadmap islah Syuriyah—meminta maaf, mengakui kesalahan, dan menempuh pleno—maka secara organisatoris itu adalah pengakuan secara sadar bahwa Gus Yahya telah melakukan pelanggaran dan keputusan Syuriyah memiliki legitimasi penuh,” ujar KH Imam Jazuli, Kamis (29/1/2026).

Pemicu Krisis

Kyai Imam Jazuli berpandangan, krisis internal ini berakar dari pelanggaran adab dan tata kelola organisasi, salah satunya pencantuman nama Rais Aam PBNU dalam undangan peringatan Harlah ke-100 NU tanpa persetujuan resmi.

“Ini bukan soal teknis administrasi semata, tetapi menyangkut adab organisasi. Dalam tradisi NU, Syuriyah adalah rujukan tertinggi. Mencatut nama Rais Aam tanpa izin adalah pelanggaran serius,” katanya.

Lebih lanjut, Imam menegaskan bahwa roadmap islah yang dirumuskan Syuriyah bukanlah kompromi tanpa konsekuensi, melainkan mekanisme disiplin organisasi yang memiliki implikasi hukum internal.

“Roadmap islah itu mengandung konsekuensi jelas: ada pengakuan kesalahan, ada permohonan maaf, dan ada pleno penataan ulang. Ini artinya, jabatan Ketua Umum sebelumnya memang dinilai bermasalah secara prosedural. Jika seorang ketua umum harus diplenokan kembali untuk menduduki jabatan, maka secara organisasi jabatan tersebut pernah dianggap tidak sah atau cacat administratif,” terangnya.

baca juga

Imam juga menyoroti konsekuensi lanjutan dari penerimaan roadmap islah tersebut, yakni potensi ketidaksahan keputusan-keputusan yang dibuat selama masa konflik.

“Kalau kepemimpinan dinyatakan berada di bawah kendali Syuriyah selama masa pemberhentian, maka kebijakan sepihak yang dibuat pada periode itu berpotensi batal demi hukum organisasi. Hal ini mencakup kebijakan strategis, rotasi kepengurusan, hingga aktivitas organisasi yang dilakukan tanpa legitimasi Syuriyah,” ujarnya.

Ia menilai, kesediaan Gus Yahya mengikuti pleno di bawah arahan Syuriyah juga menutup kemungkinan munculnya pleno tandingan yang sebelumnya sempat diwacanakan.

“Ketika semua jalan politik dan struktural buntu, pilihan kembali ke mekanisme Syuriyah adalah jalan paling aman bagi jam’iyah. Ini langkah realistis untuk mencegah konflik berkepanjangan. Maka, pleno PBNU yang dijadwalkan berlangsung secara hybrid pada Rabu sore (28/1/2026) adalah momentum pertanggungjawaban organisatoris atas pelanggaran yang telah terjadi,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Imam menegaskan bahwa penyelesaian konflik ini seharusnya dibaca sebagai kembalinya NU pada khittah adab dan tata kelola organisasi.

“Islah ini bukan karena Gus Yahya dinyatakan benar, tetapi karena beliau akhirnya kembali ke jalur adab organisasi NU. Dalam NU, Syuriyah adalah rujukan tertinggi, dan Tanfidziyah wajib tunduk pada disiplin itu,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Yahya Persilakan KPK Periksa Semua Kader NU yang Terseret Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut

Gus Yahya Persilakan KPK Periksa Semua Kader NU yang Terseret Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:21 WIB

Pasang Badan, Gus Yahya Jamin Tak Ada Sepeser Pun Dana Korupsi Haji Masuk Kas PBNU

Pasang Badan, Gus Yahya Jamin Tak Ada Sepeser Pun Dana Korupsi Haji Masuk Kas PBNU

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:19 WIB

7 Fakta Ketua PBNU Diduga Terima Duit Haram Korupsi Kuota Haji

7 Fakta Ketua PBNU Diduga Terima Duit Haram Korupsi Kuota Haji

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48 WIB

Terkini

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

×