- Presiden Prabowo siap menarik Indonesia dari Board of Peace jika tidak sejalan tujuan utama perdamaian Palestina.
- MUI menyampaikan skeptis terhadap Dewan Perdamaian karena Israel belum mengakui negara Palestina dan masih menyerang Gaza.
- Prabowo menyatakan opsi abstain hingga siap keluar dari BoP jika tidak mampu membawa perubahan substantif.
Sementara itu, mengenai sikap Isarel yang masih menyerang Gaza, apakah turut menjadi pertimbangan Indonesia mengambil opsi keluar dari BoP, Menlu memberikan penjelasan.
"Bukan, jadi kita harus, jadi ini kan situasinya masih rapuh, kemudian kita juga tahu positioning masing-masing negara yang tergabung di dalam Board of Peace ini juga masih dalam artian berbicara mengenai hal-hal yang sifatnya lebih rinci," kata Sugiono.
Ia menegaskan bahwa Indonesia bersama negara lain dengan mayoritas penduduk Islam sudah menyampaikan sikap tegas terkait serangan Israel ke Gaza pada pekan lalu.
"Yang delapan negara dengan mayoritas penduduk Islam, muslim terbesar itu sepakat untuk mengeluarkan joint statement bersama yang sifatnya mengecam dan menyatakan bahwa hal tersebut itu bisa mencederai proses yang sedang terjadi kita minta semua pihak untuk sama-sama menghormati karena ini kesepakatan yang sudah kita lakukan bersama," kata Sugiono.
"Menuntut tanggung jawab dari semuanya, dari semua pihak dan saya kira situasi demi situasi ataupun kasus demi kasus yang kita lihat itu memerlukan suatu penilaian dan penanganan yang dingin, tidak emosional dengan tetap berpegangan pada tujuan akhir tercapai baik," sambung Sugiono.