Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:25 WIB
Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'
Menko PMK Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Seorang siswa SD 10 tahun di Ngada, NTT, bunuh diri karena tertekan tidak mampu membeli buku dan pena Rp10.000.
  • Menko PM, Abdul Muhaimin Iskandar, menyatakan kasus ini tamparan keras bagi pemerintah dan sosial.
  • Korban meninggalkan surat perpisahan untuk ibunya yang merupakan ibu tunggal pekerja keras menghidupi lima anak.

Suara.com - Sebuah tragedi memilukan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyentak nurani publik. Seorang siswa sekolah dasar (SD) berusia 10 tahun nekat mengakhiri hidupnya hanya karena merasa tertekan tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000.

Peristiwa pilu ini memancing respons keras dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar. Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menegaskan bahwa kasus ini adalah tamparan keras bagi tatanan sosial dan pemerintah.

“Ya, ini harus menjadi cambuk ya,” ujar Cak Imin saat ditemui di kawasan Gambir, Jakarta, Selasa (3/2) malam.

Menurut Cak Imin, kejadian ini bukan sekadar masalah kemiskinan materi, melainkan sinyal bahaya adanya kebuntuan akses bantuan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya kepekaan lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kita juga harus cari akar masalah frustrasi sosial itu sudah sejauh mana,” katanya lagi. Beliau juga menambahkan bahwa kasus tersebut menjadi pengingat agar semua pihak harus membuka diri untuk mudah dimintai tolong oleh siapa pun.

Surat Perpisahan yang Menyayat Hati

Bocah malang tersebut pergi dengan meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Sebelum menghembuskan napas terakhir, ia menuliskan sepucuk surat untuk ibundanya, MGT (47), seorang ibu tunggal yang berjuang keras menghidupi lima anaknya.

Dalam surat yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia tersebut, sang anak menuliskan pesan terakhir yang sangat menyentuh:

“Surat buat Mama ****
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama”.

baca juga

Potret Kemiskinan Ekstrem

Keseharian korban selama ini dihabiskan bersama neneknya. Sang ibu harus banting tulang sebagai petani dan pekerja serabutan demi menghidupi lima orang anak sendirian. Beban ekonomi yang menghimpit diduga menjadi pemicu korban merasa putus asa saat tak mampu memenuhi kebutuhan sekolah yang sebenarnya bernilai sangat kecil bagi sebagian orang, namun sangat besar bagi mereka.

Tragedi di Ngada ini menjadi pengingat pahit bahwa di tengah hiruk-pikuk pembangunan, masih ada anak-anak yang merasa "harus pergi" hanya karena harga sebuah pena. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemulihan Ekonomi Pasca-Bencana Sumatra, Cak Imin Dorong Aceh Bangkit Lewat Kopi Gayo

Pemulihan Ekonomi Pasca-Bencana Sumatra, Cak Imin Dorong Aceh Bangkit Lewat Kopi Gayo

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 19:18 WIB

Begini Respons Cak Imin Soal Kelakar Prabowo 'PKB Harus Diawasi'

Begini Respons Cak Imin Soal Kelakar Prabowo 'PKB Harus Diawasi'

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 06:59 WIB

Momen Jenaka di Retret Hambalang: Prabowo Minta Koalisi Awasi Terus Cak Imin, Kenapa?

Momen Jenaka di Retret Hambalang: Prabowo Minta Koalisi Awasi Terus Cak Imin, Kenapa?

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:49 WIB

Cak Imin Soroti Makanan di CFD: Tujuannya Sehat, Tapi Jualannya Nggak Ada yang Sehat

Cak Imin Soroti Makanan di CFD: Tujuannya Sehat, Tapi Jualannya Nggak Ada yang Sehat

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 14:27 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×