Amnesty Internasional Laporkan Tragedi Gearek ke DPD: Heli Militer Diduga Serang Pemukiman

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 09 Februari 2026 | 17:19 WIB
Amnesty Internasional Laporkan Tragedi Gearek ke DPD: Heli Militer Diduga Serang Pemukiman
Amnesty Internasional Laporkan Tragedi Gearek ke DPD: Heli Militer Diduga Serang Pemukiman. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Amnesty dan Yayasan HAM Papua melapor ke DPD RI mengenai dugaan HAM berat, fokus Tragedi Gearek Desember 2025.
  • Serangan militer di Gearek menggunakan helikopter dan menyebabkan satu anak meninggal serta 600 warga mengungsi.
  • Mereka mendesak DPD menekan pemerintah menghentikan pendekatan militeristik dan memulai dialog dengan ULMWP/MRP.

Suara.com - Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, bersama Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem, menyambangi Ruang Pimpinan DPD RI di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (9/2/2026).

Kedatangan mereka bertujuan melaporkan serangkaian dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang terjadi di Papua, dengan fokus utama pada "Tragedi Gearek 2025".

Dalam laporannya, Usman mengungkap detail mengerikan terkait serangan militer di Kampung Gearek, Papua, yang terjadi pada Desember 2025.

Serangan tersebut melibatkan enam helikopter militer yang menjatuhkan amunisi berupa mortir ke wilayah pemukiman warga.

"Kami menjelaskan secara spesifik mulai dari penyerangan militer, penggunaan helikopter yang menembakkan amunisi militer, sampai dengan penembakan anak kecil yang terjadi di sana," ujar Usman.

Tragedi ini dilaporkan merenggut nyawa seorang anak laki-laki dan memaksa sedikitnya 600 warga desa mengungsi ke hutan demi menyelamatkan diri.

Usman menegaskan, bahwa pengerahan pasukan ini semakin tidak terkendali pasca-revisi Undang-Undang TNI, karena tidak lagi melalui pengambilan keputusan politik negara yang transparan.

Amnesty Internasional mendesak DPD RI untuk menekan pemerintah pusat agar segera membuka dialog dengan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Majelis Rakyat Papua (MRP).

Tujuannya adalah untuk menghentikan pendekatan militeristik dan menyelamatkan warga sipil serta lingkungan. Selain itu, Usman juga menyoroti proyek strategis nasional (PSN) di Papua yang dianggap destruktif dan tidak konsultatif.

baca juga

"Kami mendukung pemimpin gereja agar pemerintah menghentikan PSN di Papua karena tidak melalui proses konsultasi yang bermakna dengan tokoh adat, agama, dan perempuan. Proyek ini berpotensi memicu pelanggaran HAM lanjut dan bencana alam," tegasnya.

Ia bahkan melontarkan kritik tajam terkait penggunaan alutsista.

"Daripada mengerahkan helikopter untuk menjatuhkan mortir di Papua Pegunungan, lebih baik helikopter itu digunakan untuk penanggulangan bencana ekologis di Sumatera yang hingga hari ini belum pulih," tambah Usman.

Senada dengan Usman, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem, menekankan kondisi darurat kemanusiaan yang dialami warga pengungsi.

Berdasarkan investigasi langsung di lapangan, Theo mengungkapkan bahwa masyarakat Papua saat ini hidup dalam ketakutan dan terpaksa bersembunyi di hutan.

"Sampai hari ini masyarakat masih berada di hutan. Mereka tidak tenang, dan ini kita membutuhkan pertolongan dari pemerintah. Adalah kewajiban pemerintah untuk memberikan jaminan hidup bagi pengungsi tersebut," katanya.

Ia pun berharap DPD RI dapat menjadi penyambung lidah agar kasus-kasus di Papua, termasuk di Nduga, Lanny Jaya, Yahukimo, hingga Intan Jaya, diselesaikan secara tuntas melalui proses hukum yang adil.

"Kami ingin masyarakat Papua merasakan rasa keadilan yang sesungguhnya sebagai warga negara Indonesia. Orang Papua mengungsi ke mana-mana, mereka tidak bisa tenang. Ini harus menjadi atensi khusus pemerintah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pimpinan DPD RI soal Laporan Tragedi Gearek: Kekerasan di Papua Bukan Lagi Rahasia Umum!

Pimpinan DPD RI soal Laporan Tragedi Gearek: Kekerasan di Papua Bukan Lagi Rahasia Umum!

News | Senin, 09 Februari 2026 | 17:01 WIB

Terima Laporan Tragedi Gearek, Yorrys Raweyai Singgung Era Jokowi: Ini Tukang Bohong Atau Apa

Terima Laporan Tragedi Gearek, Yorrys Raweyai Singgung Era Jokowi: Ini Tukang Bohong Atau Apa

News | Senin, 09 Februari 2026 | 16:03 WIB

Peringati World Interfaith Harmony Week 2026, Ketua DPD RI Fasilitasi Dialog Tokoh Lintas Agama

Peringati World Interfaith Harmony Week 2026, Ketua DPD RI Fasilitasi Dialog Tokoh Lintas Agama

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 18:14 WIB

Ringankan Beban Orang Tua, Program Pendidikan Gratis Gubernur Meki Nawipa Disambut Positif

Ringankan Beban Orang Tua, Program Pendidikan Gratis Gubernur Meki Nawipa Disambut Positif

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 10:23 WIB

Teman Tegar Maira: Film Inspiratif tentang Cinta Alam dan Persahabatan

Teman Tegar Maira: Film Inspiratif tentang Cinta Alam dan Persahabatan

Your Say | Minggu, 08 Februari 2026 | 11:05 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua

Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:58 WIB

Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara

Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 18:46 WIB

Terkini

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:48 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:35 WIB

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

×