Tanah Bergerak di Tegal Disebut Bakal Berulang, Pakar Geologi UGM: Tak Layak Huni, Cari Lokasi Baru!

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:44 WIB
Tanah Bergerak di Tegal Disebut Bakal Berulang, Pakar Geologi UGM: Tak Layak Huni, Cari Lokasi Baru!
Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwikorita Karnawati. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Kerusakan masif di Desa Padasari, Tegal, disebabkan oleh fenomena rayapan tanah yang bergerak lambat dan membuat pemukiman tidak layak huni.
  • Analisis menunjukkan dasar tanah mengandung lempung biru ekspansif yang mengembang delapan kali lipat saat jenuh air, kehilangan daya dukung.
  • Relokasi menjadi solusi rasional karena pergerakan tanah bersifat siklus; penentuan lokasi baru wajib didukung penelitian geologi mendalam.

Suara.com - Kerusakan masif akibat tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, memicu pertanyaan besar mengenai masa depan pemukiman di wilayah tersebut.

Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan UGM, Dwikorita Karnawati, menyatakan bahwa wilayah terdampak sudah tidak layak lagi untuk dihuni.

Ia menggambarkan kondisi bawah tanah di lokasi tersebut kini menyerupai "pasta gigi" atau odol yang kehilangan daya dukung akibat kejenuhan air.

Fenomena rayapan tanah ini berbeda dengan longsor cepat tapi bergerak pelan menghancurkan bangunan di atasnya.

"Itu sebetulnya rayapan tanah. Bedanya dengan longsoran, rayapan tanah itu pelan-pelan, tidak membunuh tetapi merusak jalan, merusak jembatan, merusak infrastruktur, merusak rumah," kata Dwikorita saat dihubungi, Selasa (10/2/2026).

"Yang bahaya itu kalau merusak rumah, rumahnya bisa terpotong turun sebagian dan rumahnya bisa ambruk. Nah, ambruknya rumah itu yang bisa membunuh. Jadi bukan karena rayapan. Jadi yang di Tegal itu tipenya rayapan karena pergerakannya lambat," tambahnya.

Karakteristik "Lempung Biru"

Dipaparkan Dwikorita, analisis menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki lapisan lempung berwarna abu-abu kebiruan atau dikenal sebagai lempung biru.

Lapisan ini mengandung mineral montmorillonite yang memiliki sifat ekspansif luar biasa. Volumenya dapat membengkak drastis saat terpapar atau menyerap air.

baca juga

"Itu jenis lempung yang apabila kena air bisa mengembang, volumenya berkembang bisa sampai delapan kali lipat dari volume awal. Bahasa Jawanya itu jadi mlenyok ya. Jadi seperti pasta gigi," paparnya.

Eks Kepala BMKG ini menjelaskan bahwa saat lapisan lempung ini jenuh air akibat curah hujan yang tinggi, tanah tersebut kehilangan daya dukung dan berubah tekstur menjadi sangat lunak.

Hal inilah yang menyebabkan bangunan di atasnya seolah bergerak atau amblas mengikuti pergerakan lapisan di bawahnya.

"Karena lempung itu jenuh air, saat jenuh air dia menjadi seperti pasta gigi. Dampaknya apa? Kehilangan kekuatan seperti odol dan lempung itu sering terkubur di atas tanah yang bergerak tadi," tambahnya.

Faktor Pemicu dan Beban Bangunan

Selain faktor geologi murni, kata Dwikorita, meningkatnya intensitas hujan serta beban bangunan di atas lahan yang labil turut menjadi pemicu percepatan pergerakan tanah. Perubahan iklim yang membawa curah hujan lebih lebat melampaui kapasitas stabilitas tanah yang ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi

7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 18:09 WIB

Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal

Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:15 WIB

Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran

Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 16:38 WIB

Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi

Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:19 WIB

Soroti Mulusnya Jalan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Pakar UGM: Cacat Prosedur dan Tak Transparan

Soroti Mulusnya Jalan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Pakar UGM: Cacat Prosedur dan Tak Transparan

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 12:35 WIB

Terkini

BRI Luncurkan Program BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang

BRI Luncurkan Program BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang

Bri | Senin, 28 September 2026 | 22:04 WIB

Penipuan Online Makin Kompleks, Pemerintah Siapkan Penanganan Lintas Sektor

Penipuan Online Makin Kompleks, Pemerintah Siapkan Penanganan Lintas Sektor

News | Senin, 28 September 2026 | 22:00 WIB

Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?

Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 21:52 WIB

Hasil Timnas Indonesia vs Malaysia: Tak Ada Gol, Maarten Paes Man of The Match

Hasil Timnas Indonesia vs Malaysia: Tak Ada Gol, Maarten Paes Man of The Match

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:44 WIB

BRI Bagi-bagi Tiket Bioskop Gratis Setiap Hari Kamis

BRI Bagi-bagi Tiket Bioskop Gratis Setiap Hari Kamis

Bri | Senin, 28 September 2026 | 21:26 WIB

Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan

Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 21:21 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Rp223 Juta untuk Korban Kebakaran Kampung Muka

Kemensos Salurkan Bantuan Rp223 Juta untuk Korban Kebakaran Kampung Muka

News | Senin, 28 September 2026 | 21:20 WIB

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Malaysia: Biarkan Muka Pemain Ditendang

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Malaysia: Biarkan Muka Pemain Ditendang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:20 WIB

Golf dan Staycation Mewah Gratis dari BRI, Nasabah Bisa Langsung Klaim

Golf dan Staycation Mewah Gratis dari BRI, Nasabah Bisa Langsung Klaim

Bri | Senin, 28 September 2026 | 21:18 WIB

Aktivis HAM Ungkap Ada Belasan Pelanggaran Kemananusiaan Saat Rezim Soeharto

Aktivis HAM Ungkap Ada Belasan Pelanggaran Kemananusiaan Saat Rezim Soeharto

News | Senin, 28 September 2026 | 21:17 WIB

×