Tanah Bergerak di Tegal Disebut Bakal Berulang, Pakar Geologi UGM: Tak Layak Huni, Cari Lokasi Baru!

Dwi Bowo Raharjo | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:44 WIB
Tanah Bergerak di Tegal Disebut Bakal Berulang, Pakar Geologi UGM: Tak Layak Huni, Cari Lokasi Baru!
Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwikorita Karnawati. (Suara.com/Hiskia)
  • Kerusakan masif di Desa Padasari, Tegal, disebabkan oleh fenomena rayapan tanah yang bergerak lambat dan membuat pemukiman tidak layak huni.
  • Analisis menunjukkan dasar tanah mengandung lempung biru ekspansif yang mengembang delapan kali lipat saat jenuh air, kehilangan daya dukung.
  • Relokasi menjadi solusi rasional karena pergerakan tanah bersifat siklus; penentuan lokasi baru wajib didukung penelitian geologi mendalam.

"Jadi itu tergantung kejenuhan air. Mungkin dulu-dulu hujannya tidak selebat sekarang. Secara fisika, beban itu kan juga membuat kemampuannya untuk bertahan stabil," kata dia.

"Beban bangunan, beban di atas tanah itu juga memperparah kondisi itu untuk bergerak," lanjutnya.

Mantan Rektor UGM itu menilai pergerakan tanah ini bukan merupakan fenomena mendadak. Melainkan akumulasi dari retakan-retakan kecil yang mungkin sudah terjadi selama bertahun-tahun dan tak disadari.

"Itu gerakannya tuh ada awalnya, awalnya tuh nggak ketara, cuma rayapan retakan kecil. Tapi kalau bertahun-tahun menjadi parah seperti itu. Jadi dugaan saya itu sebelumnya sudah pernah, mungkin pada nggak tahu atau terabaikan ya," tandasnya.

Perlu Relokasi

Dwikorita menyebut sebenarnya karakter lempung biru bisa direkayasa sedemikian rupa sejak awal. Kunci utama dalam mitigasi wilayah dengan karakter lempung biru adalah manajemen air yang sangat ketat.

Salah satu yang terpenting yakni rekayasa drainase. Tujuannya agar air hujan tidak sempat meresap dan menjenuhkan lapisan lempung di dalam tanah.

"Kuncinya tanah di situ jangan lembap air, jangan kena air. Itu kalau belum terlanjur, itu bisa direkayasa. Ya tapi kalau sudah terlanjur, sekali berkembang itu sulit direm," terangnya.

Mengingat luasnya sebaran formasi lempung biru di kawasan Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah itu, Dwikorita menyarankan agar kawasan yang sudah mengalami kerusakan parah sebaiknya tidak lagi dijadikan pemukiman.

Relokasi menjadi opsi paling rasional untuk menghindari kerugian materiil yang lebih besar bahkan korban jiwa di masa depan. Sebab pergerakan tanah ini bersifat siklus mengikuti musim.

"Itu akan terus bergerak. Jadi itu berbahaya kalau sampai rumah-rumah roboh itu. Mestinya ya menurut saya kok tidak layak ya, karena kondisinya seperti itu tuh meluas," ucapnya.

Penentuan lokasi baru pun tidak bisa sembarang. Perlu dilakukan penelitian tanah lebih mendetail.

"Jadi lebih baik cari lokasi baru, tapi diteliti dulu jangan ada tanah semacam itu. Itu bisa diteliti secara geologi dipetakan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi

7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 18:09 WIB

Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal

Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:15 WIB

Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran

Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 16:38 WIB

Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi

Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:19 WIB

Soroti Mulusnya Jalan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Pakar UGM: Cacat Prosedur dan Tak Transparan

Soroti Mulusnya Jalan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Pakar UGM: Cacat Prosedur dan Tak Transparan

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 12:35 WIB

Terkini

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:19 WIB

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:16 WIB

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:13 WIB

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:09 WIB

Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook

Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:04 WIB

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:10 WIB

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:06 WIB

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:05 WIB

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:52 WIB