Jaksa Tuntut Mahasiswa UNY Terdakwa Pembakar Tenda Polda DIY saat Demo Agustus 2025 1 Tahun Penjara

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 10 Februari 2026 | 13:52 WIB
Jaksa Tuntut Mahasiswa UNY Terdakwa Pembakar Tenda Polda DIY saat Demo Agustus 2025 1 Tahun Penjara
Persidangan kasus dugaan perusakan dan pembakaran tenda di Mapolda DIY terdakwa mahasiswa UNY Perdana Arie Veriasa (PA), di PN Sleman, Selasa (10/2/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • JPU menuntut Perdana Arie Putra Veriasa, terdakwa kasus pembakaran tenda di Polda DIY, hukuman penjara satu tahun di PN Sleman.
  • Dasar tuntutan adalah pelanggaran Pasal 308 ayat 1 UU KUHP baru karena perbuatan terdakwa merugikan institusi kepolisian.
  • Penasihat hukum terdakwa keberatan dan berencana mengajukan pembelaan menyoroti konteks psikologis dan situasi politik nasional saat kejadian.

Suara.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Perdana Arie Putra Veriasa, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terdakwa kasus pembakaran tenda di Polda DIY dengan hukuman satu tahun penjara.

JPU Bambang Prasetyo menilai mahasiswa tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar aturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru terkait perbuatan yang menimbulkan bahaya bagi barang.

Dalam hal ini melanggar Pasal 308 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Jaksa menyebut tindakan terdakwa telah memenuhi unsur perbuatan yang mengakibatkan kebakaran sehingga membahayakan keamanan umum bagi barang.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Perdana Arie Putra Veriasa dengan pidana penjara selama 1 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah terdakwa tetap ditahan," kata Bambang membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (10/2/2026).

Bambang memaparkan sejumlah poin yang menjadi dasar tuntutannya. Salah satu hal yang memberatkan posisi terdakwa adalah kerugian yang dialami oleh institusi kepolisian akibat aksi pembakaran tersebut.

"Hal yang memberatkan adanya perbuatan terdakwa merugikan pihak Polda DIY," ucapnya.

Selain itu ada pula beberapa poin yang meringankan hukuman terdakwa, mulai dari sikap kooperatif hingga latar belakang terdakwa yang masih menempuh pendidikan.

"Terdakwa menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya; Terdakwa berterus terang selama di persidangan sehingga memperlancar proses persidangan; Terdakwa belum pernah dihukum; Terdakwa masih muda yang diharapkan dapat berubah lebih baik," terangnya.

baca juga

Menanggapi tuntutan tersebut, tim penasihat hukum terdakwa menyatakan keberatan.

Mereka berencana menyusun nota pembelaan atau pleidoi yang akan menyoroti latar belakang psikologis dan situasi politik nasional yang terjadi saat aksi pembakaran itu dilakukan.

Anggota tim hukum terdakwa, Muhammad Rakha Ramadhan, menyampaikan bahwa kliennya merupakan bagian dari gerakan mahasiswa yang berusaha menyuarakan kebenaran.

Pihaknya menilai tuntutan satu tahun tersebut masih dirasa berat bagi seorang pemuda yang terjun dalam agenda demokrasi.

"Kita ingin menambahkan bahwasanya di dalam pleidoi nanti perlu diperjelas konteks atas situasi yang menimpa Perdana Arie, bahwasanya ada situasi nasional, ada kondisi kerusuhan yang turut mendorong dia secara psikologis sehingga terjadi tindakan pembakaran," kata Rakha usai persidangan.

Rakha turut menekankan bahwa pihaknya akan menguji kembali penerapan Pasal 308 KUHP baru dalam pembelaan nanti.

Tim hukum menilai fakta di persidangan menunjukkan bahwa tidak ada bahaya umum yang timbul secara meluas akibat tindakan terdakwa.

"Sudah terang di dalam persidangan bahwasanya mobil ataupun objek lain tidak dibakar, tidak terbakar akibat benda, tapi karena ada tindakan atau aktivitas lain yang mendekatkan objek-objek tertentu ke api," kata dia.

"Sehingga di sini nanti akan kami terangkan juga di dalam pleidoi nantinya perihal bahaya umumnya," lanjutnya.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu (18/2/2026) pekan depan dengan agenda pembelaan atau pembacaan pleidoi dari pihak terdakwa dan penasihat hukum.

Sebagai pengingat, Perdana Arie Veriasa didakwa terlibat dalam aksi pembakaran fasilitas di lingkungan Mapolda DIY saat gelombang demonstrasi memanas pada akhir Agustus 2025 lalu.

Perdana Arie sudah ditahan sejak sekitar pertengahan atau akhir September 2025 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diperiksa Polda Metro, Eks Ketua KIP DKI Jadi Saksi Meringankan Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi

Diperiksa Polda Metro, Eks Ketua KIP DKI Jadi Saksi Meringankan Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 12:17 WIB

HPN 2026, Polda Metro Jaya Soroti Bahaya Framing Medsos

HPN 2026, Polda Metro Jaya Soroti Bahaya Framing Medsos

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 07:00 WIB

Viral Drama Tetangga di Jakbar: Tegur Drummer Berisik, Pria Ini Dicekik, Kini Saling Lapor Polisi

Viral Drama Tetangga di Jakbar: Tegur Drummer Berisik, Pria Ini Dicekik, Kini Saling Lapor Polisi

News | Senin, 09 Februari 2026 | 20:29 WIB

Transaksi Ganja 9,4 Kg Digagalkan di Parkiran RS UKI, Polda Metro Jaya Ciduk Tiga Orang!

Transaksi Ganja 9,4 Kg Digagalkan di Parkiran RS UKI, Polda Metro Jaya Ciduk Tiga Orang!

News | Senin, 09 Februari 2026 | 10:51 WIB

Terkini

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:41 WIB

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 20:23 WIB

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:20 WIB

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:15 WIB

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

×