Darurat Iklim, Fans K-Pop Protes ke Parlemen Korea Selatan Tuntut Konser Rendah Karbon

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:00 WIB
Darurat Iklim, Fans K-Pop Protes ke Parlemen Korea Selatan Tuntut Konser Rendah Karbon
Ilustrasi ribuan orang menonton konser K-pop (Freepik/freepik)

Suara.com - Bagi para penggemar K-pop, konser merupakan sebuah momen sakral karena mereka bisa menonton idolanya dalam jarak dekat dan tidak terhalang layar. Namun, bayang-bayang banjir, cuaca ekstrem, dan pembatalan mendadak akibat krisis iklim mulai menghantui euforia tersebut.

Menolak diam, komunitas penggemar global yang tergabung dalam KPOP4PLANET membawa aksi “perang” melawan krisis iklim ke Majelis Nasional, jantungnya pemerintahan Korea Selatan.

Pada 6 Febriari 2026 lalu, para aktivis muda resmi menyerahkan proposal pembentukan Dewan ‘Konser Rendah Karbon’ kepada Anggota Parlemen Park Soo-hyun. Pesan yang dibawanya yaitu industri K-pop harus berubah jika ingin tetap eksis di masa depan.

Aktivis dari Indonesia, Nurul Sarifah membawa keresahan nyata Indonesia yang merupakan salah satu basis fans terbesar di dunia. Sudah banyak sekali pembatalan konser yang terjadi akibat bencana iklim seperti banjir dan cuaca ekstrem. Dampaknya, krisis iklim akan selalu menjadi ancaman eksistensial bagi para penggemar.

"Jika Korea, tempat kelahiran K-pop, menetapkan standar konser rendah karbon, ini akan memperkuat dampak budayanya," tegas Nurul.

Ironisnya, Pedoman Acara Ramah Lingkungan Rendah Karbon di Korea Selatan ternyata mengalami stagnan selama 18 tahun sejak diberlakukan pada tahun 2008. Aktivis Dayeon Lee menekankan perlunya pembentukan badan konsultatif resmi yang di dalamnya terdapat Majelis Nasional, pemerintah, dan industri untuk menetapkan standar yang mencerminkan pertumbuhan industri pertunjukan serta realitas krisis iklim.

“Konser rendah karbon bukanlah pilihan, tetapi masalah kelangsungan hidup," ujarnya.

Menuntut Roadmap Hijau berdasarkan survei yang telah dilakukan KPOK4PLANET, nyaris seluruh penggemar K-pop idol global (92,2%), kini menginginkan konser rendah karbon yang tidak merusak bumi. Bahkan, kampanye yang dilakukan KPOP4PLANET “K-pop Carbon Hunters” saat ini sudah memiliki hampir 10.000 tandatangan petisi dari penggemar di seluruh dunia.

Mereka mendesak pemerintah Korea Selatan untuk segera mengukur emisi dengan menetapkan standar perhitungan karbon yang ketat sejak tahap perencanaan hingga konser berakhir, memberi insentif kebijakan berupa penghargaan bagi promotor yang beralih ke energi bersih, serta menyelenggarakan proyek percontohan konser netral karbon pertama yang didukung langsung oleh negara.

Respon Parlemen pada gerakan ini akhirnya membuahkan hasil. Anggota Parlemen Park Soo-hyun berkomitmen untuk menekan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata agar segera menyusun peta jalan (roadmap) konser rendah karbon.

“Saya sangat bersimpati dengan kegiatan berharga ini untuk planet dan generasi mendatang,” ungkapnya.

Ia juga menguraikan rencana implementasi yang konkret dan mengumumkan akan segera meninjau langkah-langkah dukungan legislatif.

"Kami akan menanyakan posisi pemerintah tentang pedoman tersebut pada pertemuan komite tetap berikutnya," jelasnya.

KPOP4PLANET selalu dengan konsisten menyerukan perubahan dalam industri pertunjukan, termasuk penggunaan energi terbarukan untuk mengatasi krisis iklim melalui kampanye “K-Pop Carbon Hunters”.

Dengan mencontoh langkah musisi dunia seperti Coldplay, KPOP4PLANET menegaskan bahwa K-pop mempunyai kekuatan besar untuk memimpin perusahaan, tinggal menyerahkan keputusannya pada pemerintah, karena bola panas ada di dalam mereka. Pemerintah akan tetap diam atau justru akan beradaptasi demi keberlanjutan bumi dan musik yang mereka cintai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taeyong NCT Bayar Lunas Rindu NCTzen Lewat Konser Solo Spektakuler di Jakarta

Taeyong NCT Bayar Lunas Rindu NCTzen Lewat Konser Solo Spektakuler di Jakarta

Entertainment | Senin, 09 Februari 2026 | 14:44 WIB

Taeyong NCT Tampil Totalitas di Jakarta, Curhatan Kocaknya Warnai Konser Solo Perdana

Taeyong NCT Tampil Totalitas di Jakarta, Curhatan Kocaknya Warnai Konser Solo Perdana

Entertainment | Minggu, 08 Februari 2026 | 13:22 WIB

Momen Taeyong NCT Turun Panggung Hingga Lautan Bunga Mawar di Konser Solo Jakarta Sukses Bikin Haru

Momen Taeyong NCT Turun Panggung Hingga Lautan Bunga Mawar di Konser Solo Jakarta Sukses Bikin Haru

Entertainment | Minggu, 08 Februari 2026 | 10:37 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB