3 Langkah Taktis Dasco soal Krisis Penonaktifan BPJS PBI

M Nurhadi

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:37 WIB
3 Langkah Taktis Dasco soal Krisis Penonaktifan BPJS PBI
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin rapat konsultasi lintas komisi dan kementerian di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). [Bidik layar/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajukan tiga solusi mengatasi penonaktifan PBI BPJS Kesehatan akibat verifikasi data.
  • Solusi pertama adalah pemberlakuan "Masa Transisi" wajib, melarang fasilitas kesehatan menolak pasien yang statusnya diverifikasi.
  • Solusi lain menuntut Pemda proaktif "jemput bola" dan perlunya sinkronisasi data *real-time* antarlembaga terkait.

Suara.com - Kebijakan pemutihan data atau verifikasi ulang jutaan peserta BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) Kesehatan memicu gelombang kekhawatiran di tengah masyarakat.

Di tengah proses administratif yang kompleks, banyak warga kurang mampu mendapati status kepesertaan mereka tiba-tiba nonaktif saat sedang membutuhkan layanan medis.

Merespons kondisi darurat ini, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengambil langkah taktis dengan menawarkan tiga solusi konkret guna memastikan hak kesehatan rakyat tidak terputus.

Gebrakan ini muncul sebagai bentuk pengawasan ketat legislatif terhadap eksekutif, khususnya Kementerian Sosial dan BPJS Kesehatan, agar proses sinkronisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak mengorbankan nyawa warga.

Dasco menekankan bahwa administrasi tidak boleh menjadi tembok penghalang bagi akses kesehatan dasar.

1. Pemberlakuan "Masa Transisi": Pasien Dilarang Ditolak

Solusi pertama yang ditegaskan oleh Dasco adalah penerapan "Masa Transisi" yang bersifat wajib bagi seluruh fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Dalam masa ini, status kepesertaan yang sedang dalam proses verifikasi ulang tidak boleh menjadi alasan untuk menolak pasien.

Dasco meminta agar ada diskresi khusus selama proses pembenahan data berlangsung.

baca juga

Menurutnya, negara harus hadir memberikan jaminan bahwa proses birokrasi yang sedang berjalan di pusat tidak boleh berdampak langsung pada layanan di meja pendaftaran rumah sakit.

"Pasien yang status PBI-nya nonaktif karena proses verifikasi data harus tetap dilayani. Harus ada masa transisi di mana layanan kesehatan tetap berjalan sementara sinkronisasi data dilakukan oleh kementerian terkait," tegas Dasco saat memberikan arahan taktis terkait penanganan masalah ini.

Dengan adanya kebijakan masa transisi ini, diharapkan tidak ada lagi cerita memilukan tentang pasien yang dipulangkan karena kartu BPJS-nya tiba-tiba tidak aktif saat akan menjalani tindakan darurat.

2. Harus 'Jemput Bola'

Solusi kedua menyasar peran krusial Pemerintah Daerah (Pemda). Dasco mendesak para Kepala Daerah, mulai dari Gubernur hingga Bupati dan Wali Kota, untuk bersikap proaktif atau "jemput bola" dalam menyisir warga mereka yang terkena dampak penonaktifan PBI.

Dasco melihat bahwa sering kali terjadi keterlambatan informasi dari pusat ke daerah, atau sebaliknya.

Oleh karena itu, Pemda diminta tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif memvalidasi data di lapangan melalui perangkat desa atau kelurahan.

"Pemerintah Daerah harus proaktif melakukan jemput bola. Jangan biarkan warga bingung saat kartunya mati. Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan di daerah harus segera melakukan validasi ulang agar warga yang benar-benar berhak segera diaktifkan kembali statusnya," ujar politisi kawakan tersebut.

Langkah jemput bola ini dianggap efektif untuk memangkas rantai birokrasi yang panjang. Dengan data yang akurat dari tingkat bawah, proses reaktivasi kepesertaan PBI bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

3. Sinkronisasi Data Real-Time dan Jalur Pengaduan Darurat

Solusi ketiga yang diusung adalah perbaikan sistem integrasi data secara real-time antara BPJS Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Dukcapil.

Dasco menyoroti bahwa masalah klasik penonaktifan sering kali berakar pada data yang tidak sinkron.

Ia mendorong dibentuknya kanal pengaduan darurat khusus bagi peserta PBI yang mendapati statusnya nonaktif secara mendadak.

Bagi penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, hingga Makassar, kecepatan informasi adalah kunci.

Dasco ingin memastikan bahwa ketika seorang warga melakukan sanggahan atau verifikasi ulang di tingkat daerah, sistem di pusat bisa langsung merespons dalam hitungan jam, bukan minggu.

Langkah taktis Dasco ini diapresiasi sebagai upaya melindungi kelompok rentan yang sangat bergantung pada subsidi pemerintah.

Mengingat demografi pemilih dan masyarakat produktif usia 18-45 tahun saat ini sangat peduli pada isu jaminan sosial—terutama bagi orang tua atau anggota keluarga mereka yang termasuk peserta PBI—langkah pimpinan DPR ini dianggap sebagai jawaban atas kecemasan publik.

DPR RI melalui fungsinya akan terus memantau implementasi di lapangan agar tidak ada satu pun warga miskin yang kehilangan hak konstitusionalnya untuk sehat hanya karena persoalan teknis pemutihan data.

Sinergi antara pusat dan daerah menjadi harga mati agar kebijakan pembersihan data ini tidak menjadi bumerang bagi pelayanan publik nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah BPJS Mandiri Bisa Beralih ke BPJS PBI? Ini Panduan Lengkapnya

Apakah BPJS Mandiri Bisa Beralih ke BPJS PBI? Ini Panduan Lengkapnya

Lifestyle | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB

Gus Ipul Jelaskan Penonaktifan BPJS PBI: Tidak Sepihak, Data dari Kepala Daerah

Gus Ipul Jelaskan Penonaktifan BPJS PBI: Tidak Sepihak, Data dari Kepala Daerah

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 09:27 WIB

Status BPJS PBI Aman Sementara, Bagaimana Nasib 106 Ribu Pasien Pasca Ground Check Kemensos?

Status BPJS PBI Aman Sementara, Bagaimana Nasib 106 Ribu Pasien Pasca Ground Check Kemensos?

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 18:35 WIB

Penonaktifan PBI BPJS Diprotes, Purbaya Buka Penyebabnya

Penonaktifan PBI BPJS Diprotes, Purbaya Buka Penyebabnya

Video | Rabu, 11 Februari 2026 | 08:00 WIB

Tiga Sumber Penopang Dana BPJS Kesehatan Program JKN, Ada Dua Sumber Selain Iuran

Tiga Sumber Penopang Dana BPJS Kesehatan Program JKN, Ada Dua Sumber Selain Iuran

Video | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:35 WIB

DPR Evaluasi Penonaktifan BPJS PBI, Rapat Terbuka Digelar

DPR Evaluasi Penonaktifan BPJS PBI, Rapat Terbuka Digelar

Video | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:03 WIB

Pertarungan di Senayan: Menghapus Ambang Batas Parlemen Demi Suara Rakyat atau Stabilitas Politik?

Pertarungan di Senayan: Menghapus Ambang Batas Parlemen Demi Suara Rakyat atau Stabilitas Politik?

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 09:09 WIB

Terkini

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:50 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 09:35 WIB

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:26 WIB

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:15 WIB

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

×