- Sekjen Golkar Sarmuji mengonfirmasi pengiriman surat PAW Adies Kadir setelah dilantik menjadi Hakim Konstitusi MK.
- Partai Golkar menjamin penggantian kursi DPR berdasarkan urutan perolehan suara terbanyak pemilu sebelumnya.
- Golkar sedang memproses penentuan pengganti pimpinan Komisi III DPR RI dalam waktu dekat.
Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk Adies Kadir.
Langkah ini diambil menyusul pelantikan Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusi (MK).
Ia menegaskan, bahwa Partai Golkar menjunjung tinggi prinsip kepastian hukum dalam menentukan pengganti kadernya di parlemen.
Ia memastikan tidak akan ada praktik "lompat pagar" dalam urutan calon legislatif yang akan menggantikan posisi tersebut.
"Sudah kita kirim suratnya. Di Golkar ada kepastian hukum. Tidak bisa caleg dengan perolehan suara terbanyak berikutnya dilompati oleh caleg yang suaranya lebih kecil, itu nggak ada di Golkar," tegas Sarmuji di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, Golkar sangat menghormati mandat yang diberikan masyarakat melalui perolehan suara dalam Pemilu.
"Kita tidak akan mempermainkan keputusan rakyat. Penggantinya Pak Adies ya akan digantikan oleh caleg dengan perolehan suara berikutnya, bukan oleh caleg yang berikutnya lagi," imbuhnya.
Selain proses PAW keanggotaan DPR, Golkar juga tengah menggodok nama untuk mengisi kekosongan kursi pimpinan Komisi III DPR RI yang ditinggalkan oleh Sari Yuliati yang menggantikan Adies sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Sarmuji mengungkapkan bahwa nama calon pengganti saat ini sudah mulai mengerucut.
Baca Juga: Ibaratkan Main Futsal, Bahlil: Pengurus Golkar Tidak Performa Harus Siap Diganti
"Sudah mulai mengerucut. Tinggal nanti kalau sudah diputuskan, suratnya kita edarkan," kata Sarmuji.
Terkait waktu pengumuman, Sarmuji memberikan sinyal bahwa keputusan tersebut akan diambil dalam waktu dekat.
Meskipun ada kemungkinan pengumuman dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri atau Lebaran, ia tidak menutup peluang nama tersebut akan muncul pada minggu depan.
"Bisa minggu depan (sebelum Lebaran). Habis Lebaran juga sudah pasti ada lah. Sebelum Lebaran juga sudah kita proses," jelasnya.
Sarmuji menambahkan bahwa meskipun posisi pimpinan tersebut masih kosong, kinerja Komisi III diyakini tidak akan terganggu karena masih ada unsur pimpinan lainnya yang menjalankan fungsi koordinasi.
Namun, Golkar berkomitmen untuk segera mengisi kekosongan tersebut agar struktur kepemimpinan kembali lengkap.