Ahmad Doli Kurnia Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Asahan ke KPAI

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:08 WIB
Ahmad Doli Kurnia Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Asahan ke KPAI
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia di KPAI, Jakarta, Kamis (12/2/2026). [Suara.com/Lilis]
baca 10 detik
  • Ahmad Doli Kurnia lapor kasus kekerasan seksual anak di Asahan ke KPAI.
  • KPAI duga korban kekerasan seksual di Asahan capai dua belas anak.
  • Kasus asusila anak di Asahan dikawal KPAI hingga ke proses peradilan.

Suara.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, melaporkan dugaan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di daerah pemilihannya di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Laporan tersebut dilayangkan setelah seorang anak perempuan berusia delapan tahun diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh pria berinisial SS. Doli menyatakan bahwa pihaknya telah meminta keluarga korban untuk melaporkan kejadian ini ke kepolisian, dan terduga pelaku kini telah ditangani oleh Polres Asahan.

“Saya menyampaikan pengaduan masyarakat dari dapil saya di Asahan mengenai putri berusia delapan tahun yang mengalami kekerasan seksual oleh SS. Kemarin kami sudah meminta keluarga melapor ke polisi, dan saudara SS saat ini sudah diproses di Polres,” ujar Doli usai mengunjungi Kantor KPAI di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Doli menilai kasus ini sebagai persoalan serius yang memerlukan penanganan lintas lembaga. Ia mengaku telah berdiskusi panjang dengan KPAI guna memastikan perlindungan terhadap korban berjalan maksimal.

Ia menegaskan bahwa perhatiannya terhadap isu anak bukan hal baru, mengingat maraknya kasus perundungan (bullying) hingga kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan anak-anak.

“Saya sering melihat berbagai kasus, mulai dari perundungan sesama anak yang berujung fatal, kekerasan orang tua, hingga kekerasan seksual seperti yang terjadi sekarang. Ini butuh perhatian khusus,” tuturnya.

Sementara itu, Komisioner KPAI Dian Sasmita mengungkapkan bahwa kasus di Asahan menjadi perhatian sangat serius karena adanya indikasi jumlah korban lebih dari satu orang.

“Kasus ini menonjol karena korbannya diduga banyak dan dilakukan berulang kali. Indikasi awal ada sekitar 12 korban, bahkan bisa lebih dari itu,” ungkap Dian.

KPAI memastikan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menjamin proses hukum berjalan tegas dan transparan. Dian menekankan bahwa dalam perkara yang melibatkan anak sebagai korban, tidak ada ruang untuk penyelesaian di luar hukum.

baca juga

“Kami akan berkoordinasi dengan kepolisian agar proses hukum berjalan serius. Untuk korban anak, tidak ada penyelesaian di luar peradilan, semuanya harus melalui jalur peradilan formal,” tegasnya.

Selain aspek hukum, KPAI juga akan bersinergi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) tingkat kabupaten maupun provinsi untuk memulihkan kondisi psikis korban.

“Koordinasi dilakukan guna memastikan seluruh anak mendapatkan rehabilitasi, pendampingan, dan pemulihan. Kami juga akan menindaklanjuti hak restitusi para korban dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK),” pungkas Dian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu DARVO? Memahami Cara Pelaku Pelecehan Memutarbalikkan Fakta

Apa Itu DARVO? Memahami Cara Pelaku Pelecehan Memutarbalikkan Fakta

Your Say | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:35 WIB

Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya

Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 10:10 WIB

Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?

Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?

Lifestyle | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:34 WIB

Terkini

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar

Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra

Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau

Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan

Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya

Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan

Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui

8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa

Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:15 WIB

×