Israel Masuk Board of Peace, DPR: Kenapa Indonesia Harus Keluar?

Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:32 WIB
Israel Masuk Board of Peace, DPR: Kenapa Indonesia Harus Keluar?
Foto Donald Trump, Prabowo Subianto, dan Board of Peace (Sumber: yoursay.suara.com)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menyatakan Indonesia tidak perlu keluar dari Board of Peace (BOP) meskipun Israel bergabung.
  • Keberadaan Indonesia dalam forum BOP dinilai krusial untuk menjaga misi perdamaian serta dukungan terhadap Palestina.
  • Keluar dari BOP akan merugikan diplomasi Indonesia dan menghilangkan hak suara serta akses informasi strategis.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan, bahwa Indonesia tidak perlu keluar dari keanggotaan Board of Peace (BOP) menyusul bergabungnya Israel ke dalam organisasi tersebut. 


Menurutnya, keberadaan Indonesia di dalam forum itu justru krusial untuk memastikan misi perdamaian dan dukungan terhadap Palestina tetap berjalan.


Dave mempertanyakan pandangan sejumlah pihak yang mendesak Indonesia mundur dari BOP hanya karena kehadiran Israel. Ia menilai langkah keluar dari forum internasional tersebut justru akan merugikan posisi diplomasi Indonesia.


“Kenapa harus keluar?," ujar Dave kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).


"Kalau kita keluar, ya berarti kita sudah pasti menutup kemungkinan itu (diplomasi). Jadi diplomasi harus terus berjalan,” sambungnya.


Politisi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memiliki visi dan konsep yang jelas mengenai posisi strategis Indonesia di dalam BOP. 


Oleh karena itu, DPR mendukung penuh langkah pemerintah untuk tetap bertahan di forum tersebut demi mencapai target-target perdamaian.


“Presiden Prabowo memiliki timeline ataupun juga konsep yang lebih jelas mengapa kita ada di BOP dan kenapa kita harus tetap ada di sana. Jadi kita support kebijakan pemerintah untuk memastikan fungsi BOP ini benar-benar tercapai,” jelasnya.


Lebih lanjut, Dave mengungkapkan bahwa dengan tetap berada di dalam BOP, Indonesia justru memiliki keuntungan strategis dalam memantau pergerakan internasional, termasuk langkah-langkah yang diambil oleh Israel. Jika Indonesia keluar, hak suara dan akses informasi akan hilang.

Baca Juga: Ada Kunjungan Presiden Prabowo ke SPPG Polri, Pasar Palmerah Ditutup Sementara


“Justru lebih jelas gitu (jika tetap bergabung). Kalau kita keluar, malah kita tidak punya hak suara, kita tidak mengetahui pergerakan. Justru dengan di sana, kita bisa lebih memahami dan bisa lebih bersikap untuk mencapai target-target tersebut,” tegasnya.


Terkait kekhawatiran mengenai perubahan sikap negara, Dave menjamin bahwa bergabungnya Israel di forum yang sama tidak akan mengubah posisi diplomasi Indonesia. 


Ia menegaskan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tetap menjadi prioritas utama.


“Saat ini kita tetap membela dan mendukung penuh kemerdekaan rakyat Palestina,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI