Indonesia Kejar Ciptakan Jutaan Green Jobs, Sudah Siapkah Talenta Kita?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 13 Februari 2026 | 12:00 WIB
Indonesia Kejar Ciptakan Jutaan Green Jobs, Sudah Siapkah Talenta Kita?
Green jobs. (Photo by Trinh Tran/Pexels)
  • Pemerintah menargetkan penciptaan jutaan pekerjaan hijau, dengan target mencapai 5,3 juta pada 2029 untuk mendukung transformasi ekonomi.
  • Tantangan utama saat ini adalah kesenjangan kompetensi talenta yang dibutuhkan industri dengan kurikulum pendidikan yang tersedia.
  • Inklusivitas menjadi isu penting, menekankan perlunya akses adil bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dalam sektor tersebut.

Suara.com - Pemerintah Indonesia menargetkan penciptaan jutaan pekerjaan hijau dalam satu dekade ke depan. Dalam Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau, Bappenas menetapkan target 4 juta pekerjaan hijau pada 2025, naik menjadi 5,3 juta pada 2029, atau sekitar 3,14% dari total lapangan kerja nasional.

Dalam proyeksi jangka panjang, transformasi ekonomi hijau diperkirakan mampu menciptakan hingga 15 juta pekerjaan baru pada 2045 serta mendorong pertumbuhan PDB hingga 6% per tahun.

Direktur Ketenagakerjaan Bappenas, Mariska Yasrie, menegaskan bahwa green jobs bukan sekadar jargon.

“Green jobs kini menjadi prioritas nasional. Pemerintah telah menyiapkan ekosistem dan kompetensi tenaga kerja, dengan target terukur melalui peningkatan jumlah tenaga kerja hijau profesional,” katanya.

Ilustrasi Transisi Energi, Energi Baru dan Terbarukan. [Dok Pertamina NRE].
Ilustrasi Transisi Energi, Energi Baru dan Terbarukan. [Dok Pertamina NRE].

Namun, di lapangan, kesiapan talenta masih menjadi tantangan utama. Industri mengaku banyak pekerja belum memiliki minat atau kompetensi yang dibutuhkan, terutama di sektor energi terbarukan.

Sheila Ratu Maharani dari Asosiasi Energi Surya Indonesia menuturkan, perusahaan sering harus membangun program internal dan task force untuk upskilling.

“Jumlah tenaga kerja ada, tapi kompetensi masih perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Koaksi Indonesia menemukan adanya mismatch antara keterampilan yang dibutuhkan industri dengan kurikulum pendidikan dan pelatihan yang tersedia. Misalnya, sektor penyimpanan energi menuntut kompetensi spesifik yang cepat berkembang, sementara sistem pendidikan belum mampu mengimbangi perubahan teknologi.

“Kalau mismatch ini tidak segera dijawab, kita bisa kehilangan momentum transisi hijau,” tegas Azis Kurniawan, Manajer Kebijakan dan Advokasi Koaksi Indonesia.

Akademisi Indra Ardiyanto dari LSPR Communication & Business Institute menyoroti hal serupa. Ia menyebut literasi mahasiswa tentang green jobs masih terbatas dan menekankan perlunya perguruan tinggi memperbarui kurikulum agar sesuai kebutuhan industri.

Selain gap keterampilan, inklusivitas juga menjadi sorotan. Penyandang disabilitas, yang mencakup 8-10% populasi, kurang dari 5% bekerja di sektor formal.

Tolhas Damanik dari PPDI menekankan prinsip no one left behind. “Inklusivitas harus dibangun sejak awal, bukan sekadar formalitas,” katanya.

Koaksi Indonesia menegaskan, green jobs hanya akan menjadi mesin pertumbuhan berkelanjutan jika talenta siap secara kompetensi dan aksesnya adil bagi perempuan, pemuda daerah, dan penyandang disabilitas.

“Transisi hijau bukan pilihan, tapi kebutuhan. Tantangannya memastikan talenta Indonesia siap menjadi pelaku utama perubahan ini,” tutup Azis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues

Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 22:15 WIB

Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye

Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 20:21 WIB

Prilly Latuconsina Klarifikasi Open to Work LinkedIn Usai Dikritik Netizen

Prilly Latuconsina Klarifikasi Open to Work LinkedIn Usai Dikritik Netizen

Your Say | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:28 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB