Golkar Dorong Pembentukan Koalisi Permanen demi Stabilitas Politik Nasional

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:51 WIB
Golkar Dorong Pembentukan Koalisi Permanen demi Stabilitas Politik Nasional
Perayaan HUT ke-58 Fraksi Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026). [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Golkar dorong pembentukan koalisi permanen demi menjaga stabilitas politik nasional berkelanjutan.
  • Sarmuji tetapkan empat etika politik anggota Fraksi Golkar dukung Prabowo-Gibran.
  • Fraksi Golkar larang anggotanya menyerang kebijakan Presiden dan sesama rekan koalisi.

Suara.com - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, menegaskan komitmen besar partainya untuk membawa stabilitas politik nasional ke level yang lebih kokoh. Dalam momentum perayaan HUT ke-58 Fraksi Golkar, Sarmuji secara terbuka mendorong agar kerja sama partai-partai pendukung pemerintah saat ini diresmikan menjadi sebuah koalisi permanen.

Hal tersebut disampaikan Sarmuji dalam sambutannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Ia menekankan bahwa hubungan antarpartai pendukung tidak boleh bersifat fluktuatif atau hanya berdasarkan kepentingan sesaat.

"Kita sudah membangun satu koalisi dan kita mendorong agar terjadi koalisi permanen. Kita mendorong supaya hubungan antarfraksi tidak 'on-off'. Ini sudah dideklarasikan oleh Ketua Umum kita," ujar Sarmuji dengan tegas.

Sarmuji menjelaskan bahwa konsep koalisi permanen yang diusung Golkar adalah kemitraan solid tanpa memandang popularitas sebuah kebijakan. Menurutnya, anggota koalisi harus setia mendampingi pemerintah, baik dalam kondisi menguntungkan maupun saat menghadapi tantangan berat.

"Kita mendorong koalisi yang ada sekarang menjadi koalisi permanen. Koalisi dalam suka dan duka, serta dalam kebijakan yang populer maupun yang tidak populer," imbuhnya.

Ia menambahkan, ada kalanya pemerintah harus mengambil keputusan yang tidak populer namun bermanfaat bagi rakyat di masa depan. Di sinilah peran koalisi permanen untuk memberikan penjelasan kepada publik, bukan justru menjauh dari barisan pemerintah.

Empat 'Fatsun' Politik Fraksi Golkar

Untuk mewujudkan visi koalisi permanen tersebut, Sarmuji menetapkan empat *fatsun* (etika) politik yang wajib dipatuhi oleh seluruh anggota Fraksi Golkar:

1.  Dukungan Mutlak: Seluruh kebijakan fraksi wajib mendukung penuh program 'Asta Cita' Prabowo-Gibran.
2.  Dilarang Menyerang Presiden: Adanya larangan keras menyerang kebijakan Presiden maupun Wakil Presiden.
3.  Soliditas Internal: Melarang aksi saling serang antar sesama rekan koalisi, mengingat Golkar memiliki delapan menteri dan tiga wakil menteri di kabinet saat ini.
4.  Kawal Keputusan Negara: Menjaga program yang sudah berjalan (seperti Makan Bergizi Gratis) dan memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan, tanpa mempersoalkannya secara terbuka.

baca juga

Sarmuji menegaskan bahwa loyalitas ini merupakan konsekuensi logis dari keberadaan Golkar di dalam barisan pemerintah. Ia menyatakan akan melaporkan empat poin etika politik ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai landasan untuk membangun koalisi yang kokoh dan berkelanjutan.

"Jangan pernah menyerang kebijakan Presiden dan Wakil Presiden sebagai konsekuensi kita berada di koalisi pemerintah. Poin-poin ini akan kami laporkan langsung kepada Bapak Presiden," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan

HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:05 WIB

Ketua Fraksi Golkar Minta Kader Jangan Pernah Serang Kebijakan Prabowo-Gibran!

Ketua Fraksi Golkar Minta Kader Jangan Pernah Serang Kebijakan Prabowo-Gibran!

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:52 WIB

Israel Gabung BoP Trump, Golkar: Kesempatan Indonesia Bisiki Netanyahu Soal Kemerdekaan Palestina

Israel Gabung BoP Trump, Golkar: Kesempatan Indonesia Bisiki Netanyahu Soal Kemerdekaan Palestina

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:43 WIB

Terkini

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:46 WIB

Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya

Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:35 WIB

Jurist Tan dan Fiona Handayani Lampaui Wewenang sebagai Stafsus Nadiem Makarim

Jurist Tan dan Fiona Handayani Lampaui Wewenang sebagai Stafsus Nadiem Makarim

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:31 WIB

Polda Metro Jaya Buru Aset Hanania Travel, Korban Umrah Berpeluang Tetap Diberangkatkan

Polda Metro Jaya Buru Aset Hanania Travel, Korban Umrah Berpeluang Tetap Diberangkatkan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:29 WIB

Arti Mawar Kuning yang Buat Nadiem Makarim Menangis dan Peluk Erat Driver Ojol di Pengadilan Tipikor

Arti Mawar Kuning yang Buat Nadiem Makarim Menangis dan Peluk Erat Driver Ojol di Pengadilan Tipikor

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:24 WIB

MUI Dorong RUU Pidana LGBT ke Prolegnas, Begini Lampu Hijau dari Pimpinan DPR

MUI Dorong RUU Pidana LGBT ke Prolegnas, Begini Lampu Hijau dari Pimpinan DPR

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:24 WIB

Semiotika Politik Jokowi: Bukan Sekadar Adat, Injak Kepala Kerbau untuk Serang PDIP?

Semiotika Politik Jokowi: Bukan Sekadar Adat, Injak Kepala Kerbau untuk Serang PDIP?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:14 WIB

Hakim Sebut Pengadaan Chromebook Nadiem Demi Keuntungan Google

Hakim Sebut Pengadaan Chromebook Nadiem Demi Keuntungan Google

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:00 WIB

Duduk Perkara Ultimatum Prabowo soal Demo Bayaran: Benarkah Ditunggangi dan Siapa Dalangnya?

Duduk Perkara Ultimatum Prabowo soal Demo Bayaran: Benarkah Ditunggangi dan Siapa Dalangnya?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:50 WIB

Siap Adu Ahli! Polda Metro Tunggu Langkah Roy Suryo di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi

Siap Adu Ahli! Polda Metro Tunggu Langkah Roy Suryo di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:49 WIB

×