Sarmuji Tegas ke Kader Golkar: Jangan Ada Jeruk Makan Jeruk di Koalisi

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:44 WIB
Sarmuji Tegas ke Kader Golkar: Jangan Ada Jeruk Makan Jeruk di Koalisi
Perayaan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).(Suara.co./Bagaskara)
baca 10 detik
  • Ketua Fraksi Golkar, M. Sarmuji, mengingatkan anggota legislatif menjaga etika politik dan tidak menyerang pejabat eksekutif partai atau koalisi.
  • Instruksi ini disampaikan pada HUT ke-58 Fraksi Golkar, menekankan penggunaan jalur komunikasi internal untuk kritik internal sesama kader.
  • Sarmuji menetapkan empat etika politik, termasuk dukungan mutlak pada Asta Cita dan larangan menyerang kebijakan Presiden dan Wakil Presiden.

Suara.com - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, memberikan peringatan keras kepada seluruh anggota legislatifnya untuk menjaga etika politik terhadap sesama rekan satu partai dan koalisi

Sarmuji menginstruksikan agar tidak ada lagi aksi "jeruk makan jeruk" atau serangan terbuka terhadap pejabat eksekutif yang berasal dari Partai Golkar maupun mitra koalisi lainnya.

Pesan tegas ini disampaikan Sarmuji dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

"Jangan menyerang kawan sendiri. Kita punya Menteri yang cukup banyak. Ada 8 Menteri, ada 3 Wakil Menteri, ada 1 Gubernur Lemhannas. Kalau ada hal-hal yang perlu dibicarakan di antara kawan sendiri, tolong kasih masukan sebelum rapat dimulai," tegas Sarmuji di hadapan ratusan kader Golkar.

Sarmuji menekankan bahwa fenomena "jeruk makan jeruk"—istilah yang sering dipopulerkan oleh Bambang Soesatyo—tidak boleh terjadi di lingkungan Fraksi Golkar. 

Ia meminta anggota DPR dari Fraksi Golkar menggunakan saluran komunikasi internal jika ingin memberikan catatan kritis terhadap kinerja kementerian yang dipimpin oleh kader sendiri.

"Agar sesama kawan sendiri, jangan sampai jeruk makan jeruk, istilahnya Mas Bambang Susatyo," imbuhnya mengingatkan.

Menurut Sarmuji, menjaga lisan dan sikap politik terhadap rekan koalisi merupakan konsekuensi dari fatsun (etika) politik Golkar sebagai pendukung utama pemerintahan Prabowo-Gibran. 

Hal ini bertujuan untuk menciptakan koalisi permanen yang solid dalam menghadapi berbagai tantangan kebijakan, baik yang populer maupun tidak populer.

baca juga

Selain melarang serangan terhadap kawan sendiri, Sarmuji menetapkan tiga fatsun lainnya:

Dukungan Mutlak: Seluruh kebijakan fraksi harus mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.

Jangan Serang Presiden: Mengharamkan serangan terhadap kebijakan Presiden dan Wakil Presiden.

Kawal Keputusan Negara: Tidak menyoal program yang sudah berjalan, seperti Makan Bergizi Gratis, melainkan memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan.

Sarmuji menegaskan bahwa empat poin etika politik ini akan menjadi pedoman baku Fraksi Golkar dan akan dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bukti komitmen loyalitas partai berlambang pohon beringin tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hampir Setahun Janji Prabowo Tapi RUU PPRT Tak Kunjung Disahkan, Koalisi Ancam Duduki DPR

Hampir Setahun Janji Prabowo Tapi RUU PPRT Tak Kunjung Disahkan, Koalisi Ancam Duduki DPR

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:27 WIB

Israel Gabung BoP Trump, Golkar: Kesempatan Indonesia Bisiki Netanyahu Soal Kemerdekaan Palestina

Israel Gabung BoP Trump, Golkar: Kesempatan Indonesia Bisiki Netanyahu Soal Kemerdekaan Palestina

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:43 WIB

Golkar Resmi Proses PAW Adies Kadir, Sarmuji Tegaskan Tak Ada 'Lompat Pagar'

Golkar Resmi Proses PAW Adies Kadir, Sarmuji Tegaskan Tak Ada 'Lompat Pagar'

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 17:42 WIB

Terkini

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:21 WIB

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

×