Kisah Ramadan Pertama Para Mualaf: Antara Adaptasi, Haru, dan War Takjil

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:42 WIB
Kisah Ramadan Pertama Para Mualaf: Antara Adaptasi, Haru, dan War Takjil
Ilustrasi puasa ramadan pertama mualaf. (Unsplash)
baca 10 detik
  • Mualaf Kukuh (34 tahun) berpuasa pertama kali karena rasa penasaran dan mendapati tantangan bangun sahur.
  • Agatha (28 tahun) mengenal Islam melalui lingkungan multikultural dan antusias menantikan momen silaturahmi keluarga.
  • Bayu (30 tahun) memilih Islam karena ingin menikah dengan pasangan Muslim, menantikan kegiatan berburu takjil.

Suara.com - Gema bulan suci Ramadan yang segera tiba membawa getaran spiritual yang berbeda bagi para mualaf di tanah air.

Bagi mereka yang baru saja memeluk Islam, Ramadan tahun ini akan menjadi lembaran sejarah baru sebagai pengalaman berpuasa pertama kalinya.

Kukuh, seorang pria berusia 34 tahun, menjadi salah satu sosok yang tengah bersiap diri menyelami indahnya bulan penuh ampunan tersebut.

Keputusannya memeluk Islam lahir dari rasa penasaran yang sudah membekas di benaknya sejak lama.

"Jadi sebenarnya udah pengen penasaran buat belajar-belajarnya udah lumayan lama, cuma baru akhirnya setelah mempelajari baru kayak yang rasa kayaknya ini yang paling cocok sih gitu. Paling bener sama paling cocok buat saya gitu," ungkap Kukuh saat bercerita tentang hidayah yang ia jemput kepada Suara.com, Jumat (13/2/2026).

Kini, tantangan nyata sudah ada di depan mata, yakni menahan lapar dan dahaga dari fajar menyingsing hingga matahari terbenam.

Kukuh mengaku perjalanannya memulai puasa tahun ini merupakan sebuah perjuangan yang sangat berkesan dan menantang.

"Epik sih belajar puasa dari nol, sih. Kenapa susah ya? Mungkin karena belum terbiasa bangun pagi buat sahur, terus abis itu kan baru makan lagi pas buka, lama jedanya," tuturnya.

Meski harus beradaptasi dengan pola tidur dan jadwal makan yang berubah drastis, ada antusiasme yang membuncah di dalam hatinya.

baca juga

Kukuh sangat menantikan keriuhan khas bulan Ramadan, terutama fenomena kuliner musiman yang hanya muncul setahun sekali.

"Nyari takjil kali ya. Soalnya banyak makanan aneh-aneh biasanya kalau lagi bulan Ramadan. Seru, gitu," kata Kukuh dengan nada penuh semangat.

Selain Kukuh, cerita menarik lainnya datang dari Agatha, seorang perempuan berusia 28 tahun yang juga akan menjalani Ramadan pertamanya.

Lingkungan sosial dan keluarga yang multikultural menjadi jembatan bagi Agatha untuk mengenal Islam lebih dalam sejak masa kecilnya.

"Alasannya pertama faktor sosial dan lingkungan sih, karena kan keluarga juga ada yang Muslim dan temen juga mayoritas Muslim. Jadi dulu misal lagi pulang kampung ke keluarga yang Muslim, kalau ziarah ke makam nenek, suka dipakaiin hijab. tiap di sekolah pas pelajaran agama Islam nggak keluar kelas, tapi milih di kelas sambil dengerin. Kalau lagi main sama temen, mereka lagi salat, suka liatin mereka salat. Dari sana jadi punya pengalaman spiritual sih, kayak ngerasa nyaman dan tenang gitu setelah melihat dan mengamati ajaran agama Islam," kenang Agatha.

Berbeda dengan pemula pada umumnya, Agatha merasa fisik dan mentalnya sudah cukup terlatih untuk menghadapi ujian menahan lapar.

Ia mengaku sudah terbiasa dengan ritme puasa di keyakinan sebelumnya, namun tetap menemukan keunikan tersendiri dalam syariat Islam.

"Sebenarnya puasa di agama yang sebelumnya ada, malah seharian puasanya. Jadi kalau puasa sih udah terbiasa. Tapi kalau sekarang, puasa yang mungkin buat berkesan karena ada sahur dan menjelang berbuka. Soalnya dari dulu emang suka banget ikut ngabuburit nyari takjil," jelas Agatha.

Bagi Agatha, Ramadan bukan sekadar ritual ibadah individu, melainkan momen perekat tali silaturahmi dengan orang-orang terkasih.

Ia sudah membayangkan kemeriahan hari kemenangan dan kehangatan berkumpul bersama keluarga besar di penghujung bulan suci nanti.

"Momen buka bersama sama keluarga atau teman, war takjil, tarawih berjamaah di masjid, Lebaran dan silahturahmi, di mana semua anggota keluarga dan orang-orang kumpul saling bermaafan, dan yang terakhir menu Ramadan kaya ketupat, opor atau gulai ayam, rendang, sambal goreng ati, dan kue-kue kering," kisahnya.

Tak hanya Agatha dan Kukuh, antusiasme serupa juga dirasakan oleh Bayu. Berbeda dengan yang lain, perjalanan lelaki 30 tahun menuju mualaf bermula dari niat tulus untuk membangun rumah tangga.

"Gara-gara dapet ilham pengen nikah aja sih, karena pasangan saya Muslim," akunya.

Menghadapi Ramadan perdana, Bayu merasa tidak terlalu terkejut dengan ritme ibadah puasa karena suasana toleransi sudah menjadi bagian dari kesehariannya sejak lama.

Selain faktor lingkungan, latar belakang agamanya terdahulu juga memberinya bekal kedisiplinan dalam menahan diri. 

"Di Katolik juga pas Paskah, ada pantang pas mau Paskah. Itu mirip-mirip kek puasa," tambahnya.

Hal yang paling dinanti Bayu di Ramadan tahun ini adalah tradisi berburu kudapan berbuka karena akan menjalaninya sebagai pelaku ibadah, bukan sekadar penggembira. 

"Nyari takjil sih. Dari dulu udah sering ikut, dan kayaknya seru aja karena sekarang nyari takjilnya beneran buat buka puasa," pungkas Bayu dengan antusias.

Perjalanan spiritual Kukuh, Agatha, dan Bayu menjadi bukti bahwa Ramadan selalu membawa warna dan cerita baru bagi setiap hamba yang menjalaninya dengan hati yang tulus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

35 Ucapan Maaf Menjelang Ramadan untuk Keluarga, Tulus dan Menyentuh Hati

35 Ucapan Maaf Menjelang Ramadan untuk Keluarga, Tulus dan Menyentuh Hati

Lifestyle | Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:03 WIB

5 Doa Berbuka Puasa yang dapat Kamu Gunakan Selama Ramadan 2026

5 Doa Berbuka Puasa yang dapat Kamu Gunakan Selama Ramadan 2026

Lifestyle | Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:05 WIB

Terpopuler: Link Download 40 Poster Ramadhan hingga Tukar Uang Baru di BI

Terpopuler: Link Download 40 Poster Ramadhan hingga Tukar Uang Baru di BI

Lifestyle | Sabtu, 14 Februari 2026 | 07:10 WIB

Terkini

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:54 WIB

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka

Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:25 WIB

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:20 WIB

×