Rumah Jokowi Berubah Jadi 'Tembok Ratapan Solo', Begini Kata PDIP

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:29 WIB
Rumah Jokowi Berubah Jadi 'Tembok Ratapan Solo', Begini Kata PDIP
Politisi PDIP Aria Bima. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Politisi PDIP Aria Bima mengomentari viralnya kediaman Jokowi di Solo yang diberi nama "Tembok Ratapan Solo" di Google Maps.
  • Aria Bima menilai masyarakat, khususnya Gen Z, kini lebih mengedepankan meritokrasi daripada pengkultusan individu terhadap pemimpin.
  • Ia mengingatkan bahwa ekspresi di medsos bisa jadi upaya menjerumuskan pemimpin menjadi bahan hujatan publik tanpa diketahui motifnya.

Suara.com - Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Aria Bima angkat bicara mengenai fenomena viralnya kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Solo yang ditandai sebagai "Tembok Ratapan Solo" di Google Maps.

Aria menilai ekspresi publik di media sosial adalah bagian dari demokrasi, namun ia mengingatkan bahwa era pengkultusan individu kini mulai bergeser ke arah meritokrasi.

Ia awalnya enggan menanggapi terlalu jauh informasi yang bersumber dari media sosial yang tidak mendalam.

Menurutnya, informasi di media sosial sulit dipastikan motifnya, apakah murni mendukung atau justru berniat menjerumuskan.

"Apakah itu mendukung Pak Jokowi atau menjerumuskan (menjlomprongke) Pak Jokowi, kan kita juga nggak ngerti. Tapi intinya, demokrasi itu selain terkait pemilu yang jujur dan adil, juga kebebasan berpendapat, termasuk lewat media sosial yang sudah diatur UU ITE," ujar Aria Bima di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Aria melihat adanya perubahan tren perilaku pemilih dan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda atau Gen Z.

Ia menilai model pengkultusan tokoh atau individu sudah tidak lagi mendapatkan respons positif dari generasi tersebut.

"Model pengkultusan saya kira sudah tidak terlalu mendapatkan respons terutama Gen Z ya. Sekarang kan tingkat ID partai saja menurun, ID personal meningkat," jelasnya.

Ia menekankan bahwa ekspresi publik terhadap pemimpin, termasuk kepada Jokowi, kini lebih diarahkan pada aspek meritokrasi serta visi dan misi nyata bagi bangsa. Rakyat, menurutnya, sudah semakin cerdas dalam menilai seorang pemimpin.

baca juga

"Saya melihat bentuk-bentuk ekspresi kepada siapapun lah tidak hanya Pak Jokowi, mulai sekarang ke arah meritokrasi dan ke arah hal-hal yang menyangkut visi misi seseorang pemimpin untuk bangsa ini ke depan seperti apa," tambahnya.

Lebih lanjut, ia memberikan peringatan mengenai bahaya pengkultusan yang berlebihan di media sosial. Dalam istilah Jawa, ia menyebut hal itu bisa menjadi upaya untuk menjlomprongke atau menjerumuskan seseorang agar menjadi bahan hujatan publik.

"Tiba-tiba ada orang yang memberikan kultus yang begitu besar, banyak menjlomprongke orang Jawa bilang, biar jadi hujatan publik. Jadi saya tidak berkomentar mengenai informasi dari media sosial kecuali berita dari media mainstream," pungkasnya.

Sebelumnya, kediaman Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, di kawasan Sumber, Solo, memicu diskusi publik setelah titik koordinatnya di Google Maps mendadak berubah nama menjadi 'Tembok Ratapan Solo'.

Perubahan nama tersebut diduga merupakan hasil kontribusi pengguna platform yang kemudian viral melalui narasi satir di media sosial sebagai destinasi populer bagi kalangan generasi Z.

Ajudan pribadi AKBP Syarif Fitriansyah menyatakan bahwa pihak internal tidak merasa tersinggung dengan penamaan tersebut saat dihubungi awak media pada Senin, 16 Februari 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Legislator PDIP Minta Jokowi Bertanggung Jawab soal Revisi UU KPK

Legislator PDIP Minta Jokowi Bertanggung Jawab soal Revisi UU KPK

Video | Kamis, 19 Februari 2026 | 19:00 WIB

Politisi PDIP Sentil Jokowi Soal Revisi UU KPK: Sebagai Mantan Presiden Tanggung Jawab Itu Tetap Ada

Politisi PDIP Sentil Jokowi Soal Revisi UU KPK: Sebagai Mantan Presiden Tanggung Jawab Itu Tetap Ada

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 17:47 WIB

PSI Bela Jokowi Soal UU KPK, Tegaskan Revisi 2019 Bukan Inisiatif Presiden

PSI Bela Jokowi Soal UU KPK, Tegaskan Revisi 2019 Bukan Inisiatif Presiden

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 17:40 WIB

Viral, 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps Rumah Jokowi

Viral, 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps Rumah Jokowi

Video | Kamis, 19 Februari 2026 | 18:00 WIB

Soal Jokowi Setuju UU KPK Dikembalikan ke Versi Lama, Said PDIP: Bicara UU Bukan Selera Kekuasaan

Soal Jokowi Setuju UU KPK Dikembalikan ke Versi Lama, Said PDIP: Bicara UU Bukan Selera Kekuasaan

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:45 WIB

Mengapa KPU Tak Verifikasi Keaslian Ijazah Jokowi Saat Pilpres 2014?

Mengapa KPU Tak Verifikasi Keaslian Ijazah Jokowi Saat Pilpres 2014?

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 14:13 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×