- Indonesia menyiapkan 8.000 personel untuk misi stabilisasi Gaza dan akan menjabat sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF).
- Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal meminta kejelasan pemerintah mengenai penggunaan helm biru untuk pasukan perdamaian Indonesia di Gaza.
- Pengiriman awal kelompok pasukan advance Indonesia ke Gaza diperkirakan dapat dilaksanakan dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan.
Jasper menyampaikan ISF akan fokus untuk menstabilkan keadaan di Gaza sehingga memungkinkan pemerintahan sipil berjalan.
Bukan konfrontasi, keberadaan ISF di Gaza untuk menjalankan mandat untuk mengawasi gencatan senjata dan stabilitas keamanan.
Indonesia diketahui bakal mengirimkan 8.000 personel TNI sebagai bagian dari ISF di Gaza. Pasukan TNI yang berpartisipasi dalam ISF akan ditugaskan untuk misi non-tempur, kemanusiaan, medis, dan rekonstruksi.